Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 13:13:55 WIB
CUCU MAGEK DIRIH

Bagaimana Pers Mamandang DPRD

Oleh : H. Sutan Zaili Asril

Wartawan Senior

Padang Ekspres • Minggu, 09/06/2013 06:07 WIB • 843 klik

H. Sutan Zaili Asril

DPRD Provinsi Sumatera Barat mengikutsertakan Cucu Magek Dirih sebagai pemateri pada pe­la­tihan para kepala humas DPRD ka­bupaten/kota dan dari Sek­retariat — dan Humas — DPRD provinsi Su­matera Barat, dan wartawan yang mangkal di DPRD. Pemateri lain­nya, Ketua DPRD Yulteknil, Mestika Zet, dan Saldi Isra. Kata yunior Cucu Magek Dirih, Kepala Humas DPRD Provinsi Sumatera Barat, Edy Ja­nur, kesertaan Cucu Magek Dirih sebagai mewakili kalangan pers. Be­rikut ini adalah summary ma­kalah Cucu Magek Dirih, yang mungkin melelahkan karena dilengkapi footnote/kutipan buku (disederhanakan menjadi author/tahun terbit/ha­laman)—sudah dikurangi bagian uraian penjelasan (bukan dari buku).

 

TENTU Cucu Magek Birih ber­bi­cara terlebih dahulu tentang pers dalam arti wartawan cetak (Point 1, 2, 3, Pasal 1, Bab I: Ketentuan Umum UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers; Indriyanto Seno Adji, 2008:10; Mochtar Lubis & Ramadhan Karta Hadimadja (Editor), 1995: 229; Abdul Muis, 1996:13, 155, 160; Jeremy Pope, 2003: 444; Karin Wahl-Jorgensen & Thomas Hanitzsch, 2009: 239; Wahyu Wibowo, 2011: 2, 57, 216; Jakob Oetama, 2001: 48, 162; Rizal Mallarangeng, 2010; Kees Bertens, 2004:177; Aim Ab­dul­karim, 2006:70; Jay New­man, 1989; Jim Willis, 2010). Tentang wartawan elektronik (IJTI, didirikan Agustus 1998, KJR berdiri di Jawa Tengah) dari Stasius TV, yaitu TVRI (Point 4, Pasal 1, Bab I: Point b, Ayat (1), Pasal 13, Bagian Ketia, Bab III; Ayat (2), Pasal 13, Bagian Ketiga, Bab III, UU No. 32/2002) dan stasiun TV lokal swasta (Agus Sudibyo, 2007:105; Ana Nadhya Abrar, 2008:23, 36,100; Masduki, Muza­yin Nazaruddin, 2008:16; R Siti Zuhro, 2008:391), tentang radio siaran: RRI (Point 3, Pasal 1, Bab I: Ketentuan Umum; Point a, Ayat (1), Pasal 13, Bagian Ketia, Bab III, Ayat (2), Pasal 13, Bagian Ketiga, Bab III, UU No. 32/2002) dan stasiun radio swasta (PP No. 55/1970; Kumpulan Peraturan Tahun 1970 s/d 1992; Kris­hna Sen, David T. Hill, 2000:­103; Ade Armando, 2011:227; Monroe Edwin Price, Beata Rozu­milowicz, Stefaan G. Verhulst, 2002; Masduki, 2007).

Lalu, Cucu Magk Dirih berbicara tentang pers dalam arti perusahaan pers/lembaga media massa (Point 2, Pasal I, Bab I, UU No. 40/1999; Hinca Ikara Putra Pandjaitan, Amir Ef­fen­di Siregar, Mahtum Mastoem, 2006; Indonesia Media Law & Policy Centre, 2007:41, 11,53, 11, 54; Mu­ha­mad Hisyam, 2003:412, 414; Oe­mar Seno Adji, 1990:169, 175, 186; Himpunan Keputusan Dewan Pers 1966-1987:12, 33, 44; SPS, 1971: 7, 24, 168; Jakob Oetama, 2001:­310; Todung Mulya Lubis, 2006­:249; Sukarno, 1986:283, 294, 300; Aim Abdulkarim, 2006:82, 95; Rizal Mallarangeng, 2010:60; Ignatius Haryanto, 2006:39; Ibnu Hamad, 2004:68). Perusahaan pers/penerbit pers (usaha media massa cetak: surat kabar, majalah, dan tabloid); perusahaan pers/pengelola radio siaran swasta; peru­sahaan pers/pengelola stasiun TV lokal swasta; dan perusahaan pers/pengelola media online (UU No. 11/2006; Sukarmi, 2008:171; Hiqmad Muharman Piliangsani, 2010:45; Muchtar AF, 2010:27).

