Senin, 20 Mei 2013 - 10 Rajab 1434 H 00:22:24 WIB
TAJUK RENCANA

Deg-degan Menanti Tradisi Emas Olimpiade

Oleh : *

*

Padang Ekspres • Selasa, 24/07/2012 10:55 WIB • 260 klik

SEJAK Olimpiade Barcelona 1992, bendera merah putih selalu berkibar di arena olahraga terbesar sejagat itu. Cabang bulu tangkis yang mulai dipertandingkan saat itu menjadi tambang emas bagi Indonesia.

 

Ketika itu, di Spanyol, kita meraih sepasang emas yang dipersembahkan Susi Susanti dan Alan Budikusuma. Dua emas itu menjadi catatan emas prestasi olahraga negeri kita. Pada Olimpiade selanjutnya, kita menjaga tradisi emas dari cabang andalan tersebut walaupun hanya sekeping.

 

Apakah kita tetap mempertahankan tradisi itu dalam Olimpiade 2012 yang mulai digelar 27 Juli di London? Optimisme dan keyakinan harus tetap ada. Kita harus yakin, bendera merah putih kembali berkibar di panggung Olimpiade. Semangat itu harus dijaga walaupun butuh perjuangan yang berat, bahkan keajaiban, untuk men­capainya.

 

Kekuatan kita kali ini memang tidak semengkilap Olim­piade sebelumnya. Di Barcelona, materi yang dimiliki Indo­nesia memang menterang. Susi Susanti saat itu merupakan salah seorang yang terbaik di dunia. Bahkan, dia men­dominasi di berbagai ajang internasional. Di bagian putra, saat itu Indonesia masih ditakuti kekuatan lain dunia.

 

Nah, pasca Olimpiade Barcelona, kita selalu menyabet satu emas dari bulu tangkis. Termasuk Olimpiade terakhir di Beijing pada 2008. Saat itu pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan yang menyumbangkan emas. Dalam tim kali ini, memang masih ada Taufik Hidayat yang meraih emas pada Olimpiade 2004 di Athena. Namun, Taufik sekarang tidak secepat dan setangkas delapan tahun lalu. Taufik yang berjanji memberikan yang terbaik untuk negara pun mengaku tidak sehebat dulu.

 

Saat ini ada Lin Dan (Tiongkok) dan Lee Chong Wei (Malaysia) yang merajai berbagai turnamen dalam empat tahun terakhir. Selain Taufik, kita mengirim Simon Santoso. Simon adalah tunggal utama Indonesia dan kini berada di peringkat keenam klasemen Federasi Bulu Tangkis Dunia. Siapa tahu Simon bisa mengikuti jejak Taufik yang sukses delapan tahun lalu. Kala itu Taufik bukan peringkat utama dunia, namun mampu me­ngumandangkan lagu Indonesia Raya.

 

Harapan lain ada pada pasangan ganda campuran Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir. Saat ini mereka me­nempati peringkat keempat dunia. Sejak diduetkan pada pertengahan 2010, pasangan ini menyabet sejumlah prestasi. Termasuk menjuarai All England 2012. Melihat prestasi itu, sangat wajar bila masyarakat Indonesia berharap agar bendera merah putih berkibar lewat sabetan raket mereka.

 

Istilah tradisi emas bulu tangkis memang sangat berat kita pertahankan kali ini. Tetapi, jangan sampai istilah itu menjadi beban mental para pejuang bulu tangkis sehingga penampilan mereka antiklimaks. Jadikan istilah itu sebagai harapan yang memicu sekaligus memacu semangat untuk meraih yang terbaik. Cabang lain juga harus berjuang maksimal. Sebab, peluang emas tetap terbuka, terutama di cabang panahan dan angkat besi. Bukan tak mungkin Indonesia Raya berkumandang dari cabang selain bulu tangkis. Dengan begitu, istilah tradisi emas bulu tangkis diubah menjadi tradisi emas kontingen Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia kini berdoa dan berharap, negara ini bisa sejajar dengan Negara peraih emas di Olimpiade. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Tajuk Rencana


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan artikel ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Unas bukan Segalanya

HIRUK pikuk ujian nasional (unas) seolah tidak ada habisnya.

Ketika publik menanti sikap tegas pemerintah seiring dengan amburadulnya pelaksanaan Unas 2013, muncul keputusan lain yang tak kalah mengejutkan. Yakni, sikap tegas pemerintah menghapus unas untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Ya, mulai tahun depan tidak ada lagi unas bagi siswa SD!

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Sabtu, 18 Mei 2013

Wako: Tertibkan Baliho

Mada bana, sapu habih se lai  ..........!

 

Polda Diminta Usut Temuan BPK

Lai ndak adoh main mato ......................?

 

Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur

Bisa lo nyo luluih di lubang mancik tu........?