Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 09:58:00 WIB
NASIONAL

Pegawai Kejaksaan Terima Rapelan

Dibayar mulai Agustus

Padang Ekspres • Rabu, 20/07/2011 11:31 WIB • (pra/jpnn) • 544 klik

Jakarta, Padek—Terhitung Agustus 2011 nanti, sekitar 21.000 pegawai kejaksaan di seluruh Indonesia dipastikan bakal mendapat penghasilan tambahan. Kepastian tentang hal itu menyusul disetujuinya pemberian remunerasi bagi anggota korps Adhiyaksa itu oleh pemerintah.


Tak tanggung-tanggung, tunjangan yang akan diberikan untuk pegawai kejaksaan itu dihitung sejak Januari 2011 lalu.
”Jadi dengan disetujuinya remunerasi ini, kita akan dapat rapelan tujuh bulan,” kata Jaksa Agung Basrief Arief, Selasa (19/7).


Sesuai namanya, lanjut Basrief, remunerasi akan diberikan sesuai kinerja dan tingkatan (grade) pegawai itu sendiri. Basrief mencontohkan, meski dirinya menjadi orang nomor satu di kejaksaan bukan berarti mendapat gaji paling tinggi.


Bahkan mantan Ketua Tim Pemburu Koruptor menegaskan, di kejaksaan justru para Jaksa Agung Muda (JAM) yang bergaji tinggi dengan kisaran hingga Rp25 juta.


Sedangkan gaji terendah Rp1,6 juta diterima pegawai tingkat caraka. ”Kalau di kita, caraka itu pengantar suratlah,” ungkap Basrief.
Lantas berapa gaji Jaksa Agung selepas remunerasi diberlakukan? ”Masih kalah dibanding JAM,” elaknya saat didesak wartawan.


Sesuai aturan yang ada, kata Basrief mengingatkan, remunerasi juga dibarengi dengan tanggung jawab. Maksudnya, besar kecilnya remunerasi sangat tergantung pada kinerja pegawai itu sendiri.


Karena hitungannya kinerja, maka otomatis pegawai yang dianggap melanggar aturan kepegawaian atau administrasi bakal berkurang besaran remunerasinya.


Sedangkan pegawai yang terkena sanksi ringan, remunerasi dipotong 15 persen. Untuk pegawai yang terkena sanksi dengan kadar sedang, potongan remunerasi mencapai 40 persen.


Bagaimana dengan pegawai kejaksaan yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana? ”Begitu dia dinyatakan sebagai tersangka, kita berhentikan sementara dan remunerasinya dipotong 50 persen,” ungkap Basrief seraya menambahkan, jika diputus bersalah oleh hakim, maka sanksi akhirnya adalah diberhentikan dari kejaksaan berikut dicabut seluruh haknya. (pra/jpnn)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!