Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Guru SMP Diduga Cabuli Puluhan Siswi


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-02-13 15:07:00 WIB    Dibaca : 8 kali

 


Sejumlah wali murid SMP Negeri 6 Jombang kemarin ramai-ramai mendatangi sekolah. Mereka memprotes tindakan EA, 49, oknum guru PNS yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan siswi. Para wali murid menuntut pelaku disanksi tegas.

”Kalau hanya dimutasi, terlalu ringan. Orang seperti itu tidak layak jadi guru, harus dicopot,” beber T, orang tua salah satu korban, kepada Jawa Pos Radar Jombang (grup Padang Ekspres). Tindakan pencabulan yang dialami anaknya terjadi sekitar Juli 2017. Saat itu anaknya yang berusia 13 tahun tersebut ikut persami (perkemahan Sabtu-Minggu).

Saat anaknya sedang asyik duduk-duduk bersama sejumlah teman, tiba-tiba pelaku menghampiri. Guru bahasa Indonesia yang dikenal aktif dalam kegiatan Pramuka itu memperdaya korban dengan pura-pura bisa mengusir roh halus. Singkat cerita, korban yang masih duduk di kelas VIII SMP itu pasrah saat pelaku menggiringnya agar mau dirukyah. EA lantas mengajak korban masuk ke mobil.

Setelah korban berada di dalam mobil, pelaku beraksi. Layaknya paranormal, dia memantrai korban sembari tangannya mulai bergerilya. ”Perbuatannya sungguh sangat kelewatan,” imbuh T dengan geram. Tak hanya menimpa anaknya, perbuatan cabul tersebut diduga kuat juga dialami puluhan siswi lain. Orang tua para korban pun memberanikan diri lapor ke sekolah.

”Dugaan sementara, ada 25 siswi yang mengaku pernah dicabuli Pak EA,” tutur dia. Pihak sekolah pun memanggil oknum guru cabul tersebut. ”Pelaku mengakui perbuatannya dan siap bertanggung jawab,” sambung R, wali murid lain. Kejadian itu juga dilaporkan ke dinas pendidikan. ”Setelah kasusnya terbongkar, Pak EA dimutasi,” ucap dia.

Setelah melancarkan protes kepada pihak sekolah, sejumlah wali murid melanjutkan aksi ke Polres Jombang. Mereka melaporkan EA atas perbuatan mencabuli puluhan siswi. ”Kami menempuh jalur hukum,” sambung T di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang kemarin. Sekitar pukul 11.00 dua siswi mendatangi kantor Unit PPA Polres Jombang. Dengan didampingi orang tua masing-masing, mereka menceritakan tindakan cabul EA.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setya Budi membenarkan penanganan kasus pencabulan yang diduga dilakukan oknum guru SMP itu. ”Tadi sudah ada beberapa korban melapor. Beberapa sudah kami ambil keterangan”.

Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang Priadi menyatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan soal guru cabul tersebut Jumat lalu (9/2). ”Setiap guru yang melakukan penyimpangan perilaku pasti diberhentikan sebagai guru,” tegas Priadi. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co