Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 05:31:32 WIB
METROPOLIS

Jangan Perpendek Jadwal Pesantren

Padang Ekspres • Selasa, 12/07/2011 12:26 WIB • (san) • 293 klik

Padang, Padek—Wakil Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mewanti-wanti panitia pesantren Ramadhan untuk tidak menggabungkan siswa SD, SMP dan SMA di jam yang sama dalam pelaksanaan pesantren Ramadhan tahun ini. Selain itu, Mahyeldi juga meminta panitia untuk tidak memperpendek jadwal pesantren dari jadwal 20 hari menjadi satu minggu efektif.


]”Evaluasi tahun lalu, masih ada panitia yang tak taat aturan. Dalam hal ini, Bagian Kesra banyak dapat pengaduan dari masyarakat soal dua kasus di atas. Semuanya sudah diatur. Jadwal SMA, SD dan SMP itu beda-beda. 10 hari pertama, anak SMA masuk pagi. 10 hari kedua, giliran anak SMP yang masuk pagi. Sedang anak SD, tetap masuk siang,” ujar Mahyeldi didampingi Asisten II, Didi Aryadi. (mg8)



[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!