Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Paslon Diminta Bersihkan Alat Peraga


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-02-13 15:21:00 WIB    Dibaca : 100 kali

 


Hari Ini, 12 Paslon Cabut Nomor Urut

Komisi Pemilihan Umum empat kota di Sumbar, Senin (12/2) menetapkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang akan dipilih masyarakat pada Pilkada Serentak 27 Juni nanti. Empat kota tersebut adalah, Padang, Sawahlunto, Pariaman dan Padangpanjang. Totalnya 12 pasangan calon (paslon).

Di Kota Padang, paslon yang dinyatakan memenuhi syarat dan ditetapkan KPU adalah, Mahyeldi Ansharullah-Hendri Septa dan Emzalmi-Desri Ayunda. Pasangan Mahyeldi-Hendri diusung PKS dan PAN yang memiliki 11 kursi di DPRD Padang, sedangkan Emzalmi-Desri Ayunda diusung Partai Golkar, PDI Perjuangan, PPP, Partai Gerindra, Partai NasDem, PKB dan Partai Demokrat dengan total 28 kursi.

Sementara di Kota Pariaman, dari tiga paslon yang mendaftar ke KPU, semuanya memenuhi syarat. Mereka adalah, Genius Umar-Mardison Mahyudin yang diusung Partai Golkar, PPP, PBB, PAN dan PDI Perjuangan, lalu Mahyudin-Muhammad Ridwan yang diusung PKS dan Partai Gerindra. Berikutnya, Dewi Fitri Deswati dan Pabrisal diusung Partai Nasdem dan Partai Hanura.

Sedangkan di Kota Sawahlunto, tiga paslon yang ditetapkan KPU adalah, Ali Yusuf berpasangan dengan Ismed didukung Partai Golkar, PKS dan PKPI dengan total 8 kursi. Kemudian Fauzi Hasan-Dasrial Ery diusung PDI Perjuangan dan Partai Demokrat dengan 5 kursi, serta Deri Asta-Zohirin Sayuti diusung PAN, PPP dan Nasdem dengan total 7 kursi.

Berbeda dengan Pilkada di Kota Padangpanjang, paslon yang ditetapkan KPU dalam rapat pleno terbuka Senin (12/2) jumlahnya lebih banyak, yakni empat pasang. Mereka adalah, pasangan Mawardi-Taufiq Idris yang didukung Partai Demokrat dan PPP dengan total 4 kursi. Kemudian, Rafdi M Syarif-Ahmad Fadly diusung Gerindra, PBB dan PKS dengan total 7 kursi. Paslon berikutnya, Fadly Amran-Asrul diusung koalisi Partai Golkar dan PDI Perjuangan dengan total 5 kursi. Kemudian, paslon incumbent Hendri Arnis BSBA berpasangan dengan Eko Furqani, diusung PAN dan NasDem dengan total 4 kursi.

Berdasarkan data yang dimiliki Padang Ekspres, di Kota Padang jumlah paslon yang ikut pilkada tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan pilkada putaran pertama tahun 2013 sebanyak 10 paslon; tujuh paslon dari jalur perseorangan dan tiga dari partai politik.

Dalam rapat pleno penetapan calon wali kota dan wakil wali kota Padang 2018 yang dipimpin Ketua KPU Padang, Muhammad Sawati kemarin, hadir paslon Emzalmi-Desri dan calon wakil wali kota Hendri Septa serta tim pendukung masing-masing calon, Panwas dan undangan lainnya di kantor KPU Padang. Sedangkan Mahyeldi tidak hadir saat penetapan.

Dijelaskan Sawati, sebelum ditetapkan kemarin, seluruh berkas persyaratan pendaftaran paslon diverifikasi secara administrasi maupun faktual. Selain itu, paslon juga dites kesehatannya. ”Setelah seluruh rangkaian pengecekan itu dilakukan, maka ditetapkan paslon yang lolos hari ini (kemarin, red),” kata Sawati didampingi Komisioner KPU Padang, Chandra Eka Putra, Riki Eka Putra, Yusrin Trinanda dan Mahyudin. 

Dijelaskannya, paslon petahana Mahyeldi yang berpasangan dengan Hendri dan Emzalmi-Desri Ayunda telah memenuhi persyaratan. Sedangkan paslon jalur perseorangan Syamsuar Syam-Misliza, KPU sudah melakukan pleno dan menetapkan tidak memenuhi syarat minimal 41.116 dukungan KTP. ”Jumlah syarat minimal 41.116 dukungan, sedangkan yang bisa dikumpulkan hanya 26.586 dukungan. Artinya masih kurang 14.530 dukungan lagi sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai calon,” jelas Sawati. 

Bagi calon incumbent, Mahyeldi dan Emzalmi, kata Sawati mulai cuti dari kegiatannya sebagai wali kota dan wakil wali kota mulai 15 Februari nanti hingga berakhirnya masa kampanye 23 Juni 2018. ”Kedua calon incumbent telah mengajukan surat cuti,” kata Sawati.

Pantauan Padang Ekspres, setelah KPU menetapkan paslon yang lolos ikut pilkada, terdengar gema takbir langsung dikumandangkan para pendukung paslon. Tahap selanjutnya, KPU menjadwalkan pengundian nomor urut pasangan calon hari ini (13/2) pukul 14.00 WIB di Pangeran Beach Hotel.

Hendri Septa yang berpasangan dengan Mahyeldi mengaku tidak gentar untuk bertarung di Pilkada Padang. ”Bagi saya pribadi, berapa pun paslon yang akan ikut pilkada, tidak masalah karena itu keputusan KPU. Malah semakin banyak paslon yang ikut justru semakin banyak pilihan masyarakat,” ujar Hendri Septa usai penetapan paslon di KPU Padang. 

