Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 14:40:47 WIB
TERAS UTAMA

PMI dan Penanganan Bencana

Oleh : Marlis Rahman

Ketua Umum PMI Sumbar

Padang Ekspres • Rabu, 13/04/2011 13:32 WIB • 874 klik

(*)

Besarnya potensi bencana di Sumbar tentunya bukanlah suatu keadaan yang harus diratapi, justru sebaliknya harus mampu memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat, untuk membangun dan mempersiapkan dirinya dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.


Diperlukan pengorganisasian yang matang dan komprehensif oleh pemerintah daerah dan masyarakat dalam rangka pencegahan dan penanganan bencana, di antaranya mengoptimalkan peran dan kontribusi PMI yang sudah memiliki jaringan kerja kuat, serta dukungan relawan yang terlatih dengan baik.


Kita memahami kejadian bencana alam tidak dapat diprediksi waktu dan tempat kejadiannya. Untuk itu, amatlah bijaksana bila diantisipasi dengan membangun kesiapan dan kewaspadaan dini, serta dikoordinir melalui organisasi seperti PMI yang memiliki tenaga relawan terlatih dengan baik. Sejak didirikan pada 17 September 1945, PMI telah menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam aktivitas penanggulangan bencana, serta menjadi anggota ke-68 Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.


Kontribusi yang telah diberikan PMI melalui relawan-relawannya dalam berbagai kejadian bencana di Sumbar, memberikan bukti konsistensi dan komitmen PMI untuk membantu masyarakat, bukan hanya semata-mata menjadi perantara atau distribustor donor darah, sebagaimana banyak distigmakan selama ini.


PMI Sumbar telah memiliki sistem rekrutmen dan kaderisasi relawan yang berjalan dengan baik, dengan mengembangkan aktivitas Palang Merah Remaja di berbagai sekolah menengah atas, pembentukan Korps Sukarela dan Tenaga Sukarela dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum, serta melakukan pembinaan dan pelatihan secara rutin dan berkelanjutan terhadap aktivis dan relawan PMI  yang saat ini telah berjumlah 4.000 orang.


Bagi masyarakat Sumbar, kehadiran PMI sudah ada di 18 kabupaten/kota, kecuali Kabupaten Solok Selatan, merupakan wadah efektif untuk bersinergi bersama dalam rangka penanganan bencana, di antaranya tanggap darurat, kesiapsiagaan menghadapi bencana, maupun berbagai aktivitas untuk mengurangi risiko dampak bencana. Di samping itu, berbagai kegiatan PMI seperti pelayanan sosial kesehatan, pembinaan relawan, pelayanan donor darah, serta aktivitas kemanusiaan lainnya juga terus berjalan di masing-masing kabupaten/kota di Sumbar.


PMI Sumbar telah mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan penanganan bencana. Pada kegiatan pemulihan pascagempa tahun 2007, PMI Sumbar telah membantu menyalurkan bantuan Palang Merah Belanda berupa pembangunan 1.430 unit rumah bambu di Kabupaten Solok, Tanahdatar, dan Agam. Pada kejadian gempa bumi tahun 2009, PMI Sumbar juga telah membantu penyaluran bantuan pembangunan hunian sementara/rumah tumbuh sebanyak 13.877 unit di Padang, Pariaman dan Padangpariaman, Agam dan Pesisir Selatan. Demikian juga pada bencana tsunami di Mentawai tahun 2010, PMI juga berperan aktif menyalurkan bantuan hunian sementara sebanyak 516 unit rumah tinggal di Pagai Selatan.


PMI Sumbar akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik, dengan lebih mengedepankan aspek pendidikan dan kemandirian masyarakat untuk bersinergi dalam menghadapi bencana alam yang terjadi. Pendidikan untuk membangun kemandirian masyarakat ini, merupakan suatu hal yang perlu mendapat dukungan dari semua pihak, terutama pemerintah daerah.


PMI akan terus memperluas aktivitas pendidikan masyarakat untuk siap menghadapi bencana, tidak saja melalui pendidikan formal dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, namun juga perlu memberikan pendidikan praktis tentang kebencanaan kepada keluarga-keluarga yang berada pada wilayah rawan bencana. Dengan demikian, kita akan menanamkan budaya masyarakat yang dapat hidup berdampingan secara harmonis dengan potensi bencana, karena aspek ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan terhadap potensi bencana, seringkali hanya akan melahirkan sikap ceroboh dan kehilangan logika sehat untuk berpikir dan bertindak yang tepat dalam menghadapi kejadian bencana.


Kita baru saja menyaksikan sebuah tragedi bencana tsunami yang diikuti ancaman radiasi nuklir telah menimpa sebagian masyarakat di Jepang. Pada satu sisi, banyak keprihatinan dan simpati yang disampaikan masyarakat dunia kepada para korban bencana tsunami tersebut, namun pada sisi lain masyarakat dunia juga dibuat kagum dan memberi apresiasi yang tinggi terhadap ketenangan dan kesiapsiagaan masyarakat Jepang dalam menghadapi kejadian bencana tersebut.
Kesiapsiagaan masyarakat Jepang dalam menghadapi ancaman bencana tersebut, tentunya telah dilatih secara berkelanjutan, baik yang dimotori oleh unit-unit terkait di lingkungan pemerintah kota dan prefektural (provinsi), maupun organisasi-organisasi sosial yang ada, untuk mendorong agar semangat relawan dan kebersamaan dalam menghadapi bencana, menjadi naluri bersama masyarakat Jepang untuk mengatasi segala bentuk bencana yang ada.


Semua pihak di daerah ini memiliki tanggung jawab untuk turut mendorong dan berpartisipasi, agar proses pendidikan masyarakat dalam penanganan bencana, dan PMI akan terus membantu melalui berbagai program dan kerja sama dengan kelompok-kelompok palang merah negara-negara sahabat, sehingga masyarakat Sumbar diharapkan dapat belajar tentang kesiapsiagaan dan ketenangan dalam menghadapi berbagai bentuk bencana yang terjadi.


Semoga semangat dan komitmen yang telah dibangun PMI Sumbar untuk mempersiapkan masyarakat yang siap dengan potensi bencana ini, akan mendapat dukungan dan partisipasi dari semua pihak terkait di daerah ini. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Teras Utama


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan artikel ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunda Akuisisi BTN

MASIH teringat dari layar TV, wajah Budi Gunadi Sadikin semringah sepekan lalu. Kegembiraan bos Bank Mandiri yang baru berumur 40 tahun itu disebabkan terwujudnya impian yang dia idam-idamkan sejak lama. Yakni, mem­bawa bank yang dipimpinnya menjadi salah satu bank yang patut diperhitungkan di kancah ASEAN.

Butuh Listrik

Yth. Bapak kepala PLN...Kapan kampung kami (Kabupaten Pessel, Kecamatan Sutera Kenagarian Koto Nan 3 Selatan) akan dialiri listrik, padahal kampung kami bukan kampung terpencil..kami sekampung sangat berharap perhatian dan tindak lanjut dari bapak. Atas perhtian Bapak kami skmpg mengucapkan terima kasih. Wassalam.

Jumat ,25 April 2014

Perempuan Berpeluang Pimpin DPRD

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai.............................!

 

Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jan sampai ndak panen lo Pak, ka kida suok beko...............................!

 

Korban Gigitan Musang Meninggal

Inalilallahi, awak ikuik baduka pak.................................................!