 

Lalu, tentang keberadaan pers/posisi pers secara peraturan peun­da­ngan: sebagai lembaga sosial (Point 1, Pasal 1, Bab I,  UU No. 40/1999) , lembaga ekonomi (Ayat (2), Pasal 3, Bab II, UU No. 40/1999), harapan pers menjadi pilar keempat de­mok­rasi/the fourth estate (Ahmad Su­hel­mi, 2001:314; Mochtar Lubis, Ra­mad­han Karta Hadimadja, 1995: 224; Mohammad Amien Rais, 208­:115; R Eep Saefulloh Fatah, 2004­:17; Richard Claproth, 2011:­38; Hafied Cangara, 2009; Ade Ar­mando, 2011:27; Ignas Kleden, 2004:xxxix; T. Mulya Lubis, 2008­:148; Hotman Siahaan, 1993:470; Tjipta Lesmana, 1985:iii; Faisal Ismail, 1984:37; Dewan Pers, Unes­co, 2003: 51, 52; Wikrama Iryans Abidin, 2005:71, 72; Adolf Heuken, SJ, 2008:38; Masduki & Retno Suffatni, 2008: vi; workshop SEAPA-Dewan Pers-FES, 10 Oktober 2002, 2003:4, 18, dan 40), pers men­ja­lankan amanat Konstitusi (Pasal 28F, Pasal 28, Bab XA/Bab X, UUD 1945). Fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial (Ayat (1), Pasal 3, Bab I, UU No. 40/1999), peranan pers memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui, menegakkkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujud supremasi hukum/hak asasi manusia; menghormati keb­hine­kaan; mengembangkan pen­da­pat umum berdasarkan informasi yang tepat/akurat dan benar, mela­kukan pengawasan/kritik/koreksi/saran tentang hal-hal berkaitan ke­pentingan umum mem­per­jua­ng­kan keadilan/kebenaran (Pasal 6, Bab II, UU No. 40/1999), men­cer­daskan kehidupan masyarakat dan bangsa

 

(Jakob Oetama, 2001:234; Har­moko, 1989:177; Aim Abdul­karim, 2006:80; HPN 1995:xi, 76; HPN 1993:vii, 22; PWI, 1991:82), men­didik (Jakob Oetama, 2001:410; Hj Suyuti S. Budi­harsono, 2010:29; A Mustofa Bisri, 2011:48; F. Rach­madi, 1990:v, 16, 180; Wahyu Wibowo, 2009:100; Herry Zudianto, 2008­:133; Yusuf Qardawi, 1998:­130; Aim Abdulkarim, 2006:113; HPN 1995, 1997: 31, 32; Biom Le­bon, 2009:192). Membela kebe­naran dan menegakkan keadilan (Tribuana Said, 1987:14; Wina Armada Sukardi, 2007:205; S. Satya Dharma 2004:153; Hamid Basyaib & Ibrahim Ali-Fauzi, 1997: 382; Roberto Bangun, Harmoko (H), 1995:284, HPN 1995,1995:74), melakukan kontrol sosial (Soetrisno PH, 1994:342; Muhamad Hisyam 2003:400; Harmoko (H), 1988:­197, 244, 245; J. Anto, 2007:148; Sukarno, 1986:30; T. Atmadi, 1985:45, 93, 354; Satrio Aris­munandar, 2005:180; Oka Kusu­ma­yudha, 1987:66, 102, 136; Aim Abdulkarim, 2006:73; Neni Nur­ma­yanti Hasanah, 2006:66; HPN 1992:8; Hinca Ikara Putra Pand­jaitan, Amir Effendi Siregar, Mah­tum Mastoem, 2004:5, 15, 38), dan menghibur (M. Dawam Rahardjo, 1997:301; GM Sudarta, 2007:15; Unpad/PWI, Tjabang Bandung, 1972:22; Harmoko, 1989:73, 102. 148; Merry Magdalena, Adinto Fajar, 2010:44; Frans M. Royan, 2004:101; Aim Abdulkarim, 20­06:111; Biom Lebon, 2009:192).

 

LALU, Cucu Magek Dirih ber­bicara tentang bagaimana Pers Memandang DPRD (provinsi dan kabupaten/kota): azas legalitas formal, UU No. 32/2004 (Point a, Menimbang: UU No. 32/2004, perubahan UU No. 22/1999). Mulai beberapa pengertian otonomi daerah (Point 5, Pasal 1, Bab I), daerah otonom (Point 6, Pasal 1, Bab I), desentralisasi (Point 7, Pasal 1, Bab I), dekonsentrasi (Point 8, Pasal 1, Bab I), dan tugas perbantuan (Point 9, Pasal 1, Bab I). Pemerintahan Daerah (Point 2, Pasal 1, Bab I), tentang pemerintah daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota, dan perangkat daerah (Point 3, Pasal 1, Bab I), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Point 4, Pasal 1, Bab I). Tentang kedudukan (Pasal 40, Paragraf Kedua, Bagian Kelima, Paragraf Kesatu, Bab IV), fungsi DPRD: busgetting, legislasi, penga­wa­san (Pasal 41, Paragraf Kedua, Bagian Kelima, Paragraf Kesatu, Bab IV), tugas dan wewenang DPRD (Ayat (1), a-k, Pasal 42, Paragraf Ketiga, Bagian Kelima, Paragraf Kesatu, Bab IV UU No, 3/2004).

