Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 21:21:27 WIB
METROPOLIS

Truk-Bus Kecelakaan, Tiga Tewas

Padang Ekspres • Minggu, 26/06/2011 09:34 WIB • (a/mg6/mg9) • 6374 klik

(*)

Padang, Padek—Dua kecelakaan maut terjadi di kawasan Sumbar, kemarin (25/6). Di kawasan Kasai Pasar Usang, Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, bus kota yang membawa mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) bertabrakan dengan truk.

Seorang mahasiswi tewas, dua luka parah, dan sejumlah mahasiswa luka ringan. Sebelumnya, di kawasan Sari Manggis Nagari Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, truk pengangkut semen menyapu sederet warung buah di pinggir jalan lintas Sumatra. Pada kecelakaan ini, dua orang tewas, dan tiga korban lainnya kitis.


Dari liputan wartawan Padang Ekspres didua lokasi kejadian, kecelakaan bus kota diduga karena faktor sopir yang ugal-ugalan, dan kecelakaan truk diduga karena rem tak berfungsi. Polres Padangpariaman, dan Polres Solok tengah menyelidiki kedua kecelakaan maut tersebut. Korban tewas telah dibawa keluarga masing-masing.


Tabrakan bus kota yang membawa puluhan mahasiswa UNP deng_an truk pengangkut pasir terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam kecelakaan itu seorang mahasiswi jurusan Matematika, UNP, Adrevia Ramadona, 20, tewas di lokasi kejadian. Dua rekannya patah tulang, dan lainnya luka ringan.

Dua mahasiswa patah tulang itu adalah Novi Novela, 21, dan Mirasari, 22. Keduanya harus menjalani operasi. Saat ini mereka masih dirawat di RS Siti Rahmah, Aia Pacah, Padang. Sementara jenazah korban meninggal dunia, langsung dibawa keluarga korban ke kampung halamannya di Nagari Balai Gurah, Ampek Angkek, Agam.


Rombongan mahasiswa ini sedianya akan mengikuti ujian praktek mata kuliah Pendidikan Jasmani Kesehatan Olahraga dan Rekreasi (Penjaskesrek) di tempat rekreasi Malibo Anai. Dari Padang, mereka menaiki 3 buah bus kota jurusan Lubukbuaya Pasar Raya. Bus kota yang menebar maut ini bernomor polisi BA 3831 JB.


Menurut pengakuan mahasiswa yang ikut dalam rombongan tersebut, dari Padang sopir memang telah ugal-ugalan. Bus melaju kencang, kadang tak terkendali. Begitu di lokasi kejadian bus nahas ini menyalip sebuah truk dengan kecepatan tinggi. Dari arah berlawanan truk pengangkut pasir menyalip sebuah mobil angkutan umum.


Belum tuntas bus kota mengambil jalur, truk pasir ternyata masih berada di bagian tengah jalan. Dalam kecepatan cukup tinggi itu, bagian belakang bus kota dihantam truk pasri. Korban yang meninggal dunia, dan luka berat berada di bagian belakang sebelah kanan.


Kepala Dona—panggilan Adrevia Ramadona—remuk akibta tabrakan tersebut. Gadis ini tewas seketika.”Kami sudah berteriak, namun sopir bus tetap memaksa untuk memotong. Tiba-tiba bagian belakang bus disambar truk pengangkut pasir itu. Setelah itu saya tidak tahu apa-apa. Ketika berada di luar bus, ternyata saya melihat Dona sudah bersimbah darah,” cerita Dewi Jayanti, 21, rekan Dona, sambil meneteskan air mata di RS Siti Rahmah.


Pasca-kecelakaan, terlihat ratusan mahasiswa UNP berdatangan ke RS Siti Rahmah untuk melepas jenazah Dona, dan membezuk rekan mereka yang menjadi korban rombongan bus nahas tersebut. Kasat Lantas Polres Padangpariaman AKP Adek Candra, mengatakan kasus itu masih diselidiki. “Awalnya kedua sopir melarikan diri. Setelah diburu petugas, akhirnya mereka berhasil ditangkap,” ujarnya.


Sementara itu, Dekan Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang, Asril, menjelaskan mahasiswa tersebut adalah rombongan mahasiswa Fakultas MIPA angkatan 2009 yang mengikuti mata kuliah olahraga.


Truk Semen Seruduk Warung Buah
Di Kabupaten Solok, truk bermuatan semen yang seperti tak terkendali menabrak sederet warung buah di pinggir jalan lintas Sumatera, tepatnya di kawasan Sari Manggis Nagari Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Kejadiannya sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang penjual buah, dan seorang lagi pengendara sepeda motor, tewas dalam kecelakaan itu. Tiga lainnya dilaporkan kritis.


Truk bernomor polisi BA9838 JM itu melaju dari arah Kota Padang menuju Solok. Truk diketahui disopiri oleh Amrizal, 48, asal Kota Padang. Menurut warga, truk melaju di penurunan Sari Manggis dengan kecepatan tinggi. Begitu sampai di tikungan dekat SD Guguk, truk mendadak tak stabil, dan beberapa kali terlihat oleng. Lantas menyapu sederet warung buah.  


Sedikitnya sembilan warung buah yang berjejer di pinggir jalan sebelah kanan dari arah Padang hancur. Bagian depan truk juga terlihat remuk. Muatan semen, berserakan. Riko, 29, warga sekitar lokasi kejadian menyebutkan, sebelum menyapu warung buah di pinggir jalan, sempat terdengar raungan klakson tiada henti. Ketika itu truk sudah tak stabil.


Berkemungkinan warga di sekitar lokasi kejadian kurang menyadari, bahwa klakson itu adalah peringatan yang sidampaikan sopir, karena tak bisa mengendalikan truk.  Sehingga para pedagang tetap beraktivitas menunggui dagangannya. Malang tak dapat ditolak, truk pengangkut semen itu ternyata memang menyapu warung buah.


Seorang pengendara sepeda motor, Agus, 30, warga Nagari Cupak yang melaju dari arah Solok ikut tersambar. Tubuh korban beserta motornya terpental keluar ruas jalan. Meski warga setempat telah berusaha memberikan pertolongan dan melarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arosuka, namun nyawanya tak bisa diselamatkan. Bagian kepalanya remuk.


Sementara itu, Inas, 31, pedagang buah yang tengah menunggui dagangannya juga bernasib sama. Ia ditabrak bus, dan tewas. Kedua jenazah korban telah dibawa pulang oleh keluarga masing-masing. Tiga korban luka berat lainnya, adalah Sepri Mulyadi, 19, dan Mirudin, 48, (keduanya warga sekitar), serta sopir truk Amrizal, 39. Hingga sore kemarin, ketiganya masih kritis akibat mengalami pendarahan hebat.


Waka Polres Solok, Kompol Asmar Yunus menyebutkan kecelakaan tersebut telah ditangani jajarannya. “Kecelakaan diperkirakan dipicu masalah rem, sehingga untuk menghindari jurang di sisi kanan sopir truk memutuskan banting stir menghantam warung buah,” ujarnya. (a/mg6/mg9)



[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!