Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 17:22:55 WIB
NASIONAL

Soputan Meletus, Empat Pesawat Tertahan

Padang Ekspres • Senin, 04/07/2011 11:21 WIB • (jpnn) • 226 klik

Manado, Padek—Gunung api Soputan di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara menunjukkan aktivitas hebat. Minggu (3/7) sekitar jam 00.24 WITA gunung yang masuk kategori gunung api terkatif di Indonesia itu, meletus dengan mengeluarkan awan panas.

Letusan mencapai ketinggian 750 meter dari bibir kawah. Pada letusan pertama, disertai api dengan ketinggian mencapai 250 meter. ”Tapi, statusnya masih siaga,” ujar Iing Kusnadi, Penanggung Jawab Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung Kawasan Sulut, kemarin.


Meletusnya Gunung Soputan, juga membuat pihak Angkasa Pura I menutup Bandara Sam Ratulangi Manado sejak pukul 12.00 WITA, karena semburan debu yang mengarah ke selatan menutupi kawasan bandara dan landasan, sehingga bisa mengancam keselamatan penerbangan. Humas Angkasa Pura I, Merpin Butarbutar mengakui ada empat pesawat yang masih tertahan di Bandara Sam Ratulangi, Manado, karena bandara ditutup. Keempat pesawat itu adalah Garuda dengan nomor penerbangan 601, Lion Air 775, Sriwijaya 269, dan Lion Air 749 jurusan Surabaya. Sementara itu, Batavia 635 terpaksa dialihkan.


Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Soputan, Sandly Manengkey menyebutkan, letusan gunung merapi Soputan kali ini masuk kategori besar. Tapi, jauh lebih besar letusan 6 Oktober 2008 lalu. ”Letusan tahun 2008 ada lebih dari 3 kali mengeluarkan awan panas. Dan itu merupakan ancaman bahaya paling tinggi,” tegas Manengkey. Dia menyebutkan, peningkatan aktivitas sudah mulai terjadi pada beberapa hari sebelumnya sehingga ditingkatkan dari level waspada ke siaga.


Puncak letusan paling besar terjadi pada jam 06.03 WITA. Gunung mengeluarkan asap dan kabut tebal dengan ketinggian mencapai 5.000 sampai 6.000 meter, disertai gemuruh dengan suara cukup besar hingga keluar awan panas, pasir, debu dan material lainnya dengan jarak luncur mencapai 6 kilo meter. Dalam semburan tersebut lanjut Manengkey, material abu atau pasir lebih mengarah ke arah barat dengan ampitudo 44 MM atau over skill atau masuk aktivitas terbesar. Namun, sekitar pukul 14.30 WITA, aktivitasnya berangsur menurun. Tapi status siaga masih ditetapkan petugas dan pemerintah.


Sementara itu aktivitas masyarakat di Desa Kota Menara, kecamatan Amurang Timur, dekat dengan kawasan gunung mulai terganggu. Masyarakat mulai merasakan susah bernafas dan tangan serta tubuh gatal-gatal. Meski letusan tak sebesar tahun sebelumnya, tapi kali ini ada yang besar, abu yang dikeluarkan ketika terkena di kulit langsung terasa gatal dan pandangan mata terasa pedih. (jpnn)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Selasa, 05/07/2011 - Jam 11:24 WIB
soputan meletus sebenarnya pada pkl 03:00 karena kami pada waktu itu berada d lokasi kejadian, pada saat kami sedang mendakipada pkl 00:30,


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!