Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 15:03:18 WIB
TAJUK RENCANA

Ranah Minang ”Ditelanjangi”

Oleh : (*)

(*)

Padang Ekspres • Kamis, 29/09/2011 15:37 WIB • 839 klik

Masih segar dalam ingatan, kasus video porno siswi SMA 8 Padang yang dibuat di kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kini kita disentakkan dengan penggerebekan  penari  telanjang (striptis) di salah satu karaoke di Jalan Hayam Wuruk Padang Senin (26/9) malam.

Alamak! Pelakunya, perempuan Minang pula! Satu mengaku dari Batusangkar satu lagi dari Agam. Masih berusia muda, 21 tahun. Jika sebelumnya, setiap WTS yang tertangkap Pol PP selalu mengaku berasal dari luar Sumbar. Tapi kedua wanita ini dengan lugu mengaku dari Sumbar.  


Kejadian ini tidak saja bikin malu keluarga mereka tapi juga mencoreng muka rang Minang. Ninik mamak dan alim ulama di mana? Ke mana mengirabnya filosofis adat basandi syarak syarak basandi kitabullah itu?  


Seakan sia-sia saja upaya Wali Kota Padang Fauzi Bahar menanamkan nilai-nilai religius di Padang Kota Tercinta Kujaga Kubela ini. Ternyata mewajibkan berjilbab ke sekolah agar tertutup aurat  tak begitu ampuh membendung anak sekolah tak berbuat maksiat. Buktinya, salah seorang siswa SMA malah merekam adegan porno yang dilakukan bersama pasangannya. Itu baru yang terungkap. Mungkin masih banyak yang tersembunyi.


Sepertinya menggalakkan bacaan asmaul husna di sekolah-sekolah hanya hafalan di bibir saja. Lalu, menghidupkan kembali majelis taklim bagi kaum ibu nampaknya juga belum sepenuhnya berhasil mendidik dan mengontrol perilaku anak.  Pihak sekolah sendiri sepertinya lengah. Pengawasan lemah.  


Kalau sudah tertangkap tangan, malah saling menyalahkan. Akhirnya anak jadi korban.
Sementara terungkapnya penari telanjang, membuat semua orang tercengang. Benar ada di Padang? Padahal sebelumnya, para hidung belang perlu ke ibu kota atau ke luar negeri bila ingin menonton pertunjukan ini. Terlepas, pengelola tempat hiburan mengaku dijebak. Entah siapa yang menjebak? Yang jelas, praktik ini tertangkap tangan ada di ranah yang menjunjung tinggi adat dan agama ini.

Si penari pun mengaku, sudah dua bulan melakoni “profesi” itu di Padang. Lebih memprihatinkan lagi, mereka penduduk asli Sumbar.  Anak rang Minang?  Lantas kenapa mereka bisa  melakukan perbuatan yang sangat memalukan itu. Apa urat malunya sudah putus? Atau sama sekali tak lagi punya rasa malu hingga bisa menari tanpa sehelai benang pun di hadapan pria hidung belang. Habis itu diekpose pula di media massa. Mau ditarok di mana muka?


Inilah jadi tak habis pikir. Jika benar mereka rang Minang, apalagi asal kampung, banyak sedikitnya pastilah belajar agama. Tapi sepertinya bagi mereka ajaran itu mengirab begitu saja. Alasan keduanya sederhana saja. Demi uang.  


Semuanya tak terlepas dari adanya permintaan dan fasilitas. Tempat hiburan lahan empuknya. Bahkan desas-desus adanya pertunjukkan striptis di Kota Bengkuang ini sudah lama beredar dari mulut ke mulut. Informasi itu tentu saja berasal dari orang-orang yang pernah keluar-masuk tempat hiburan malam. Tapi sepertinya bisik-bisik itu hilang timbul ditelan tetap hidupnya dunia gemerlap Kota Padang.


Padahal pihak terkait, seperti Polisi dan Pol PP tetap melakukan razia untuk membasmi maksiat di Padang Kota Tercinta ini. Tapi kok tak kunjung hilang, justru kian berkembang.


Agaknya, jika ingin membebaskan Ranah Minang dari maksimat, aparat harus komit dan serius menjalankan tugas. Semua elemen merapatkan barisan. Ninik mamak kembali menjalankan perannya. Alim ulama tak sekadar kata, tapi harus ada gerakan. Orangtua harus lebih ketat mengawasi anak. Insya Allah, maksiat bisa enyah!  (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Tajuk Rencana
Dari : sidipohok
Rabu, 05/10/2011 - Jam 09:22 WIB
Yang ditindak jangan hanya penari telanjangnya/penontonnya, tapi dalangnya: yaitu pemilik kafe, dan diarak keliling kota sesumbar.
Selasa, 04/10/2011 - Jam 15:21 WIB
Pesantren ramadhan, penggunaan jilbab dan pembacaan asmaul husna itu semua kegiatan yang di cintai oleh Allah dan rasulnya. Kita harus tetap berupaya mendatakan negri yang damai seraya terus beryukur, karena kita tidak tau bala yang lebih parah akan datang jika tidak ada lagi kegiatan tersebut.
Senin, 03/10/2011 - Jam 11:41 WIB
Memerangi maksiat itu kewajiban, tapi bukan untuk mengejar popularitas. Tapi harus dengan niat yang ikhlas dan tindakan yang tegas dan konsisten. Insyaallah upaya tersebut akan berhasil.
Sabtu, 01/10/2011 - Jam 10:57 WIB
malu kita, sekarang anak-anak ranah minang tidak kita tahu dengan norma agama,sosial dan kemasyarkatan. generasi sekarang banyak memancing datangnya bencana
Dari : syafriadi
Kamis, 29/09/2011 - Jam 22:10 WIB
!!!!!!!!!!


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan artikel ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!