- 13:48 WIB
- 14:00 WIB
- 14:00 WIB
- 13:59 WIB
- 13:58 WIB
- 13:57 WIB
- 13:46 WIB
- 13:47 WIB
- 13:43 WIB
- 13:44 WIB
Pengaruh Ortu terhadap Belajar Anak
Oleh : Supri HS
Guru SD 14 Sungai Geringging Kab. Padang Pariaman
Padang Ekspres • Kamis, 02/08/2012 12:47 WIB • 485 klik
Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik.
Setiap orang tua tentu mengharapkan anaknya mampu berprestasi di sekolah. Keinginan itu bisa terwujud jika sang anak mampu belajar dengan cara yang baik dan tepat.
Proses belajar yang dimaksudkan tidak lah dalam arti sempit yakni belajar di sekolah saja. Akan tetapi termasuk kegiatan belajar yang dilakukan anak di rumah atau di luar lingkup sekolah.
Oleh karena itu perlu diketahui bahwa ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi proses belajar anak. Tidak hanya di sekolah akan tetapi faktor-faktor itu bisa saja datang dari luar, yaitu dari masyarakat dan keluarga.
Slameto pernah menyatakan bahwa salah satu faktor tersebut di antaranya adalah cara orang tua mendidik anak. Hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar anak.
Orangtua yang kurang/tidak memperhatikan pendidikan anaknya, misalnya mereka acuh terhadap belajar anaknya, tidak memperhatikan sama sekali akan kepentingan-kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan anaknya dalam dalam belajar, tidak mengatur waktu belajarnya, tidak menyediakan/melengkapi keperluan belajarnya, tidak memperhatikan apakah anak belajar atau tidak, tidak mau tahu bagaimana kemajuan belajar anaknya, kesulitan-kesulitan yang dialami dalam belajar dan lain-lain dapat menyebabkan anak tidak/kurang berhasil dalam belajarnya.
Mungkin anak tersebut sebetulnya pandai, akan tetapi karena cara belajarnya tidak teratur, akhirnya kesukaran-kesukaran menumpuk sehingga akhirnya tertinggal dalam belajar dan akhirnya malas belajar. Hasil yang didapatkan, nilai tidak memuaskan bahkan mungkin gagal sama sekali. Hal ini dapat terjadi pada anak dari keluarga yang kedua orangtuanya terlalu sibuk mengurus pekerjaan sendiri tanpa memperhatikan anaknya.
Di samping itu ada pula orang tua yang mendidik anak dengan cara yang terkesan memanjakan. Ini adalah cara mendidik yang tidak baik. Orangtua yang terlalu kasihan terhadap anaknya tak sampai hati untuk memaksa anaknya belajar, bahkan membiarkan saja jika anaknya tidak belajar dengan alasan segan atau kasihan. Hal ini jika dibiarkan berlarut-larut maka berakibat anak tidak memiliki perhatian untuk belajar, berbuat seenaknya saja, dan pastilah hasil belajarnya kacau.
Sebaliknya mendidik anak dengan cara yang terlalu keras juga merupakan cara mendidik yang salah. Anak dipaksa agar belajar kemudian ada pula ganjaran berupa hukuman yang berat bila ia tidak belajar. Hal demikian membuat anak diliputi ketakutan dan akhirnya membenci kegiatan belajar itu sendiri. Bahkan jika ketakutan itu semakin serius anak bisa mengalami gangguan kejiwaan sebagai akibat dari tekanan-tekanan itu.
Untuk menghindari masalah-masalah ini, hal yang diperlukan adalah adanya perhatian orangtua terhadap aktivitas belajar yang dilakukan anak sehari-hari. Maka sepatutnya orangtua mengetahui apa-apa saja bentuk perhatian yang harus diberikan sebagai dukungan terhadap aktivitas belajar anak di rumah demi menunjang keberhasilan belajarnya.
