Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 17:23:02 WIB
METROPOLIS

KAN Luki Tolak Hasil RUPS PT SP

Padang Ekspres • Senin, 20/06/2011 10:47 WIB • (adv) • 679 klik

KAN Luki Tolak Hasil RUPS PT SP

Padang, Padek—Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Semen Padang (PT SP), Jumat (17/6), menimbulkan reaksi protes Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan (Luki). Protes ini muncul karena tidak satupun anak nagari Luki yang masuk dalam jajaran komisaris PT SP. Sekitar 200 tokoh masyarakat bersama pengurus KAN Luki mengadakan rapat di kantor KAN Luki, Minggu (19/6).


Rapat yang dipimpin Ketua KAN Luki, Basri Dt Rajo Usali ini, juga dihadiri enam kandidat komisaris PT SP yang tidak terpilih, yakni Zulkifli, Akhiruddin, Rizal Muin, Eri Surya, Nisfan Jumadil dan Mizwar Jambak.


Hasil rapat pengurus KAN dan tokoh masyarakat Luki ini menyatakan, KAN Luki keberatan dan menolak hasil RUPS PT SP, karena tidak mengakomodir nama-nama kandidat komisaris yang telah direkomendasi KAN Luki. ”Kami akan menuntut sampai tuntas, agar ada penambahan dua orang anak Nagari Luki untuk dapat duduk di jajaran komisaris,” terang Mizwar Jambak.


Untuk mewujudkannya, KAN Luki mengajukan surat keberatan kepada Menteri BUMN dan ditembuskan kepada seluruh pihak yang berkepentingan. Jika aspirasi ini tidak ditindaklanjuti menjelang pelantikan komisaris dan jajaran direksi PT SP, maka anak Nagari Luki akan melakukan penutupan terhadap akses menuju PT SP. ”Kita juga akan mengambil kembali seluruh tanah ulayat yang dipakai PT SP untuk dikembalikan kepada anak nagari,” tambah Mizwar.


Hasil RUPS PT SP, menurut Mizwar, telah melecehkan anak nagari Luki untuk kedua kalinya. KAN Luki tidak pernah dihargai terhadap hak-hak tanah ulayatnya. Padahal, dulu pernah ada kesepakatan dengan Kementerian BUMN agar dalam RUPS dapat mengakomodir dua orang anak nagari untuk duduk di jajaran komisaris.


”Deputi Kementerian BUMN Mahmudin Yasin tahun 2002 lalu, pernah menjanjikan akan mengakomodir dua orang anak nagari Luki untuk duduk di jajaran komisaris. Namun, setelah dua kali RUPS tidak pernah satupun anak nagari Luki yang terpilih,” tuturnya.


Diungkapkannya, tahun 2006 lalu, ada tiga kandidat yang direkomendasikan KAN Luki. Selain dirinya, juga ada nama Zulkifli dan Kamaruzaman. Tiga nama ini, bahkan telah mengikuti fit and proper test di UI. Namun, hasilnya tidak satupun, dari tiga nama yang terpilih.


Di tempat yang sama, Nisfan Jumadil menyebutkan, sebagai kandidat komisaris bersama lima kandidat lainnya, telah menyepakati akan legowo, jika hanya dua di antara anak nagari Luki yang terpilih. Namun, jangankan terpilih, satupun tidak ada nama anak nagari yang muncul menjabat sebagai komisaris. ”Padahal nama-nama yang direkomendasikan adalah orang-orang yang kredibel. Tidak ada satupun yang terpilih sebagai komisaris, maka ini menjadi suatu penghinaan terhadap SDM anak Nagari Luki,” tegas Nisfan.


Terkait munculnya isu-isu yang menyatakan anak Nagari Luki tidak kompak dalam merekomendasikan nama-nama calon komisarisnya, Nisfan menegaskan semua itu tidak benar. ”Kita telah melalui proses demokrasi. Dan kita cukup solid dalam hal ini,” tuturnya. Nisfan juga menyatakan, jika keinginan anak nagari melalui KAN Luki ini tidak mampu diakomodir PT SP, maka sekitar 20 ribu anak nagari Luki akan siap melakukan aksi demontrasi besar-besaran.


Tokoh masyarakat lainnya, Zulkifli menegaskan, pabrik PT SP berdiri di atas tanah ulayat anak Nagari Luki. Aset tanah yang digunakan mencapai Rp 13 triliun. Namun, tanah ulayat yang ada, tidak pernah diperjual belikan kepada PT SP, karena sifatnya hanya hak pakai. ”PT SP tidak mampu mengakomodir keinginan KAN Luki, karena itu, kami berhak mengambilnya kembali,” tegasnya.


Sementara, Eri Surya menambahkan, jangan sampai hak-hak hukum adat anak nagari Luki dikalahkan kepentingan politik dalam proses RUPS PT SP. Pemberitaan sebelumnya, pengumuman RUPS PT SP di Gedung The East Jakarta, Jumat, (17/6), Letjen (Purn) Muzani Syukur terpilih sebagai Komisaris Utama PT SP. Juga ada lima nama masing-masing Imam Hidayat, Shofwan Karim Elha, Basril Basyar dan Hj Syarlinawati Akbar duduk sebagai komisaris.


Sementara itu, nama-nama yang duduk sebagai direksi antara lain, Munadi Arifin sebagai Direktur Utama, Epriliyono Budi (Direktur Keuangan), Benny Wendry (Direktur Pemasaran), Agus B Nurbiantoro (Direktur Litbang dan Operasi) dan Toto Sudibyo (Direktur Produksi).


Terpisah, Kepala Biro Humas PT SP, Daconi menyayangkan sikap KAN Luki tersebut. “Sebenarnya ini bukan domain PT SP. Tapi, pemerintah. PT SP hanya menjalankan keputusan RUPS atau pemerintah. Jika ada yang merasa tidak puas dengan hasil RUPS, silakan melayangkan protes kepada pemerintah, pihak-pihak pemegang saham yang melahirkan keputusan RUPS. Bukan ke PT SP,” tutur Daconi, singkat. (adv)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!