Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 09:57:42 WIB
EKONOMI BISNIS

Harga Daging Sapi masih Wajar

Padang Ekspres • Rabu, 20/07/2011 11:13 WIB • (kd) • 377 klik

FLUKTUATIF: Penjual daging menguliti daging sapi di Pasar Raya, kemarin. Harga d

Padang, Padek—Penghentian impor sapi yang dilakukan negara Australia berdampak besar terhadap penjualan daging sapi di Sumbar. Untuk mengantisipasi kelangkaan daging sapi jelang bulan Ramadhan, para pedagang terpaksa menjual daging sapi lokal, walaupun harga daging melonjak mencapai Rp20 ribu per kilogram.


Kenaikan harga yang mencapai Rp20 ribu tersebut menurut Kepala Dinas Peternakan Sumbar, Edwardi, hal wajar. Katanya, kenaikan harga itu malah membantu usaha peternak lokal sendiri, sehingga pedagang sapi lokal bisa bersaing dengan pedagang sapi dari luar negeri.


“Kenaikan harga daging sapi lokal karena peternak lokal memiliki kos yang tinggi saat memelihara sapi-sapi mereka. Sementara sapi dari Australia lebih murah, karena perawatan sapi-sapi di negara itu tidak menggunakan kandang seperti peternak sapi di Indonesia sehingga harga sapi mereka murah,” ujarnya pada Padang Ekspres, kemarin (19/7).


Selama Ramadhan, dikatakan Edwardi kenaikan harga tidak akan melebihi Rp20 ribu, dan kenaikan tersebut masih dianggap wajar. Tapi, kalau nantinya kenaikan semakin tinggi maka Dinas Peternakan Sumbar akan melaksanakan operasi pasar.


“Persoalan ini tidak akan berlangsung lama, karena pada September tahun ini, Australia kembali akan menjual sapi-sapi mereka ke Indonesia. Untuk Sumbar, Dinas Peternakan telah mengusulkan pemotong sapi asal Australia akan dilakukan di rumah potong di Bukittinggi,” paparnya.


Ditegaskan Edwardi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, fungsi pengawasan terus dilakukan Dinas Peternakan Sumbar. Kemungkinan dalam waktu dekat beberapa pedagang daging sapi dari luar Sumbar akan masuk, karena mereka melihat peluang pasar.


Informasi yang dihimpun Padang Ekspres di Pasar Raya Padang, kenaikan harga daging sapi terjadi dua hari lalu. Biasanya pedagang daging bisa menjual daging perkilonya Rp 60 ribu, namun karena hanya daging sapi lokal yang tersedia maka, saat ini harga daging Rp70  hingga Rp80 ribu.


Salah seorang warga Eti, 40, mengatakan, kalau harga daging terus mengalami kenaikan kemungkinan besar ia dan keluarganya tidak akan mengonsumsi daging lagi. Bisa saja nantinya ia akan berpindah untuk membeli daging ayam. “Kalau harga daging terus melambung tinggi tentu saya akan beralih ke daging ayam untuk sementara waktu,” jelasnya. (kd)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!