Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 19:44:54 WIB
TAJUK RENCANA

Pentingnya Manajemen Bencana

Oleh : -

Padang Ekspres • Jumat, 18/01/2013 12:02 WIB • 482 klik

MUSIM hujan seolah menjadi pertanda datangnya bencana di Indonesia. Begitu hujan dan intensitasnya terus bertambah, satu demi satu bencana menerjang bumi pertiwi. Banjir dan tanah longsor terjadi di sejumlah daerah. Salah satu di antaranya, Jakarta, ibu kota negeri ini. Dalam dua hari terakhir Jakarta bak dikepung banjir. Ribuan rumah warga terendam. Kabar terakhir, banjir Jakarta telah mengakibatkan dua nyawa melayang.

 

Itu bukan kali pertama kota terbesar di Indonesia tersebut lumpuh gara-gara dihajar banjir. Jakarta bahkan bisa dikatakan langganan banjir. Hal itu tak terlepas dari letak geografis Jakarta yang dilewati banyak sungai. Di Jakarta juga dikenal istilah banjir kiriman. Ketika curah hujan di kawasan Bogor meningkat, hampir pasti Jakarta bakal diterjang air bah dari Sungai Ciliwung.

 

Banjir bertambah parah karena kondisi Jakarta yang tidak siap menampung luberan air dalam jumlah masif. Belakangan terkuak fakta bahwa gorong-gorong yang ada di ibu kota ternyata berukuran mini. Gubernur Joko Widodo (Jokowi) pun keheranan begitu turun langsung dan mendapati betapa kecilnya ukuran gorong-gorong yang ada.

 

Kondisi itu diperparah oleh rendahnya kesadaran warga Jakarta dalam hal menjaga kebersihan. Sungai tidak lagi menjadi jalur air, tapi berubah menjadi ”tempat sampah” raksasa. Warga Jakarta dengan entengnya membuang aneka sampah ke sungai. Mulai yang kecil hingga barang-barang besar seperti lemari dan kasur! Akibatnya, sungai mampet dan menjadi dangkal. Nah, ketika hujan, sungaisungai di Jakarta tidak lagi mampu menampung luapan air.

 

Ketika banjir terjadi seperti sekarang, nyaris tidak ada yang bisa dilakukan. Warga terpaksa mengungsi dan mengharapkan datangnya bantuan. Banjir surut dengan sendirinya karena memang curah hujan menurun. Proyek Banjir Kanal Timur yang digagas Pemprov Jakarta belum banyak membantu mengurangi banjir di Jakarta.

 

Ke depan perlu dipikirkan langkah lain untuk meminimalisasi serangan banjir yang seolah menjadi bencana musiman di ibu kota. Pengerukan sungai harus terus dilakukan. Pengelolaan sampah juga wajib diperha­tikan. Memperbanyak ruang terbuka hijau bisa menjadi cara untuk memperbanyak daerah resapan air. Jauh lebih penting dari semua upaya itu ialah menyiapkan warga untuk benar-benar siap menghadapi bencana.

 

Coba kita tengok sukses Jepang dalam menghadapi bencana. Sebagai negara yang rawan diguncang gempa bumi dan tsunami, Jepang begitu aktif mendidik warganya untuk siap menghadapi bencana. Dalam kurun waktu tertentu, warga dilatih untuk selalu siap dan siaga. Jepang juga membangun sistem peringatan dini terhadap datangnya tsunami. Begitu bencana itu datang, warga telah siap. Korban mungkin masih ada, tapi bisa diminimalkan.

 

Meniru sukses Jepang memang tidak mudah. Tapi, tidak ada salahnya mencoba. Sekali lagi, faktor utamanya adalah manusia. Kita bisa kalau kita mau. Banjir Jakarta mungkin masih akan terjadi pada masa mendatang. Namun, dampaknya bisa diminimalkan bila warga ibu kota peduli dengan daerahnya sendiri. Hal itu bisa diawali dengan tidak membuah sampah di sungai! Sederhana kan? (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Tajuk Rencana


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan artikel ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!