Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 14:03:24 WIB
TERAS UTAMA

Indarung VI Harus Jadi Tahun Ini Juga

Oleh : H. Sutan Zaili Asril

Wartawan Senior

Padang Ekspres • Senin, 16/07/2012 11:44 WIB • 826 klik

H. Sutan Zaili Asril

SUDAH lama saya bermaksud menulis perihal pem­bangunan Indrarung VI. Saya pernah menda­patkan informasi tentang kontroversi lahan bahan ba­ku 412 hektare (ha). Bahwa proses di Kemen­te­rian Kehutanan sudah selesai. Tinggal lagi di DPRD/Pemko Padang dan DPRD provinsi/gu­ber­nur Sumbar. Pembicaraan dengan gubernur dan ketua DPRD Sumbar—juga beberapa anggota de­wan, kelihatan pemda dan DPRD provinsi me­nya­dari apa arti kelancaran urusan pembebasan lahan 412 ha. Urusan agak bertele-tele pemko/DPRD Pa­dang sampai sekarang.

 

Saya mendapat momentum menulis setelah Men­teri Badan Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang antara lain, menan­daskan, “Indarung VI harus jadi ta­hun 2012 ini juga”. Dahlan me­letakkan perspektif pem­bangu­nan Indarung VI harus tahun 2012 ini dalam grand design-nya mengubah PT Semen Gresik Group Tbk menja­di PT Semen Indonesia. Total produksi Semen Indonesia, sebetulnya su­dah terbesar di ASEAN. Sai­ngan­nya tinggal Semen Siam Thailand. Karena itu, bilamana Indarung VI dapat berproduksi tahun 2012 ini juga, maka PT Semen Indonesia menjadi yang terbesar di ASEAN.

 

Total produksi semen PT Se­men Padang 5.240.000 ton/ta­hun: pabrik Indarung II 660.000 ton/tahun (proses ke­ring); pabrik In­darung III 660.000 ton/tahun (pro­ses kering); pabrik Indarung IV 1. 620.000 ton/tahun (proses ke­ring); dan pabrik Indarung V 2.300.000 ton/tahun (proses ke­­ring). Pabrik Indarung I di­non­­ak­tifkan sejak Oktober 1999 de­ngan pertimbangan efisiensi dan po­lusi, karena pabrik yang di­di­rikan pada tanggal 18 Maret 1910 itu dengan proses yang ba­sah.

 

Kapasitas terpasang Semen Gresik Group 16,92 juta ton semen/tahun, dan menguasai se­kitar 46 persen pangsa pasar semen domestik. PT Semen Gresik (Per­sero) Tbk memiliki anak pe­rusahaan PT Semen Padang (Per­sero) dan PT Semen Tonasa (Per­sero). Semen Gresik Group adalah produsen semen terbesar di Indonesia.

 

Menteri Dahlan menyebut be­berapa keunggulan Indonesia. An­­tara lain, kekayaan Indonesia su­­dah mengalahkan Belanda dan ta­hun depan mengalahkan Spa­nyol. Tentang total aset Indo­nesia 51 persen dari total 10 ne­gara ASEAN. Sembilan nega­ra ASEAN lainnya tersisa 49 per­sen. Tapi, secara perda­gangan, eks­por, dan produk­tivitas indus­tri misalnya, Indonesia nomor em­pat. Harus ada upaya yang sung­guh-sungguh untuk me­macu Indonesia menjadi negara ma­ju.

 

Sumbar akan Kelancungan

 

Ada cara berpikir naif/hipo­krit/dangkal karena meman­dang berbagai kepen­tingan da­lam perspektif sempit—ber­orien­­tasi ke­pentingan sendiri dan me­ngabaikan kepentingan yang lebih besar. Bahkan, ada se­bagian pimpinan media pun de­mikian.

 

Mereka memandang bahwa d­i­reksi PT Semen Padang yang ber­kepentingan. Masyarakat, pem­da/DPRD provinsi dan pem­ko/DPRD Padang adalah ke­lompok yang mengambil po­sisi melihat kesempatan/me­man­faatkan kesempatan.

 

Seandainya pabrik Indarung VI tidak jadi dibangun di Pa­dang/Provinsi Sumatera Barat, tapi pada salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang ber­dekatan dengan Kota Medan, ada­kah pemko/DPRD Padang ti­dak merasa kelancungan. Se­bab, nilai investasi pabrik Inda­rung VI sampai Rp 5,6 triliun—ke mana dicari investasi sebesar itu. Apabila hal itu berlaku, se­bagai warga Sumbar/warga Pa­dang saya merasa amat sangat bo­doh. Merasa tidak berjuang ba­gi kepentingan warga/pem­ko/DPRD Padang dan atau war­ga/pemprov/DPRD Sum­bar.

 

Mungkin birokrat di daerah ini tidak memiliki visi/perspektif bisnis bahwa secara marketing, pabrik Indarung VI lebih baik dibangun berdekatan dengan pa­sarnya. Pasarnya yang utama ada­­lah di Provinsi Sumatera Uta­ra. Hanya karena komitmen/ka­rena PT Semen Padang BUMN, maka Menteri BUMN mempu­nyai kewenangan untuk mengha­ruskan Indarung VI di­bangun di Indarung. Tapi, ka­lau masih saja ada yang ber­pikir dang­kal/naif/hipokrit, dan ada ke­mungkinan Indarung VI akan di­pindahkan ke Provinsi Suma­tera Utara, pada salah satu kabu­paten/kota yang dekat dengan Me­dan.

 

Bersamaan dengan upaya sung­guh-sungguh Dahlan men­jadikan PT SGG menjadi pabrik semen terbesar di ASEAN, selain mem­bangun Indarung VI (PT Se­men Padang), juga akan sege­ra dibangun pabrik semen di Aceh. PT Semen Tonasa di Sula­wesi Selatan juga akan me­ningkatkan kapasitas pro­duk­si. PT SP lebih besar dengan tingkat pro­duksinya lebih tinggi dari­pa­da PT Semen Tonasa, kini semen di Sulawesi Selatan itu su­dah le­bih besar dari PT Semen Pa­dang.

 

Bilamana saat ini Semen Siam yang juga dikelola pe­me­rintah Thailand ber­produksi 25 juta ton/tahun dalam waktu de­kat ini, PT Semen Gresik Group atau selanjutnya menjadi PT Semen Indonesia berusaha men­capai total produksi 26 juta/ton ta­hun. Karena itu, dalam per­spek­tif/konteks tujuan naio­nal In­­donesia, siapa berani dan men­­coba-coba menghalangi Men­teri Dahlan Iskan men­ja­dikan PT Semen Gresik Group men­jadi yang terbesar di ASEAN? (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Teras Utama


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan artikel ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!