Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 09:00:49 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Lima Puluh Kota

1.148 Siswa tak Tertampung

9 SMAN Terpaksa 40 per Lokal

Padang Ekspres • Berita Pendidikan • Kamis, 14/07/2011 11:31 WIB • fajar rillah vesky • 326 klik

Limapuluh Kota, Padek— Sebanyak 1.148 siswa tamatan SMP dan MTs di Limapuluh Kota, nyaris tidak bisa melanjutkan pendidikan. Ini terjadi karena terbatasnya daya tampung 9 SMA negeri. Beruntung, Dinas Pendidikan mengambil kebijakan cepat, sehingga jumlah siswa yang tidak tertampung sampai tahun ajaran baru, tinggal sekitar 700 orang saja.


”Ya, daya tampung SMA dan SMK negeri di daerah kita memang terbatas. Sebanyak 1.148 siswa sempat tidak tertampung,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Limapuluh Kota Indra Kesuma, didampingi Kabid SLTP/SLTA Hidwan Reta, Rabu (13/7).


Indra menjelaskan, saat pendaftaran siswa baru pada 9 SMA negeri berlangsung, jumlah siswa yang mendaftar mencapai 2.844 orang. Sementara, kapasitas tampung cuma 53 lokal.


”Dengan asumsi satu lokal bermuatan 32 siswa, berarti siswa yang bisa diterima hanya 1.696 orang.  Sisanya, 1.148 siswa terpaksa duduk di bangku cadangan,” ujar Indra Kesuma.


Agar siswa yang duduk dibangku cadangan ini tetap mendapatkan hak pendidikan mereka, dinas pendidikan bersama 9 kepala sekolah, akhirnya sepakat untuk menampung siswa 40 per lokal. Artinya, terjadi penambahan 8 orang per lokal atau 428 siswa.


”Sehingga jumlah siswa benar-benar tidak dapat ditampung, tinggal sekitar 700 orang saja. Kemungkinan, para siswa yang tidak tertampung ini, memilih melanjutkan pendidikan di sekolah swasta,” ujar Indra.


4 SMA Membeludak
 Indra Kesuma mengatakan, saat pendaftaran siswa baru digelar beberapa waktu lalu, 4 SMAN negeri membeludak. Masing-masing, SMAN 1 Suliki, SMAN 1 Guguak, SMAN 1 Harau, dan SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh.


Di SMAN 1 Guguak, jumlah siswa baru yang mendaftar tercatat mencapai 574 orang. Sedangkan yang diterima, awalnya hanya 224 orang. Tapi setelah ada kebijakan 40 per lokal, SMAN 1 Guguak dapat menerima 280 orang. Sisanya, sebanyak 294 orang terpaksa tidak kebagian kursi.


Di SMAN 1 Harau, jumlah siswa baru yang mendaftar tercatat mencapai 438 orang. Sedangkan daya tampung, awalnya hanya 254. Setelah ada kebijakan, sekolah akhirnya menerima 320 orang. Berarti, masih ada 118 siswa yang tidak tertampung.


Di SMAN 1 Suliki, jumlah siswa yang mendaftar 415 orang. Sedangkan daya tampung awal, hanya 224 siswa. Setelah ada kebijakan 40 per lokal, sekolah dapat menerima 280 siswa. Berarti, masih ada 135 siswa yang tidak tertampung di SMA peraih nilai UN tertinggi Limapuluh Kota ini.


Sementara di SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh , siswa yang mendaftar 278 orang. Daya tampung awal, cuma hanya 128 siswa. Setelah ada kebijakan, sekolah yang berada di kawasan Simalanggang ini akhirnya dapat menerima 160 siswa. Dengan demikian, masih ada 118 siswa yang tidak diterima. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!