- 12:39 WIB
- 11:28 WIB
- 12:42 WIB
- 13:11 WIB
- 13:10 WIB
- 13:07 WIB
- 13:07 WIB
- 13:05 WIB
- 13:03 WIB
- 12:54 WIB
Mulyadsyah, Crowns Barbershop
Utamakan Kenyamanan Pelanggan
Padang Ekspres • Sabtu, 30/07/2011 12:14 WIB • (e) • 1043 klik

Kebanyakan usaha pangkas rambut masih dikelola secara konvensional membuat usaha ini terkesan tidak bisa dijadikan usaha dalam skala besar. Tidak itu saja, banyak segi profesionalisme dalam usaha diabaikan oleh tukang pangkas seperti kebersihan, kenyamanan dan keterampilan (hasil yang didapatkan). Tapi hal itu tidak tampak di Crowns Barbershop. Bagaimana usaha pangkas rambut pria ini?
Usaha pangkas rambut yang terletak di Jalan Palembang Ulakkarang ini mengutamakan tiga hal tersebut dalam mengembangkan usaha. Meskipun baru berdiri tiga tahun, usaha ini terus berkembang.
Pemilik Crowns Barbershop, Mulyadsah menjelaskan ide pertama mendirikan usaha ini berasal dari pengalaman. Pria yang pernah menjadi guru di SMAN 2 Padang ini melihat banyak usaha pangkas rambut yang mengabaikan kepuasan pelanggan, padahal usaha ini memiliki prospek yang baik.
Berawal dari itu, sejak tahun 2009, dia mendirikan usaha pangkas rambut yang mengutamakan kepuasan pelanggan. Prinsip yang dipakai utamakan kebersihan (sehat), pelayanan, dan keterampilan pekerjanya. “Saat ini banyak masyarakat yang mulai sadar arti kebersihan karena akan berdampak pada kesehatan,” ujarnya.
Contohnya pada gunting dan pisau cukur yang digunakan. Satu pisau cukur tersebut sering digunakan berulang kali pada pelanggan, padahal menurut ilmu kesehatan bisa menyebarkan penyakit. Selain itu tempat duduk pelanggan tidak nyaman menyebabkan pelanggan tidak betah.
Pria yang juga berprofesi sebagai PNS ini ingin menjadikan profesi pangkas rambut sebagai profesi berarti di tengah masyarakat. Hal ini dibuktikan adanya pangkas rambut yang mengacu pada standar Internasional. (e)
[ Red/Redaksi_ILS ]
Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat
Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung
Anak didik kini mada-mada..................!
Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar
Lai ndak adoh nan coret baju..................?
Nilai UN masih Meragukan
Baa baitu, caliak kunci tu.............................?