Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Jumlah Minim, padahal Keterpilihan Tinggi


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-12 16:17:00 WIB    Dibaca : 7 kali

 

Calon Perempuan Hanya 8,55 Persen dari 573 Paslon

Dalam perspektif gender, partisipasi kaum perempuan dalam kontestasi pilkada 2018 belum signifikan. Merujuk data Komisi Pemilihan Umum (KPU), dari total 573 calon kepala daerah, hanya ada 49 alias 8,55 persen calon perempuan. Keterlibatannya masih jauh dari angka ideal yang jadi acuan KPU, yakni 30 persen.
Perinciannya, dari 58 calon gubernur, hanya ada 2 orang atau keterwakilannya hanya 3,49 persen; dari 376 calon bupati, hanya ada 31 perempuan (8,24 persen); dan dari 139 calon wali kota, calon kaum hawa hanya 16 perempuan (11,5 persen).

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, sedikitnya jumlah perempuan memang sangat disayangkan. Namun, dia menggarisbawahi bahwa itu bukanlah kewenangan penyelenggara pemilu. Sebagai penyelenggara, pihaknya hanya memproses nama yang diajukan partai atau perseorangan.
Mencalonkan kepala daerah, lanjut Pram, sepenuhnya menjadi ranah partai. ”Itu menjadi ranah kewenangan parpol untuk mempromosikan kader-kader perempuan di jabatan eksekutif,” ujarnya kepada Jawa Pos (Grup Padang Ekspres) tadi malam.

Dilihat dari aspek normatif, ketentuan dalam pilkada memang berbeda dengan aturan pada pencalonan DPR ataupun DPRD pada pemilihan anggota legislatif.
Yakni, ada ketentuan UU Pemilu yang mewajibkan partai melibatkan 30 persen kader perempuannya. ”UU Pemilu secara tegas menyatakan sekurang-kurangnya 30 persen dan diletakkan dengan metode 1 di antara 3 caleg,” imbuhnya.

Sementara itu, dari aspek teknis, laki-laki atau perempuan tidak berdampak terlalu jauh pada aspek ketegangan ataupun kerawanan. Berdasar pengalaman, hal tersebut bergantung pada sosok pribadinya. ”Banyak kepala daerah perempuan yang tangguh, ada yang lemah. Yang laki-laki juga begitu, ada yang tangguh dan ada yang lemah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengakui bahwa keterlibatan perempuan dalam pilkada masih minim. Bahkan, tidak signifikan sama sekali. Keterangan tersebut disampaikan berdasar hasil riset dari pilkada yang dilaksanakan pada 2015 dan 2017. ”Dari hasil data riset kami, kehadiran perempuan memang belum mewarnai, sangat sedikit di dalam komposisi bakal calon (kepala daerah),” ungkapnya.

Meski demikian, itu tidak berbanding lurus dengan tingkat keterpilihan perempuan dalam pilkada. Data Perludem menyebutkan, tingkat keterpilihan perempuan justru tinggi. ”Di atas 35 persen,” imbuh Titi. Karena itu, menurut dia, parpol semestinya melihat hal tersebut sebagai peluang yang bernilai positif.

Tidak hanya punya nilai positif dari tingkat keterpilihan yang tinggi, keberadaan perempuan dalam tataran kepala daerah juga bisa memberikan wajah baru. Sebab, kepemimpinan mereka berbeda dengan kepala daerah pria. ”Karakter kepemimpinannya lebih etis dan lebih komprehensif kalau menyelesaikan permasalahan,” ungkapnya. Perempuan juga cenderung lebih humanis dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka. 

Agar kehadiran perempuan dalam peta persaingan pilkada lebih semarak, Titi menilai, perlu ada aturan khusus yang mengakomodasi calon kepala daerah perempuan. Misalnya, yang pernah diusulkan Perludem. Yakni, mengurangi syarat dukungan bagi paslon perempuan atau paslon yang salah satunya perempuan. ”Dikurangi 30 persen dari ketentuan syarat dukungan yang ada,” ujar Titi. Dengan begitu, parpol bakal terdorong untuk memaksimalkan kader perempuan dalam pilkada.

Selain itu, penguatan kaderisasi dan pendidikan politik terhadap perempuan harus dilakukan secara lebih serius. Titi menilai, hal tersebut bisa dilaksanakan lewat dana bantuan dari pemerintah yang diberikan kepada parpol. ”Mestinya itu bisa dialokasikan, diprioritaskan pada kaderisasi perempuan di parpol,” imbuhnya. Dengan demikian, kader perempuan dari parpol bisa bersaing dengan kader pria. Peluang mereka juga akan lebih terbuka apabila program pendidikan itu dilaksanakan. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co