Rabu, 19 Juni 2013 - 10 Sya'ban 1434 H 12:07:02 WIB
TAJUK RENCANA

Gaga versus Bola

Oleh : *

*

Padang Ekspres • Kamis, 31/05/2012 12:34 WIB • 191 klik

KEGAGALAN konser Lady Gaga mencoreng nama baik Indonesia di mata dunia. Media-media asing memuat alasan kegagalan konser adalah tidak adanya jaminan keamanan.



Meski tak diakui aparat keamanan, kita tahu gagalnya konser Gaga disebabkan adanya kalangan Islam fundamentalis yang menolak, bahkan mengintimidasi calon penonton, dengan menyebarkan kabar bahwa ratusan anggotanya telah membeli tiket konser. Kondisi yang membuat Indonesia tampak tidak lebih aman daripada Afghanistan atau Pakistan.



Berselang sehari setelah pengumuman kegagalan konser Gaga, alasan tidak adanya jaminan keamanan terhadap event yang mengundang keramaian terbukti. Pertandingan sepak bola yang dua suporternya berseteru, Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Gelora Bung Karno, menewaskan dua suporter sesudah laga. Meski berdalih kejadian tersebut di luar stadion dan kedua korban bukan suporter, aparat keamanan terbukti gagal mencegah kekerasan yang sudah dapat diprediksi sebelumnya.



Kita sulit menerima alasan kegagalan aparat keamanan mencegah kejadian tersebut. Karena izin penyelenggaraan pertandingan sudah diberikan, artinya segala sesuatu yang berkaitan dengan persentuhan dua kubu suporter (seharusnya) sudah diantisipasi aparat keamanan.



Tidak semua orang setuju dengan aksi tak seronok Gaga di atas panggung. Namun, tak beralasan mencegah Gaga manggung dengan alasan moral. Banderol tiket yang selangit tak mungkin dibeli anak ingusan yang tidak cukup dewasa untuk memisahkan urusan moral dan seni pertunjukan. Sangat menghina akal sehat dan merendahkan keluarga korban bila rencana konser Gaga dikaitkan dengan musibah Sukhoi.


Kita prihatin bukan karena konser Lady Gaga batal. Namun, kita prihatin karena aparat keamanan tunduk pada ancaman, namun lalai dalam mencegah kekerasan terhadap event yang sudah diizinkan. Kekerasan dalam setiap pertandingan sepak bola seharusnya sudah bisa diatasi. Tidak perlu studi banding ke Spanyol atau Inggris agar aparat keamanan dan panitia penyelenggara bisa menggelar pertandingan sepak bola tanpa insiden.



Bila pertandingan bola diizinkan karena industri olahraga sudah menjadi kebutuhan, perlakuan yang sama harus diberikan kepada industri kreatif. Keduanya berkontribusi pada perekonomian dan partisipasi publik.


Di lapangan bola kita juga kerap menemukan tontonan yang tak bermoral, perkelahian antar pemain, hingga intimidasi terhadap wasit, namun toh tak ada larangan menggelar pertandingan bola. Kita membutuhkan aparat keamanan yang kuat karena dihormati dan disegani lantaran kemampuan profesionalnya, bukan aparat yang takut dengan ancaman massa. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Tajuk Rencana


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan artikel ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Selasa, 18 Juni 2013

PPS Rawan Diintervensi

Paralu dijago bana tu.........................!


Sumbar Kecipratan Rp48 M

Lai ndak digigik mancik pulo beko tu....!


Tower Tumbang, Listrik Padam

Apo dek itu lampu acok mati kini...............?