Pertama, pemberian bimbingan belajar. Bimbingan ini merupakan bantuan yang diberikan orang tua kepada anaknya untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Bimbingan belajar juga berarti pemberian bantuan kepada anak dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dalam menyelesaikan tuntutan-tuntutan belajar. Ini dimaksudkan agar aktivitas belajar anak jadi lebih terarah.
Kedua, pengawasan terhadap aktivitas belajarnya. Orang tua perlu mengawasi aktivitas belajar anak, sebab tanpa adanya pengawasan yang kontinyu besar kemungkinan aktivitas belajar tidak akan berjalan lancar. Pengawasan ini dalam arti mengontrol atau mengawasi semua kegiatan yang dilakukan oleh anak baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan melakukan pengawasan terhadap belajar anak, orang tua akan mengetahui hal-hal apa saja yang sedang dialami anak. Misalnya kesulitan, kemajuan, atau kemuduran belajar, kebutuhan-kebutuhan anak serta hal lainnya yang berkaitan dengan proses belajar anak. Beberapa hal ini selayaknya diketahui orang tua untuk dibantu membenahi atau meningkatkannya.
Pengawasan orang tua bukanlah berarti pengekangan terhadap kebebasan anak untuk berkreasi tetapi lebih ditekankan pada pengawasan kewajiban anak yang bebas dan bertanggung jawab. Ketika anak sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penyimpangan maka tugas orang tua adalah segera mengingatkan anak akan tanggung jawabnya terutama pada akibat-akibat yang mungkin timbul sebagai efek dari kelalaiannya. Misalnya ketika anak tampak malas belajar, maka orang tua harus mengingatkan anak akan kewajibannya belajar. Memberi pengertian pentingnya belajar dan akibat jika tidak belajar.
Ketiga, pemberian motivasi dan penghargaan. Memotivasi belajar bukan hanya tanggungjawab guru semata tetapi orang tua juga berkewajiban memotivasi anak agar lebih giat belajar. Jika anak memiliki prestasi yang bagus maka hendaknya orang tua menasehati supaya meningkatkan aktivitas belajarnya. Dalam hal mendorong semangat belajar anak orang tua juga bisa memberikan semacam hadiah untuk menambah minat belajar bagi anak itu sendiri.
Namun jika prestasi belajarnya kurang maka tanggung jawab orang tua adalah memberikan motivasi atau dorongan agar anak lebih giat lagi belajarnya. Dorongan diperlukan supaya prestasinya tidak semakin menurun hingga pada akhirnya menimbulkan keputusasaan.
Keempat, pemenuhan kebutuhan belajar. Kebutuhan belajar merupakan segala alat dan sarana yang diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar anak. Kebutuhan tersebut bisa berupa ruang belajar, seragam sekolah, buku-buku pelajaran, alat-alat belajar dan lain-lain. Dengan terpenuhinya kebutuhan belajar anak maka dapat mempermudah baginya untuk belajar dengan sebaik-baiknya. Selain itu tersedianya fasilitas dan kebutuhan belajar yang memadai akan berdampak positif dalam meningkatkan semangat belajarnya.
Demikianlah beberapa hal yang selayaknya diketahui dan dilakukan oleh para orang tua demi mewujudkan keberhasilan belajar anak. Orang tua hendaknya tidak sebatas menuntut anak supaya meraih prestasi yang baik akan tetapi ikut terlibat dan berperan dalam upaya mencapai tujuan itu. Dan peran orang tua adalah memberi dukungan berupa perhatian yang sebaik-baiknya agar proses belajar anak membuahkan hasil yang optimal. (*)
[ Red/Administrator ]
Harapan Realistis di Piala Sudirman
PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Kesejahteraan Dokter Minim
Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?
Dana Bantuan tak Kunjung Turun
Juluak lah rami-rami .................................!
Lareh Sago Halaban Berjaya
Rakyaik lai sejahtera lo................................?