- 12:38 WIB
- 12:38 WIB
- 11:58 WIB
- 11:04 WIB
- 12:37 WIB
- 12:24 WIB
- 12:23 WIB
- 12:22 WIB
- 12:11 WIB
- 12:11 WIB
Insentif Pembangunan Kilang BBM
Oleh : Pri Agung Rakhmanto
Pendiri dan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute
Padang Ekspres • Sabtu, 26/05/2012 11:50 WIB • 204 klik

KESADARAN akan pentingnya ketahanan energi dalam upaya mendukung ketahanan perekonomian telah mendorong beberapa negara membangun dan mengembangkan kapasitas kilang bahan bakar minyak (BBM) nasional masing-masing. Penulis juga menyampaikan penting dan mendesaknya pembangunan kilang BBM baru bagi Indonesia untuk meningkatkan kemampuan produksi BBM nasional.
Sebagaimana diketahui, salah satu penyebab utama lambatnya pengembangan kilang BBM nasional adalah adanya kecenderungan dalam satu dekade terakhir ini kilang BBM dipandang sebagai bisnis biasa yang memiliki tingkat pengembalian investasi atau margin relatif kecil. Dengan begitu, bisnis kilang BBM dipandang tidak terlalu menarik bagi para investor.
Beberapa negara yang telah berfokus mengembangkan kilang sesungguhnya juga menyadari bahwa margin keuntungan dalam bisnis kilang BBM memang tidak sebesar (lebih kecil)—katakanlah—jika dibandingkan dengan investasi di hulu migas. Bahkan, jika hanya mempertimbangkan keuntungan bisnis jangka pendek, dapat lebih menguntungkan mengimpor BBM dari negara-negara yang telah efisien dalam membangun dan mengembangkan kilangnya jika dibandingkan dengan membangun kilang sendiri.
Akan tetapi, mengingat aspek keamanan dan keberlanjutan pasokan BBM memiliki nilai yang jauh lebih strategis, banyak negara tetap menjadikan pembangunan kilang BBM sebagai prioritas nasionalnya. Negara-negara seperti Iran, Vietnam, Brazil, Tiongkok, India, Jepang, dan negara-negara Amerika Latin adalah beberapa negara yang dalam beberapa tahun terakhir ini cukup gencar dalam mengembangkan kapasitas kilang BBM nasional masing-masing.
Dalam melakukan itu, negara-negara tersebut memberikan insentif fiskal maupun nonfiskal agar dapat menarik foreign direct investment (FDI) kilang BBM ke negara masing-masing. Beberapa insentif utama dalam pengembangan kilang BBM yang diberikan negara-negara tersebut: (1) bea masuk impor untuk barang-barang yang di gunakan pada tahap pembangunan, peng operasian, dan pemeliharaan ki lang dibebaskan; (2) investor diberi tax holiday selama 3–10 tahun sejak awal pengusahaan; (3) investor diberi pengurangan pajak badan sebesar 50 persen selama 2–5 tahun setelah masa tax holiday; (4) pemerintah meng alokasikan tanah kepada investor dengan sistem sewa murah untuk jangka waktu hingga 50 tahun atau bahkan (5) memberikan pembebasan sewa tanah secara ke seluruhan selama proyek berjalan; serta (6) pemerintah menjamin ketersediaan dan keberlanjutan pasokan minyak mentah agar kilang dapat berproduksi dengan kapasitas penuh.
Dalam kondisi di mana kebutuhan kilang BBM baru sudah mendesak dan pemerintah tak (bersedia) mengalokasikan dana sendiri untuk membangun kilang BBM secara mandiri, pem berian kemudahan dan insentif yang memadai harus dilakukan oleh pemerintah. Dari beberapa contoh insentif yang diterapkan di negara-negara lain itu, kiranya pemerintah kita dapat mengadopsi satu-dua di antaranya, sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Memberikan insentif dan kemudahan investasi kilang BBM bu kanlah suatu kerugian, mengingat ni lai strategis dari keberadaan kilang BBM tersebut. (*)
[ Red/Administrator ]
SAAT meluncurkan Twitter pada 2006, Jack Dorsey tentu tak menginginkan media tersebut digunakan untuk memfitnah, menjatuhkan, atau membunuh karakter seseorang. Namun, Twitter memang memberikan ruang yang bebas kepada siapa pun untuk menyampaikan pendapat, informasi, atau apa pun tanpa sensor.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Polda Geledah Tempat Hiburan
Lai sobok nan dicari Ndan..........................................?
Komitmen Kapolda Dipertanyakan
Tancap gas lah Pak...............!
Warga Ancam Tuntut PT AMP
Pajuangan taruih sampai dapek...........!