Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 05:06:55 WIB
TAJUK RENCANA

Hiruk Pikuk Tahun Politik

Oleh : -

Padang Ekspres • Jumat, 01/03/2013 12:23 WIB • 419 klik

DALAM sebuah kesempatan pada awal 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) me­ngingatkan para menterinya agar fokus bekerja. Instruksi itu bukan tanpa alasan. SBY merasa perlu mengingatkan para pembantunya seiring dengan situasi negara yang ”panas” menyongsong Pemilu 2014. Setahun menjelang pemilu banyak kalangan menyebut 2013 sebagai tahun politik. Semua orang berbicara politik. Banyak orang tergoda terjun ke gelanggang politik.

 

Nah, tampaknya, SBY tahu benar kondisi tersebut. Karena itu, sebagai kepala negara dan pemimpin pe­me­rintahan, dia mengingatkan para menterinya untuk tetap fokus bekerja melayani rakyat. Nyatanya, ketika tahun ini baru menginjak bulan kedua, SBY sendiri malah disibukkan urusan politik. Gonjang-ganjing yang terjadi di Partai Demokrat memaksa SBY sebagai pendiri partai turun tangan.

 

Apa yang dilakukan SBY itu seolah dia tengah termakan oleh omongan sendiri. Agenda kerja, kerja, dan kerja melayani rakyat kini terganggu oleh tugas membenahi Partai Demokrat yang elektabilitasnya menurut sejumlah survei terjun bebas. Turun tangannya SBY tidak serta-merta membuat suasana internal Demokrat membaik.

 

Seiring dengan mundurnya Anas Urbaningrum sebagai ketua umum karena menjadi tersangka kasus korupsi pembangunan sport center Hambalang, prahara yang menerpa Demokrat justru melahirkan episode anyar yang sangat mungkin bakal bertambah panas.

 

Anas tampak legawa dan menunjukkan jiwa besar saat menyatakan berhenti dari posisi ketua umum Demokrat (24/2). Tapi, di balik pernyataan pe­ngunduran dirinya itu, Anas meletupkan peluru-peluru baru yang membuat publik semakin penasaran tentang apa yang sejatinya terjadi di tubuh partai pemenang Pemilu 2009 tersebut.

 

Dalam sekejap, pernyataan mantan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut langsung menjadi komoditas politik. Belakangan nama Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, putra kedua SBY, juga terseret dalam kasus Hambalang. Dia diduga turut menikmati aliran dana dari proyek yang memakan uang negara Rp 2,5 triliun tersebut. Namun, Sekjen Partai Demokrat itu langsung membantah.

 

Anas sendiri menolak jika disebut sebagai pihak yang membawa- bawa nama Ibas dalam pusaran kasus korupsi yang juga telah memaksa Andi Mallarangeng mundur dari kursi menteri pemuda dan olahraga (Menpora) tersebut. Mundurnya Anas, entah kebetulan atau tidak, mencuatkan kembali kasus Bank Century. Kasus tersebut memang sering dikaitkan dengan Demokrat. Nah, ketika Anas lengser, beberapa kalangan berharap agar Anas buka-bukaan terkait dengan skandal Century.

 

Timwas Century DPR berencana langsung menyam­bar dengan berencana meminta keterangan kepada Anas. Di sisi lain, kubu Demokrat siap mementahkan rencana itu. Situasi yang terjadi sekarang seolah menjadi pembenaran bahwa 2013 adalah tahun politik. Kega­duhan politik terus terjadi dan menyeret sejumlah partai. Eskalasinya bakal meningkat mendekati 2014. Sangat disayangkan kalau hal itu kemudian membuat para pengelola negeri ini me­ngabaikan rakyat. Dalam kondisi apa pun, tugas para abdi negara ialah melayani rakyat dengan tetap kerja, kerja, dan kerja. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Tajuk Rencana


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan artikel ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!