Dia bersama Mahyeldi optimistis bisa memenangkan pilkada 27 Juni nanti. ”Kami berdua optimistis. Kami akan bekerja untuk rakyat dan menjadikan Kota Padang lebih baik,” tukas ketua DPD PAN Padang itu.  

Begitu pulanya dengan Emzalmi dan Desri yang optimistis bisa mengalahkan Mahyeldi-Hendri. Meski begitu, Emzalmi sangat berharap para pendukung Syamsuar Syam-Misliza yang dinyatakan tidak bisa ikut pilkada, bisa memberikan dukungannya. ”Saya berharap konstituen Syamsuar Syam-Misliza yang mau memberi dukungannya kepada kami, sebab antara saya dengan Syamsuar badunsanak (bersaudara),” kata Emzalmi didampingi Desri Ayunda.  

Tertibkan Alat Peraga

Sementara itu, setelah menetapkan paslon yang ikut pilkada, KPU Pariaman akan mengundi nomor urut paslon di Hal Saiyo Sakato Pariaman, Selasa (13/ 2). Ketua KPU Pariaman Budi Satria meminta ketiga paslon bersama para pendukung segera menertibkan alat peraga kampanye seperti spanduk, baliho, stiker mobil pribadi atau stiker di kendaraan umum.

Bagi paslon dari aparatur sipil negara (ASN) dan anggota DPRD diminta segera mengajukan proses pengunduran diri paling lambat 30 hari sebelum pemungutan suara. ”Istri atau suami paslon yang ASN boleh mendampingi pasangannya saat pilkada. Mereka harus mengajukan cuti di luar tanggungan negara dan suratnya diserahkan sehari jelang cuti,” kata Budi Satria.

Di sisi lain, meski pun cuti bagi incumbent baru berlaku 15 Februari nanti, tapi cawako Genius Umar bersama istrinya Lucy Genius beserta keluarga telah meninggalkan rumah dinasnya di Jl Cut Nya Dien, Kelurahan Jati Hilir, Pariaman Tengah, kemarin.
Genius meninggalkan rumah dinas sekitar pukul 09.00 WIB dengan mobil Avanza miliknya dan langsung menuju rumah orangtuanya di Jl Fatahillah, Kampuang Sato, Desa Pauh Timur, berjarak sekitar 300 meter dari rumah dinas.

Genius Umar beralasan kepindahannya yang lebih cepat dari jadwal cuti karena ingin fokus menghadapi Pilkada Pariaman dan tidak ingin menggunakan fasilitas negara demi kepentingan pilkada. ”Kita ingin pesta demokrasi yang berkualitas dan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Semua kembali dimulai dari nol, berkompetisi secara sehat, dan tidak menggunakan rumah dinas untuk rapat-rapat tim pilkada karena dilarang undang-undang,” ungkap Genius yang pernah menjabat sebagai kepala bagian di DPD RI itu.
Di Kota Padangpanjang, Ketua KPU Jafri Edi Putra dan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Saiful Ardi juga meminta paslon menurunkan alat peraga kampanye paslon yang masih terpasang.

Bahkan, Saiful mengaku pihaknya telah melayangkan surat ke pihak terkait seperti paslon, partai pendukung serta BPKAD Pemko Padangpanjang pada Sabtu (10/2) untuk menertibkan alat peraga dalam batas waktu 1 x 24 jam setelah penetapan KPU. ”Jika itu tidak diindahkan, Panwaslu akan menurunkan paksa bersama Satpol PP, termasuk yang terpasang di papan reklame berbayar milik pemerintah. Sebab, bisa masuk indikasi kampanye di luar jadwal yang ancamannya adalah pidana,” tegas Saiful.

Pihaknya terhitung 15 Februari nanti bersama Satpol PP setiap hari di Padangpanjang Barat dan Timur akan melakukan pengawasan. ”Pemasangan alat peraga harus mengacu pada aturan KPU, termasuk titik dan jumlahnya. Paslon dapat memasang di luar titik yang ditetapkan, seperti di pekarangan rumah. Namun jika jumlahnya melebihi 150 persen dari yang dipasangkan KPU, maka kami tertibkan. Setiap kubu harus melaporkan jumlah dan titik pemasangan di luar yang dipasang KPU,” jelasnya.

Sementara terkait persyaratan cuti calon incumbent Hendri Arnis dan Mawardi, menurut Saiful suratnya telah masuk sejak sepekan lalu dan ditandatangani Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. ”Surat cuti tersebut berlaku sejak 15 Februari nanti. Keduanya harus meninggalkan seluruh fasilitas negara,” kata Saiful.

Sementara di Kota Sawahlunto, rapat pleno terbuka penetapan paslon digelar di ruang rapat KPU Sawahlunto, Senin (12/2). Pleno dihadiri seluruh komisioner KPU, Panwaslu, paslon dan pengurus partai pengusung dengan pengalawan ketat aparat kepolisian.
Afdhal, Ketua KPU Sawahlunto mengatakan saat dilakukan verifikasi, ada berkas persyaratan calon yang belum lengkap. Namun sampai batas waktu masa perbaikan berakhir, semuanya dapat dipenuhi paslon.

Pengambilan nomor urut paslon akan dilakukan di lapangan Segitiga Ombilin, hari ini (13/2). ”Paslon petahana (Ali Yusuf dan Ismed, red) harus cuti selama kampanye, mulai tiga hari setelah ditetapkan sebagai calon. Kami sedang menunggu surat cuuti tersebut. Sedangkan calon dari anggota DPRD, harus mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri kami tunggu paling lambat 15 Februari. Jika tidak tidak, maka calon tersebut dianggap mengundurkan diri dari pencalonan kepala daerah,” katanya. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co