- 13:09 WIB
- 11:45 WIB
- 13:09 WIB
- 13:08 WIB
- 13:08 WIB
- 13:07 WIB
- 13:07 WIB
- 13:06 WIB
- 13:04 WIB
- 13:01 WIB
Tumpas Perampok
Oleh : *
*
Padang Ekspres • Kamis, 12/07/2012 11:23 WIB • 275 klik
Di berbagai tempat di Sumatera Barat akhir-akhir ini ramai dengan berita perampokan. Para perampok sekarang makin berani dan brutal saja. Rampok di Pasar Solok misalnya dengan berani mengampak kepala bos daging di tengah-tengah keramaian pasar.
Jelang ramadhan dan lebaran, kasus kriminalitas diperkirakan akan terus meningkat. Pasar akan didatangi lebih intensif oleh para pencopet. Mengintai setiap orang yang menjejali mal-mal dan pasar-pasar untuk mencari kebutuhan Lebaran.
Ini kesempatan emas mereka untuk meraup untung. Ya, momen Ramadhan dan lebaran hanya datang sekali setahun. Di saat nafsu berbelaja masyarakat kita memuncak, di sana pula para pencopet beraksi dan berharap “ketiban rezeki”.
Peluang mereka makin besar karena biasanya para pemburu food dan fashion untuk lebaran membawa uang yang tak sedikit. Terkadang saat berbelanja ke pasar-pasar dan mal-mal itu mereka sekaligus manfaatkan momen itu untuk “mengubar” berbagai asesoris yang dimilikinya.
Maka tak jarang kita dengar seorang gadis histeris karena kehilangan kalung, anting, kehilangan handphone mahal dan asesoris lainnya. Hampir tiap tahun kejadian serupa terjadi tapi prilaku masyarakat “mengubar” asesoris di ranah publik itu tak pernah berubah.
Prilaku konsumtif masyarakat kita memang sudah sangat parah. Jelang akhir Ramadhan atau mendekati Lebaran biasanya akan semakin menjadi-jadi. Mal-mal dan pasar-pasar penuh sesak, sementara tempat ibadah sepi. Mereka tak terpikat dengan janji Tuhan memberikan pahala yang berlimpah bagi yang beramal dengan tulus saat Ramadhan.
Situasi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pencopet. Terkadang mereka yang propencopet juga punya dalil untuk membenarkan tindakan itu. “Sebagian besar yang kaya-kaya itu kan sama juga dengan para perampok itu. Sama-sama rampok, sama-sama pencopet”.
“Jangan-jangan uang yang mereka bawa ke mal-mal dan pasar-pasar itu juga hasil korupsi. Itu kan uang rakyat. Uang kita juga. Sekarang kita ambil lagi dengan cara kita pula”.
Dinamika di pasar dan di mal-mal juga tak jauh beda dengan level elit. Rampok dan pencopet kini memang berkeliaran dimana-mana. Bedanya di level elit, mereka merampok dengan cara halus.
Ada mark up anggaran, ada mark down potensi pajak, manipulasi perjalanan dinas dan lain sebagainya. Yang lagi heboh dugaan korupsi pengadaan Al Qur’an
Itulah kondisi yang terjadi di Negara kita. Benar-benar lagi musim rampok. Rampok di tengah-tengah masyarakat, rampok di level elit. Maka berhati-hatilah. Pemilihan umum sudah semakin dekat. Ke depan selektiflah memilih pemimpin. Mulai dari pemimpin paling bawah, jorong, wali nagari, legislatif maupun eksekutif.
Jangan lagi pilih pemimpin yang bermental perampok. Karena mereka yang benar-benar bersihlah yang bisa bersikap tegas dan siap menumpas para perampok baik perampok yang berada level elit maupun yang berkeliaran di pasar-pasar. (*)
[ Red/Administrator ]
Tolak Pemekaran dengan Kerusuhan
SIDANG paripurna DPR akhirnya mengesahkan Kabupaten Musi Rawas Utara di Provinsi Sumatera Selatan pada 11 Juni lalu. Disaksikan Mendagri Gamawan Fauzi, seluruh fraksi menyatakan setuju. Palu sidang pun diketok Ketua DPR Marzuki Alie. Muratara –begitu kabupaten baru tersebut populer dipanggil– menjadi kabupaten/kota ke-505. Sementara provinsi mencapai 34.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
PPS Rawan Diintervensi
Paralu dijago bana tu.........................!
Sumbar Kecipratan Rp48 M
Lai ndak digigik mancik pulo beko tu....!
Tower Tumbang, Listrik Padam
Apo dek itu lampu acok mati kini...............?