 

Tentang DPRD dalam perspektif oto­nomi daerah: sebagai penye­lenggara pemerintahan/penentu kebijakan atau regulator (Indra Bas­tian, 2005:18; Rikardo Simar­mata, 2003:63; Faisal H. Basri, 2002:278; Donni Edwin, 2005:18, 50; M Dja­dijono, I Made Leo Wiratma, TA Legowo, 2006:129; Syamsuddin Ha­ris 2007:41; Wawan Sobari, Fahmi Wibawa, Moch Yunus, 2004:27, 119; Indra J Piliang, Dendi Ramdani, Agung Pribadi, 2003:282; Aroh­man Prayitno, Bambang Soedoro Mintargo, 2001:222; Soegeng Sar­jadi, Sukardi Rinakit, 2004:100; Sadu Wasistiono, Ondo Riyani, 2002:68), kedua mendorong pen­ye­lenggaraan Musrenbang (Pasal 17 Ayat (1), Pasal 16 Ayat (1) dan (4), Pasal 17 Ayat (2), Pasal 18 Ayat (2), Bagian Pertama, Bab V, UU No. 25/2004) sebagai sistem/mekanisme keikutsertaan rakyat dalam peru­musan kebijakan/partisipasi/pra­karsa daerah (Antonio P Hardojo, 2008:67; Hanif Suranto & Agus Mul­yono, 2007:186; M. Najih, 2006:162; Bappenas, 2006:68; Dede Wardiat, 2005:69, 73; Nor Hiqmah, 2009:160-161; Aris Arif Mundayat, Edriana Noerdin, Sita Aripurnami, 2006:77, 93, 119; W Riawan Tjandra, Kresno Budi Dar­sono, 2009:120; Syamsul Hadi Thu­bany, Fahmi Wibawa, 2005:134; Irine Gayatri, 2009:97); meng­kases/menyalurkan aspirasi mas­ya­rakat (Asrori S. Karni, 2009:79, 81; Agus Dwiyanto, 2011:255; R Widodo Triputro, Supardal, 2005:68; Dede Wardiat, 2005:300; Djo­her­man­syah Djohan, 1997:26; Ngakan, PO, Achmad, A, Wiliam, D, Lahae, K, Tako, A, 2001:38; Syamsuddin Haris 2005:104; Tomi Lebang, 2006:62; Syamsuddin Haris 19­99:168; TA Legowo, Sebastian Salang, Libertus J, 2008:119); mengembangkan praakarsa dan inisiatif daerah (M Thalhah, 20­07:243; Hetifah Sjaifudian, 20­09:291; Wawan Sobari, Fahmi Wi­bawa, Moch Yunus, 2007L97, 113, 133; Srijanti, A Rahman HI, Pur­wanto SK, 2007:197; R. Widodo Triputro, Supardal, 2005:69, 74; Syamsuddin Haris 2007:327; Budi Gutami, 2009:14, 45; CIFOR, 2003: 14).

 

DALAM pembahasan/diskusi, Cucu Magek Dirih kembali mene­kankan tentang esensi keberadaan/posisi DPRD sebagai representasi rakyat, regulator, dan menjamin pelaksanaan kebijakan politik/penyelenggaraan otonomi daerah dalam perspektif/paradiga baru dalam hal inisiati/prakarsa daerah dalam kesertaan warga dalam peru­musan kebijakan, setidaknya me­lalui sistem/mekanis Musrenbang sebagaimana diatur/dijamin dalam UU No. 25/2004 tentang Strategi Pembangunan Nasional. Bagi Cucu Magek Dirih, fugsi/peran DPRD mengkases kesertaan masyarakat dalam perumusan kebijakan dan realisasi prakarsa/insisiati daerah dalam pembangunan daerah me­lalui penyelenggaraan Mus­renbang yang aspiratif/produktif, jauh lebih penting daripada fungsi/peran DPRD: legislasi, budgetting, dan pengawasan. Penyelenggara Mus­ren­cang memang tetap Pemda/Bappeda, tapi, menjamin pen­ye­leng­garaannya secara baik dan benar adalah tugas pokok DPRD.***

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Cucu Magek Dirih


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan artikel ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunda Akuisisi BTN

MASIH teringat dari layar TV, wajah Budi Gunadi Sadikin semringah sepekan lalu. Kegembiraan bos Bank Mandiri yang baru berumur 40 tahun itu disebabkan terwujudnya impian yang dia idam-idamkan sejak lama. Yakni, mem­bawa bank yang dipimpinnya menjadi salah satu bank yang patut diperhitungkan di kancah ASEAN.

Butuh Listrik

Yth. Bapak kepala PLN...Kapan kampung kami (Kabupaten Pessel, Kecamatan Sutera Kenagarian Koto Nan 3 Selatan) akan dialiri listrik, padahal kampung kami bukan kampung terpencil..kami sekampung sangat berharap perhatian dan tindak lanjut dari bapak. Atas perhtian Bapak kami skmpg mengucapkan terima kasih. Wassalam.

Jumat ,25 April 2014

Perempuan Berpeluang Pimpin DPRD

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai.............................!

 

Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jan sampai ndak panen lo Pak, ka kida suok beko...............................!

 

Korban Gigitan Musang Meninggal

Inalilallahi, awak ikuik baduka pak.................................................!