Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 16:50:55 WIB
TERAS UTAMA

Idul Fitri, Silaturahmi dan Sinergi

Oleh : Firdaus HB

Sekjen Forum Silaturahmi Saudagar Minang

Padang Ekspres • Sabtu, 01/09/2012 11:10 WIB • 650 klik

Firdaus HB

Momentum Idul Fitri, sebagai hari keme­nangan setelah satu bulan penuh berpuasa dengan sua­sana suci dan batin yang bersih, saat yang tepat untuk memperluas dan mempererat silaturahmi. Sa­ling bersalaman, saling berkenalan, saling ber­maaf-maafan, berkumpul keluarga besar, ber­ceng­kerama dan berbagi cerita.

 

Bagi masyarakat Minang, suasana Idul Fitri jauh lebih semarak dari daerah-daerah lain, ada pulang basamo yang dikoor­di­na­sikan dari rantau, ada berba­gai per­t­emuan mulai ting­kat jo­rong, nagari, dan seterusnya. Ada reunian sekolah dengan ber­bagai jenjang pendidikan, semua berthed untuk bernostalgia dan mempererat silaturahmi.

 

Setiap tahun kegiatan-kegia­tan seperti itu dilaksanakan, lalu mun­cul pertanyaan, apa nilai tam­­bah yang didapat dari be­r­kum­pul-kumpul dan be­r­nostal­gia tersebut?” Dalam salah satu ha­­dis Nabi Muhammad SAW ber­bunyi, “Jika ingin berumur pan­jang dan banyak rezeki, ma­ka perbanyaklah silatu­rahmi.”

 

Sejak tahun 2007 para peda­gang, saudagar, pengusaha Mi­nang melaksanakan kegiatan Si­la­turahmi Saudagar Minang (SSM). Mereka datang dari r­a­nah, rantau nasional, rantau man­canegara, berkumpul bersa­ma dalam suasana Idul Fitri, sa­ling berkenalan, saling berbagi in­formasi. Dengan berkenalan dan berbagi informasi itu mun­cul kecocokan, lalu terjalinlah hu­­­bungan kerja sama bisnis. Ini­lah yang kita sebut ’Sila­turahmi ber­buah Sinergi’. Bila sinergi itu berawal dari jalinan silaturahmi yang tulus dan kuat, lalu dikelola se­c­ara profesional, seyogianya ber­­tahan lama yang saling me­ngun­tungkan dan saling mem­berikan manfaat.

 

Kegiatan SSM terhenti pada tahun 2009 karena gempa, lalu terselenggara lagi tahun 2010. Tahun 2011 dan 2012 kembali tak berhasil diadakan. Banyak pihak yang menghubungi saya tentang kelangsungan acara SSM ini, terutama bagi mereka yang sudah mendapatkan nilai manfaat berupa keberhasilan kerja sama bisnisnya yang di­awa­li dari pertemuan di acara SSM sebelumnya.

 

Penggagas awal acara yang me­libatkan tokoh-tokoh pengu­sa­ha di rantau dan ranah diha­rap­­kan kembali mera­pat­kan ba­risan, ke­terlibatan Kadin Pro­vin­si Sum­bar juga sangat di­butuh­kan. Sedangkan peme­rintah pro­vinsi maupun pemerintah kota dan ka­bupaten berperan un­­tuk meng­­hadiri dan mem­be­ri­kan infor­masi tentang kon­disi di Sumatera Ba­rat dalam ber­bagai hal.

 

Insya Allah kita berharap tahun depan, kita selenggarakan SSM lanjutan dengan berbagai rang­kaian acara yang lebih di­sem­purnakan dengan me­libat­kan berbagai pihak. Kita semua dapat mempelajari kekuatan net­work dan sinergi bisnis dari sau­dara-saudara kita dari etnis Tionghoa/China yang mereka sebut “Chines Overseas”. Seba­gai suku bangsa yang disebut-se­but “berdarah dagang”, bisa­kah kita membuat network dan sinergi bisnis yang kuat pula mungkin namanya “Minang­ka­bau Overseas”? Kita perlu du­kung dan saling support untuk lahirnya konglomerasi bisnis yang berkarakter Minangkabau di tingkat nasional, bila perlu ting­kat mancanegara.

 

Pertemuan-pertemuan alum­­ni sekolah yang dikemas de­ngan nama mubes, taragak basuo, reuni perak, reuni emas dan lainnya, adalah iven yang me­­miliki kekuatan hubungan emo­sional yang kuat. Karena, me­ngumpulkan kembali teman-te­man seperjuangan dengan ki­sah-kisah nostalgia yang tak­kan terlupakan sepanjang masa.

 

Kita banyak mendengar pe­ru­sahaan-perusahaan besar di tingkat nasional didirikan, dan dijalankan oleh konsorsium me­reka yang dulunya satu seko­lah. Oleh karena itu, sangat disa­yang­kan bila pertemuan-perte­muan alumni yang sudah disiap­kan sejak jauh hari, dan dihadiri oleh peserta dari berba­gai pen­ju­ru daerah hanya berakhir de­ngan tawa ria dan sekadar ta­ra­gak basuo saja. Kita sangat an­­jurkan panitianya mem­per­siap­­kan sesi acara berbagi infor­masi usaha dalam pertemuan ter­­sebut, sehingga didapat man­faat jangka panjang yang berke­si­nam­bungan dari pertemuan itu.

 

Sebagai contoh, Kamis 23 Agustus lalu, dilaksanakan mu­bes dan reuni perak alumni SMAN 1 Bukittinggi angkatan 1987. Panitia penyelenggaranya me­nyosialisasikan dengan mot­to “Inner HOT”. Istilah Inner HOT diartikan sebagai sebutan yang sering diungkapkan untuk angka ’87, artinya angek dalam. Pe­lesetan angek dalam yang di­sem­bunyikan ke dalam Baha­sa In­g­gris, dimaksudkan untuk mem­bakar semangat dari dalam diri masing-masing alumninya untuk bersilaturahmi dan bersi­nergi.

 

Jadi, selain untuk ber­nos­tal­gia, sudah diper­siapkan acara si­nergi sesama alumni. Saat ini su­dah terjalin berbagai sinergi se­sa­­ma alumni SMAN 1 Bu­kit­ting­gi khususnya angkatan 1987 d­a­lam berbagai bidang, mulai per­dagangan di Tanah Abang, tam­bang batu bara di Kaliman­tan, developer di Pekan­baru, kon­trak­tor, dan usaha kecil mene­ngah lainnya. Momentum rau­ni perak menjadi ajang de­klarasi un­tuk mem­pertahankan sinergi yang su­dah ada dan me­ning­kat­kan ke ber­bagai bidang. Saatnya kita Ra­yakan Idul Fitri dengan bersi­laturahmi dan bersinergi. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Teras Utama


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan artikel ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!