Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 07:44:59 WIB
NASIONAL

Pegawai Kejaksaan Terima Rapelan

Dibayar mulai Agustus

Padang Ekspres • Rabu, 20/07/2011 11:31 WIB • (pra/jpnn) • 548 klik

Jakarta, Padek—Terhitung Agustus 2011 nanti, sekitar 21.000 pegawai kejaksaan di seluruh Indonesia dipastikan bakal mendapat penghasilan tambahan. Kepastian tentang hal itu menyusul disetujuinya pemberian remunerasi bagi anggota korps Adhiyaksa itu oleh pemerintah.


Tak tanggung-tanggung, tunjangan yang akan diberikan untuk pegawai kejaksaan itu dihitung sejak Januari 2011 lalu.
”Jadi dengan disetujuinya remunerasi ini, kita akan dapat rapelan tujuh bulan,” kata Jaksa Agung Basrief Arief, Selasa (19/7).


Sesuai namanya, lanjut Basrief, remunerasi akan diberikan sesuai kinerja dan tingkatan (grade) pegawai itu sendiri. Basrief mencontohkan, meski dirinya menjadi orang nomor satu di kejaksaan bukan berarti mendapat gaji paling tinggi.


Bahkan mantan Ketua Tim Pemburu Koruptor menegaskan, di kejaksaan justru para Jaksa Agung Muda (JAM) yang bergaji tinggi dengan kisaran hingga Rp25 juta.


Sedangkan gaji terendah Rp1,6 juta diterima pegawai tingkat caraka. ”Kalau di kita, caraka itu pengantar suratlah,” ungkap Basrief.
Lantas berapa gaji Jaksa Agung selepas remunerasi diberlakukan? ”Masih kalah dibanding JAM,” elaknya saat didesak wartawan.


Sesuai aturan yang ada, kata Basrief mengingatkan, remunerasi juga dibarengi dengan tanggung jawab. Maksudnya, besar kecilnya remunerasi sangat tergantung pada kinerja pegawai itu sendiri.


Karena hitungannya kinerja, maka otomatis pegawai yang dianggap melanggar aturan kepegawaian atau administrasi bakal berkurang besaran remunerasinya.


Sedangkan pegawai yang terkena sanksi ringan, remunerasi dipotong 15 persen. Untuk pegawai yang terkena sanksi dengan kadar sedang, potongan remunerasi mencapai 40 persen.


Bagaimana dengan pegawai kejaksaan yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana? ”Begitu dia dinyatakan sebagai tersangka, kita berhentikan sementara dan remunerasinya dipotong 50 persen,” ungkap Basrief seraya menambahkan, jika diputus bersalah oleh hakim, maka sanksi akhirnya adalah diberhentikan dari kejaksaan berikut dicabut seluruh haknya. (pra/jpnn)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!