Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

816 Senpi Rakitan Diamankan


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-02-13 15:15:00 WIB    Dibaca : 12 kali

 


Warga Kayutanam Serahkan Balansa

Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, sebanyak 816 senjata api (senpi) rakitan jenis balansa atau gobok berhasil dikumpulkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) beserta jajarannya. Keseluruhan senpi rakitan itu, merupakan hasil penyerahan masyarakat kepada pihak kepolisian. 

Kepala Polisi Daerah (Kapolda Sumbar) Irjen Pol Fakhrizal mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan terhadap senjata api (senpi) rakitan yang dimiliki masyarakat sehingga tidak disalahgunakan. Seperti kasus penembakan terhadap anak kecil di Kabupaten Dharmasraya beberapa waktu lalu.

”Untuk mengantisipasi hal tersebut, di samping juga saat ini sudah mulai memasuki masa pilkada, maka semenjak dua bulan lalu kami mengimbau masyarakat untuk menyerahkan senpi yang tidak berizin,” ujar Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal usai memimpin langsung pemusnahan senpi rakitan tersebut di Mapolda Sumbar kemarin (12/2). 

Ia menambahkan, senpi yang dimusnahkan kali ini merupakan kesadaran masyarakat dengan menyerahkan kepada masing-masing Polres. Sementara wilayah yang paling banyak menyerahkan berasal dari Kabupaten Agam.

Senjata rakitan tersebut biasanya digunakan oleh masyarakat untuk berburu babi dan menembak binatang di hutan. ”Sebenarnya masyarakat boleh memakai senjata seperti ini, tapi harus melalui izin dari Perbakin terlebih dahulu,” sambungnya.

Ia kembali mengimbau masyarakat yang memiliki senjata rakitan agar menyerahkan ke kantor polisi setempat agar tidak terjadi penyalahgunaan.

”Bagi masyarakat yang menyerahkan secara langsung, tidak akan diproses hukum. Tapi kalau tertangkap oleh kami, akan dijatuhi hukuman pidana,” sambungnya.

Meski sering digunakan untuk berburu babi, kata Fakhrizal, untuk ke depannya perlu izin resmi kepemilikan senpi rakitan tersebut kepada Perbakin. ”Karena hama babi, kalau memang meresahkan masyarakat harus diburu dengan senpi, ada prosedurnya, minta ke Perbakin,” katanya.

Fakhrizal menjelaskan senpi, amunisi, dan bahan peledak organik TNI/Polri maupun non-organik TNI/Polri adalah material yang sangat berbahaya apabila peredaran dan penggunaannya tidak diawasi dengan ketat oleh Polri. 

”Untuk pengawasan ke depannya setiap Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) di jajaran Polda Sumbar akan terus melakukan imbauan agar masyarakat yang masih memiliki senpi rakitan agar segera diserahkan,” tukasnya.

Kodim 0308 Pariaman Apresiasi Warga

Sementara itu Padangpariaman, Komando Distrik Militer (Kodim) 0308 Pariaman mengapresiasi kesadaran masyarakat Nagari Kayutanam, karena telah menyerahkan senjata rakitan balansa, Minggu (11/2). Penyerahan rakitan itu, dinilai sebagai bukti kepercayaan masyarakat, karena TNI kerap mengikuti kegiatan bakti sosial, gotong-royong, ataupun pendampingan upaya khusus pertanian.

”Kita sangat apresiasi, karena masyarakat sudah mulai memiliki kesadaran memberikan senjata rakitan balansa kepada kita,” ujar Komanda Kodim 0308 Pariaman, Letkol Arh Hermawansyah, didampingi Pasi Intel, Kapten Inf Johansyah, di Makodim, Senin (12/2).

Kata Hermawansyah, senjata rakitan balansa biasanya digunakan masyarakat untuk berburu. Namun, senjata itu tetap bisa berakibat fatal, apabila mengenai hewan ataupun manusia di jarak yang dekat.

”Senjata ini apabila ditembakkan antara jarak tiga sampai enam meter, bisa mengakibatkan kematian bagi binatang maupun manusia,” kata Hermawansyah sembari memperlihatkan senjata tersebut.

Hermawansyah melihat, masih banyak masyarakat yang memiliki senjata balansa, untuk alat berburu babi. Untuk itu, dia berharap masyarakat memiliki kesadaran menyerahkan senjata tersebut kepada aparat keamanan.

”Penyerahan senjata balansa itu sebenarnya bentuk keberhasilan pembinaan aparat teritorial. Jadi warga yang masih memiliki senjata tersebut, diimbau agar dapat menyerahkan kepada aparat,” tuturnya. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co