Harian Pagi Padang Ekspres | Koran.Padek.co

Real Madrid vs Numancia 2-2: Bernabeu tak Lagi Angker


Wartawan : 0 - Editor : Elsy Maisany - 2018-01-12 15:39:00 WIB    Dibaca : 46 kali

 

Real Madrid di era Zinedine Zidane pernah mencatatkan rekor 14 kali tak pernah kalah di kandang saat bermain di semua ajang. Tepatnya periode 28 Agustus 2016 sampai 7 Januari 2017 lalu.

Namun kisah kedigdayaan Real di Santiago Bernabeu tersebut kini tinggal memori usang. Musim ketiga Zidane, 2017-2018, ini sudah tujuh kali Los Merengues kurang greng kalau bermain di depan publik sendiri.

Pada pertemuan kedua 16 besar Copa del Rey kemarin (11/1), Real ditahan oleh Numancia 2-2. Meski imbang Real terselamatkan kemenangan 3-0 pada pertemuan pertama di kandang Numancia (4/1) lalu sehingga Real tetap lolos ke delapan besar dengan agregat 5-2.

Apa sebab Real kurang bergairah kalau tampil di kandang ? Winger Real Lucas Vazquez yang pada laga kemarin mencetak brace pada menit ke-10 dan 59 juga bingung apa yang terjadi dengan kawan-kawannya.

”Tim ini tiba-tiba terpeleset dengan sendirinya namun ini susah untuk dijelaskan. Kami harus mengkoreksi kesalahan yang kami perbuat di pertandingan ini,” kata Vazquez di mixed zone kepada Marca kemarin.

Kejadian seperti kemarin (11/1), unggul sementara lalu disalip dan akhirnya draw, bukan yang pertama kalinya buat Real kalau tampil di kandang musim ini. Misalnya saat menjamu Valencia di ajang La Liga (27/8) serta menghadapi Fuenlabrada di Copa del Rey (28/11).

Dengan kondisi yang angin-anginan seperti itulah tak heran setiap penampilan di kandang dan hasilnya mengecewakan maka pemain-pemain Real sering mendapat siulan ejekan dari Madridista.

”Fans seharusnya belum melupakan apa yang kami berikan tahun lalu, lima trofi dalam setahun. Kami sudah memberikan semuanya untuk mereka juga untuk (kejayaan) klub ini,” ucap Vazquez.

Marca menganalisis memasuki musim ketiganya di Real, kemampuan Zidane untuk merotasi timnya yang biasanya menjadi senjata di musim-musim sebelumnya mulai meluntur.

Pepe Mel, pelatih Deportivo La Coruna musim lalu, pernah sampai berucap seandainya Real A maupun Real B sama-sama menakutkannya. Kalau Real B yang musim lalu beranggotakan Marco Asensio, Isco, Vazquez, dan James Rodriguez punya kekuatan yang sepadan dengan Real A yang isinya Karim Benzema, Cristiano Ronaldo, Luka Modric, dan Toni Kroos.

Sama seperti rekan setimnya, bek Jesus Vallejo kepada Mundo Deportivo mengatakan kalau Real kehilangan kemampuan memenangi pertandingan. Vallejo yang di laga kemarin berduet dengan Nacho Fernandez belum sesolid duet Sergio Ramos-Raphael Varane.

”Kami memulai pertandingan dengan sangat baik akan tetapi kemudian kami kehilangan konsistensi (menjaga kemenangan) pada akhir pertandingan,” kata bek yang musim lalu dipinjamkan ke Eintracht Frankfurt tersebut.

Pada laga kemarin dua gol Numancia yang dihasilkan oleh Guillermo Fernandez lahir akibat kurang gesitnya Nacho memblokade ruang gerak pemain 24 tahun tersebut.

Vallejo juga menilai dari starting XI yang dimainkan Zidane kemarin hanya Dani Carvajal yang langganan bermain sebagai starter. Tak heran jika sepuluh pemain lain terkadang masih merasa kikuk satu dengan yang lain. (*)
© 2014 - 2018 Padek.co