Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 04:11:37 WIB

Della Destiara Haris/Suci Rizki Andini, Duet Penyelamat Pelatnas

Kompak di Lapangan, Belum Sehati di Luar

Padang Ekspres • Rabu, 27/07/2011 12:40 WIB • (jpnn) • 1419 klik

Satu Tim: Pebulutangkis Indonesia Della Destiara Haris dan Suci Rizky Andini saa

Kali kedua Della Destiara Haris dan Suci Rizki Andini menjadi kampiun di Indonesia International Challenge. Istimewanya, gelar mereka tahun ini menyelamatkan pamor pelatnas Cipayung.


DELLA Destiara Haris dan Suci Rizky Andini merasakan beban yang tidak ringan menjelang final ganda putri Indonesia International Challenge 2011. Maklum, mereka menjadi satu-satunya harapan pelatnas untuk meraih gelar juara.


Tampil dengan tenang dan konsentrasi tinggi, mereka sukses merampungkan misi dengan baik. Duet Della/Suci meraih gelar juara ganda putri dengan mengandaskan pasangan yang lebih senior, Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia di partai puncak kemarin (24/7).


Predikat juara itu menjadi gelar pertama yang dituai pasangan Cipayung tersebut tahun ini. Di Vietnam Challenge lalu, mereka hanya sanggup mencapai semifinal.


Berdasar catatan prestasi yang dituai, mereka seharusnya bisa naik kelas. Setidaknya, mereka mulai bersaing di level grand prix dan gold grand prix. ”Untuk menuju super series, mereka masih butuh dua tahun lagi. Itu paling cepat,” kata Aryono Miranat, pelatih ganda putri pelatnas.


Posisi Ideal
Della mendominasi posisi depan dan Suci menjadi tukang gebuk di belakang. Menurut Aryono, keduanya memang cukup kompak di lapangan, tetapi tidak di luar lapangan. Kekompakan mereka masih perlu ditingkatkan. Mereka memang tidak perlu harus sekamar, seperti tradisi yang dibangun sektor ganda putra. Di antaranya, Candra Wijaya/Tony Gunawan dan Markis Kido/Hendra Setiawan.


”Memang sektor ganda putri tidak terlalu harus berbarengan setiap waktu. Meski demikian, lebih baik jika masing-masing bisa lebih memahami karakter di luar lapangan,” terangnya.

Aryono melihat, Della dan Suci masih memiliki potensi besar meski tidak selalu bersama-sama di luar lapangan. Untuk urusan kamar, Della sekamar dengan Gebby Ristiyani, sedangkan Suci mendapatkan kamar sendiri. “Katanya, pamali kalau sekamar,” ujar Della.


Di luar lapangan, Della juga merasa tidak terlalu kenal dekat dengan Suci. Padahal, mereka tidak hanya dipasangkan setahun ini. Mereka dipasangkan sejak melakoni pelatnas di Akademi Militer (Akmil) Magelang 2009.

Keduanya memang tidak berasal dari klub yang sama. Della besar di PB Jaya Raya dan Suci berasal dari Mutiara. Hobi mereka juga sangat berseberangan. ”Saya suka jalan-jalan, nggak ngerti hobi Suci,” kata Della.


Begitu pula Suci. Dia cuek dengan keseharian Della meski sama-sama tinggal di asrama Cipayung. ”Kami lebih sering berkomunikasi hanya saat berlatih. Di luar itu, ya sendiri-sendiri,” terang petenis yang berulang tahun ke-18 tahun pada 3 Maret lalu tersebut. Suci yakin bahwa kondisi itu tidak akan memengaruhi prestasi mereka di lapangan.


”Doakan kami bisa lebih baik ke depan. Modal kami di la pangan juga cukup ampuh. Kami kompak saja,” katanya. Pernyataan itu diamini Della. “Setiap hari komunikasi dilatih saat latihan. Mudah-mudahan kami bisa segera naik kelas,” ujar Della. (jpnn)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!