Minggu, 26 Mei 2013 - 16 Rajab 1434 H 14:50:55 WIB
TAJUK RENCANA

Sediakan Transportasi yang Nyaman

Oleh : -

Padang Ekspres • Kamis, 02/08/2012 12:45 WIB • 261 klik

Kelayakan moda transportasi untuk Lebaran sudah sepatutnya menjadi perhatian pemerintah. Para pemudik yang datang jauh-jauh dari rantau sudah seharusnya kita sambut dengan penuh suka cita. Mereka adalah aset daerah yang selama ini berkontribusi membangun nagari lewat gagasan-gagasannya, lewat bantuan finansial, lewat jaringan yang mereka miliki dan berbagai jenis bantuan lainnya.

 

Salah satu bentuk penghargaan kita, memberi mereka layanan transportasi yang aman dan nyaman saat mereka berada di kampung. Dengan begitu, mereka tidak dihantui jalan berlubang, jembatan rusak, kemacetan yang parah, mobil mogok, sopir ngantuk, rem blong yang semua itu berpotensi memicu kecelakaan dan me­ngancam kese­lamatan jiwa keluarganya. 

 

Rencana Dinas Perhubungan Komunikasi dan Infor­matika Sumbar dan kabupaten/kota untuk me­wajibkan setiap angkutan Lebaran melakukan keur ulang layak diapresiasi. Sudah saatnya pemerintah bersikap tegas bahwa hanya mobil yang benar-benar sehat yang boleh beroperasi dan melayani penumpang. Mobil-mobil tua dan tidak layak jalan sudah saatnya dikandangkan. Jangan pertaruhkan nyawa orang banyak hanya untuk keuntungan segelintir orang.

 

Kita berharap keur yang akan dilaksanakan Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota tidak sekadar formalitas belaka. Mr Keur harus mengecek semua komponen yang berkaitan dengan kelayakan jalan sebuah kendaraan. Satu bagian saja yang rusak, petugas harus berani dengan tegas menolak memperpanjang keurnya.

 

Kemampuan teknis, moralitas dan integritas seorang Mr Keur akan diuji. Jangan mau tergoda dengan iming-iming dan janji-janji. Lakukan pengecekan kendaraan sesuai standar. Jangan ada aksi tipu-tipu. Para sopir juga jangan coba-coba menyuap petugas. Ingat kelayakan kendaraan tidak hanya berkaitan dengan keselamatan penumpang tapi juga keselamatan sopir.

 

Tugas Dinas Perhubungan tidak hanya sebatar me­la­kukan uji keur. Lakukan pengawasan di lapangan, terutama di terminal-terminal. Sebab bisa saja kendaraan yang tidak lolos keur tetap beroperasi di lapangan. Jangan takut, jangan sungkan-sungkan, tertibkan saja sehingga ada efek jera.

 

Aparat kepolisian diharapkan turut membantu karena kewenangan Dinas Perhubungan di jalan sangat terbatas. Mereka hanya boleh menindak kendaraan yang melanggar di terminal atau di jembatan timbang oto. Pelanggaran yang terjadi di jalan menjadi kewenangan polisi untuk menindaknya. Sinergi antar dua lembaga ini sangat dibutuhkan sehingga tertib lalu lintas dapat diwujudkan.

 

Sebenarnya penataan moda transportasi ini, tidak hanya menjelang lebaran saja. Itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab dari instansi terkait. Sayang mereka tak melakukannya dengan baik.

 

Lihat saja, travel liar beroperasi dengan bebas di Sumatera Barat. Mobil pribadi disulap menjadi travel, sementara platnya tetap plat hitam. Padahal untuk angkutan umum, kan harus plat kuning dan mendapat izin trayek.

 

Tapi ada daya, terkadang yang punya travel itu juga mereka-mereka yang seharusnya bertindak untuk mela­ku­kan penertiban. Kalau sudah begitu, apalagi yang diharapkan, mereka otomatis tutup mata, bahkan melindunginya.

 

Kehadiran travel liar ini, selain tidak adanya tindakan tegas dari instansi terkait juga buah dari buruknya transportasi massa kita. Sekarang orang enggan naik bus, selain pergerakannya lambat, pelayanannya juga kurang memuaskan. Penumpang kini lebih manja. Mereka harus di antar dan di jemput hingga ke depan rumahnya.

 

Inilah tantangannya, mampu kah kita mendesain moda transportasi yang aman, nyaman tapi murah. Penumpang tetap dimanjakan tapi harga yang harus mereka bayar tidak terlalu memberatkan. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Tajuk Rencana


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan artikel ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat

Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 25 Mei 2013

Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung

Anak didik kini mada-mada..................!

 

Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar

Lai ndak adoh nan coret baju..................?

 

Nilai UN masih Meragukan

Baa baitu, caliak kunci  tu.............................?