Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 00:32:06 WIB
OPINI

Sekolah Adiwiyata Bentuk Karakter Siswa

Oleh : Ismeri Sastra

Guru SMA N Batang Anai

Padang Ekspres • Jumat, 28/12/2012 11:42 WIB • 2001 klik

Ketika kita memulai bicara dengan kata pendidikan tidak ada habisnya, menarik memang ketika memulai dengan sekolah adiwiyata dan pendidikan berkarakter. Pendidikan lingkungan hidup yang dikembangkan semenjak tanggal 21 Februari 2006 melalui program Adiwiyata, dengan tujuan mendorong dan membentuk sekolah peduli dan berbudaya ling­ku­ngan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian ling­ku­ngan dan pembangunan ber­ke­lan­jutan bagi kepentingan generasi se­ka­rang maupun yang akan datang.

 

Lingkungan Hidup (PLH) meru­pa­kan upaya untuk mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ma­sya­rakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan. Semua itu pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan generasi sekarang dan yang akan datang.

 

Karakter adalah watak, tabiat, kepribadian, akhlak seseorang yang terbentuk dari internalisasi kebajikan yang diyakini akan digu­na­kan sebagai landasan untuk cara pan­dang berpikir, bersikap, dan ber­lin­dung. Pendidikan berkarakter adalah pendidikan dari budi pekerti yang melibatkan aspek pengetahuan, pe­ra­saan dan tindakan. Dari hasil penelitian di Jepang, Korea dan China menun­juk­kan bahwa implementasi pendidikan ber­karakter yang tersusun secara sistematis akan berdampak positif terhadap perilaku seseorang dan juga mempengaruhi hasil belajar yang baik. Dengan pendidikan berkarakter akan melahirkan siswa yang berbudaya.

 

Anak-anak yang mempunyai ma­ salah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya, anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat terlihat sejak usia pra sekolah, kalau tidak cepat ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya siswa yang berkarakter akan dapat terhindar masalah yang dihadapi remaja, seperti kenakalan, tawuran, miras, perilaku sek bebas, kekerasan dan lainnya.

 

Keberhasilan seseorang di­ma­sya­ra­kat ternyata 80 % dipengaruhi oleh kecerdasan emosional (EQ), dan hanya 20% dipengaruhioleh otak IQ, ( Dani Geleman ). UU no 20 th 2003, tentang Sisdiknas, bawa pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemam­puan, dan membentuk watak serta peradaban bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk ber­kembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis dan bertang­gu­ng jawab.

 

Pembelajaran yang me­nginteg­ras­i­kan tema lingkungan merupakan suatu proses yang disengaja dan ber­kesinam­bu­ngan dalam mengembangkan fitrah dan fungsi manusia dengan pende­ka­tan guru sebagai Uswatun Hasanah, maka salah satu pendekatan yang digunakan memberikan pengajaran leaning by doing yang mengkondisikan siswa pada alam sekitar dan kehidupan nyata, dengan suasana menyenangkan untuk mengembangkan kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emo­sional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ) untuk mempersiapkan anak menjadi kholifatul fil ardh.

 

Bagaimana membentuk karakter dan peduli lingkungan bagi Peserta Didik di Sekolah Adiwiyata? Pen­di­di­kan Lingkungan Hidup (PLH) yang te­r­integrasi ke semua mata pelajaran, sebagai sekolah adiwiyata dapat di­kategorikan sebagai pendidikan ka­rak­ter karena memiliki sasaran untuk mem­bentuk individu yang memiliki pengetahuan, pemahaman. sikap, nilai, keterampilan dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

 

Pendidikan karakter mem­butuh­kan intervensi dan habituasi agar efektif menghasilkan peserta didik yang tak hanya cerdas  tetapi berperilaku santun terhadap lingkungan dengan cara mengimplementasikan rasa cinta dan peduli lingkungan dalam ke­hi­dupan sehari-hari. Misalnya tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, hemat energy dan air dsb. Sedangkan habituasi atau pem­bia­saan perlu dilakukan secara berkesi­nam­bungan dan konsisten.

 

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) merupakan salah satu cara untuk mencetak manusia pada umum­nya dan generasi muda khususnya untuk lebih peduli dan mencintai alam. Dengan penanaman nilai-nilai cinta lingkungan/pola hidup untuk bersih dan sehat sejak dini diharapkan na­n­ti­nya sudah merupakan kebiasaan-kebiasaan yang tidak asing lagi untuk dillakukan baik dilingkungan sekolah, di rumah maupun di masyarakat.

 

Kita adalah bagian dari alam di­ma­napun kita tinggal. Sejak lahir, kehid­u­pan manusia tak terlepas dari alam se­bagai penyuplai kebutuhan. Betapa baiknya alam telah menyediakan segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia, mulai udara yang sejuk, sinar matahari, air, buah-buahan, sampai hasil tam­bang. Namun, alam memiliki keter­ba­tasan untuk dimanfaatkan terus oleh ma­nusia. Sama seperti manusia, alam m­emiliki umur, maka manfatkanlah alam dengan bijak dan hati-hati.

 

Sangatlah tepat, sekolah adiwiyata dapat membentuk generasi muda berkarakter dan berbudaya, SMA N 1 Batang Anai sedang berbenah menuju sekolah adiwiyata provinsi. Menurut hemat penulis, bagaimana pihak seko­lah peduli terhadap program pe­me­rintah ”Sekolah Adiwiyata”.

 

Pendidikan yang berkualitas dan siswa yang ber­ka­rakter berbudaya dapat terujud de­ngan kerjasama yang terprogram dengan baik. Semoga!

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Opini


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan artikel ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!