Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 05:08:21 WIB
PRO SUMBAR

Pasang Baru, PLN hanya sampai Penyambungan

Padang Ekspres • Jumat, 05/08/2011 11:35 WIB • (adv) • 1054 klik

Ingin memasang listrik di rumah anda? Pasti yang dibayangkan adalah PLN. Namun memang masih banyak dari kita yang menganggap bahwa pasang baru listrik itu mahal dan sulit. Padahal PLN sudah seringkali menyampaikan bahwa mengurus pasang baru listrik itu sangatlah sederhana dan biayanya jelas sesuai tarif tenaga listrik yang sudah ditetapkan pemerintah.


Dengan Program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan tahap I pada 27 Oktober 2010 dan dilanjutkan dengan Tahap II 17 Juni 2011, PLN ingin menyampaikan bahwa pasang baru listrik itu mudah dan biayanya jelas.


Dari sisi prosedur pelayanan, pasang baru listrik telah dibuat revolusi pelayanan menjadi lebih ringkas yang tadinya 6 langkah menjadi tinggal satu langkah saja. Dan dari sisi biaya, urusan PLN hanyalah biaya penyambungan (BP) yang besarannya sudah diatur dalam TDL yang ditetapkan pemerintah. Sebagai contoh untuk Rumah Tangga (R1) 900 VA, biaya yang disetor ke PLN sebesar Rp750 x 900 VA = Rp675.000 plus materai Rp6.000.


Untuk penyambungan baru, tugas PLN itu hanyalah menarik kabel tegangan rendah dari jaringan PLN ke atap rumah, lalu memasang meteran dan memasang mini circuit breaker (MCB). Berarti listrik sudah tersambung dan siap dipergunakan.


Soal bagaimana menggunakannya, perlu berapa bola lampu, kamar mana saja, berapa buah stop kontak, itu bukan urusan PLN. Bukan tugas PLN untuk memasang kabel- kabelnya, stop kontaknya, lampunya dan segala macam yang ada di rumah tersebut. Itu tugas pemilik rumah sendiri. Itu sudah menyangkut kebutuhan pemilik rumah yang skala keperluannya berbeda-beda.


Pemilik rumah/kantor biasanya tidak memiliki kemampuan melakukannya sendiri. Mereka umumnya minta bantuan kontraktor listrik. Itu terserah sepenuhnya kepada pemilik rumah. Mau cari kontraktor yang murah atau mahal, PLN tidak boleh campur tangan.


Entah mau dikerjakan sendiri atau minta bantuan kontraktor, yang jelas instalasi di rumah-rumah tersebut tidak boleh sembarangan. Ada aturannya. Bukan aturan dari PLN tapi dari pemerintah. Untuk itu ada lembaga yang mengontrol apakah jaringan di dalam rumah tersebut sudah benar atau belum. Lembaga itu bernama KONSUIL (Komite Nasional Keselamatan Untuk Instalasi Listrik). Bukan PLN. Lembaga KONSUIL itu dibentuk pemerintah. Tidak ada hubungan sama sekali dengan PLN.


Hal-hal seperti ini memang harus terus disampaikan kepada masyarakat karena selama ini dianggap bahwa PLN yang mengurusi instalasi rumah. Sebagai perbandingan, bisa kita analogikan dengan membeli Handphone (HP). Kan tidak ada hubungannya antara operator layanan telepon seluler dengan jenis, merk, harga pesawat HP yang dipakai oleh pelanggan.


Tergantung pelanggan mau pakai HP merk apa, jenis apa, harganya berapa, mau mahal mau murah. Pesawat HP harus memiliki standar yang berlaku setelah melalui sebuah pengujian, apalagi instalasi listrik, harus memiliki standar baku demi keselamatan kita juga. Instalasi yang sesuai standar dan memiliki sertifikat layak operasi dari badan Konsuil, maka akan menjaga rumah/kantor/bangunan kita dari resiko kebakaran atau kecelakaan karena arus listrik. (adv)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : iwan
Jumat, 12/08/2011 - Jam 23:31 WIB
kalau di palembang, saya hrs ke PLN mana utk pasang baru ?


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!