Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 05:31:57 WIB
RAKYAT SUMBAR

Kelok 9 Rampung 80 Persen

Padang Ekspres • Sabtu, 18/06/2011 12:01 WIB • (cp) • 1054 klik

RAMPUNG 80 PERSEN: Sejumlah pekerja sedang membuat pondasi yang menghubungkan ja

Limapuluh Kota, Padek—Realisasi pembangunan tahap satu jalan dan jembatan layang Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota berjalan mencapai 80 persen. Pada tahap satu itu meliputi pembangunan jembatan 3, 4, 5, dan 6 dengan panjang totalnya 720 meter, serta jalan penghubung antarjembatan yang panjangnya 2.000 meter.


Menurut Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jembatan Kelok 9 dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Padang, Dahler, tahap satu ini, masih tersisa pembangun jembatan sepanjang 140 meter lagi. Yakni, pembangunan jembatan empat yang melengkung panjang dan tajam, serta berdiri di atas pilar-pilar setinggi 50-80 meter. Selain itu, yang tertinggal hanyalah pengaspalan jalan penghubung dan jembatan saja.


“Pekerjaan tersulit adalah membangun jembatan tiga dan empat. Sebab, jembatan-jembatan tersebut dibangun di atas pilar-pilar atau fondasi jembatan yang tingginya 50-80 meter. Artinya, memiliki risiko kerja yang cukup besar,” terangnya kepada wartawan dan Asisten III Setprov Sumbar yang memantau pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungi Sumbar dan Riau tersebut, Jumat (17/6).  


Secara keseluruhan, pembangunan tahap satu ini diperkirakan menghabiskan anggaran APBN sebesar Rp313 miliar. Total hingga kini, sudah memakan biaya Rp 252.990.615.900. Anggaran tersebut sudah mengakomodir perubahan konstruksi dari yang direncanakan semula.


“Perubahan terjadi karena ditemukan topografi yang tidak sesuai dengan rencana pembangunan di sejumlah titik. Nilai tambah dari perubahan tersebut, sebesar Rp20 miliar,” bebernya.


Estimasi dana itu belum memperhitungkan gejolak harga bahan bangunan. Pembangunan tahap satu itu, dalam perjanjian kontraknya selesai Desember tahun ini. Namun, dari sisa waktu dan pekerjaan yang tertinggal, Dahler yakin rampung sebelum batas waktu yang ditentukan. “Paling tidak pada minggu terakhir November ini,” ujarnya.


Asisten III Setprov Sumbar, Mahmuda Rivai mendorong pembangunan tahap satu jembatan tersebut dituntaskan sering semakin padatnya mobilitas Sumbar-Riau. Jika pembangunan tahap satu selesai, maka pengguna jalan Sumbar-Riau tidak perlu lagi melewati jalan Kelok Sembilan yang sempit, curam dan terjal.


Begitu juga pembangunan PLTU Teluk Siri, short cut atau rel kereta bawah tanah Padang-Solok. “Jadi dalam waktu hampir bersamaan akan ada dua proyek pembangunan dari APBN selesai di daerah ini. Proyek tersebut rencananya diresmikan Presiden RI,” ungkap Mahmuda.


Untuk pembangunan tahap II, Dahler mengatakan, anggarannya telah diusulkan kepada pemerintah pusat pada tahun ini. Pembangunan tahap dua, meliputi jembatan 1 dan 2 sepanjang 250 meter, serta jalan sepajang 3.000 meter. Yang diusulkan kurang lebih sebanyak Rp 200 miliar.

Jadi, jalan yang akan dibangun secara keseluruhan adalah sepanjang 5.000 meter dan jembatan 970 meter, dengan lebar 12,50-14,00 meter.


”Lokasi ini akan dijadikan juga sebagai tempat wisata alam. Pusatnya adalah jalan Kelok Sembilan lama, daerah Lubuahbangku yang berada sebelum jembatan dari arah Padang dan Huluaia, dijadikan area penyangga wisata alam. Semacam rest area,” papar Dahler.(cp)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!