Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 00:01:32 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Anggota Gabpeknas Bukittinggi Resah

Padang Ekspres • Berita Ekonomi • Sabtu, 02/07/2011 11:38 WIB • (edi/mg8) • 491 klik

Bukittinggi, Padek—Persaingan bidang jasa konstruksi di Kota Bukittinggi mulai tidak sehat. Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gabpeknas) diisukan tidak diakui oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN). Informasi itu disebarkan diduga mengganjal perusahaan yang tergabung dalam jasa konstruksi ini tidak mendapatkan pekerjaan.


Informasi itu diedarkan berpijak pada SK PU 154 tentang Penetapan Asosiasi Perusahaan dan Profesi yang Memenuhi Persyaratan serta Perguruan Tinggi/Pakar dan Pemerintah yang memenuhi Kriteria untuk menjadi Kelompok Unsur Lembaga Tingkat Nasional, tertanggal 14 Juni 2011 ditandatangani Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto.


”Akibat informasi yang tidak bertanggung jawab disebarkan oknum-oknum dari asosiasi lain telah menyebabkan 49 perusahaan yang tergabung dalam Gabpeknas Bukittinggi menjadi resah,” kata Ketua Gebpeknas Bukittinggi, Deddy Moeis didampingi Sekretaris, Mhd Addin, kepada wartawan, kemarin.


Untuk membuktikan informasi tersebut, keduanya  mempelajari poin demi poin SK PU. “Ternyata tidak satu poin pun dalam SK PU 154 tersebut menyatakan, Gabpeknas terancam dikeluarkan atau tidak diakui LPJKN,” ujar Deddy Moeis.


Dalam SK PU 154, diakui Deddy, tercatat 12 asosiasi/gabungan, 9 asosiasi profesi, 26 universitas, 34 pakar dan 9 instansi pemerintah yang masuk dalam Penetapan Asosiasi Perusahaan dan Profesi yang Memenuhi Persyaratan serta Perguruan Tinggi/Pakar dan Pemerintah yang memenuhi Kriteria untuk Menjadi Kelompok Unsur Lembaga Tingkat Nasional.


”SK PU 154 tersebut baru bersifat sementara, karena akan dilanjutkan dengan seleksi berikutnya sehingga dipastikan ada sejumlah asosiasi/gabungan yang akan tergusur. Kabar terbaru yang kami dapat, empat asosiasi perusahaan juga telah rontok sehingga saat ini hanya bertahan 8 asosiasi perusahaan,” jelas Deddy saat jumpa pers tak mau menyebutkan siapa oknum tersebut termasuk asosiasinya.


Secara terpisah, Ketua LPJK Sumbar, Lukman Gindo menyebutkan tidak ada aturan yang mengatakan Gabpeknas atau apa pun nama asosiasinya tidak dibolehkan beraktivitas. Gabpeknas dan asosiasi lain tetap boleh mengembangkan usahanya atau menjalankan tender.


Menurutnya, SK PU 154 itu mengarah pada posisi jabatan di LPJKN atau LPJKD. Artinya, asosiasi harus mendaftar ke PU untuk bisa dipilih menduduki jabatan di LPJK.


“Gabpeknas sendiri tidak mendaftar, berarti orang-orangnya tidak bisa menduduki jabatan baik di LPJKN maupun di LPJKD,” terangnya.  Gindo menuturkan di Indonesia ada sekitar 60 buah Asosiasi, namun yang mendaftar ke PU hanya 12 Asosiasi Perusahaan dan sembilan asosiasi profesi. (edi/mg8)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!