Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 15:00:50 WIB
METROPOLIS

Sertifikasi Guru Terancam Dicabut

Padang Ekspres • Jumat, 17/06/2011 14:32 WIB • (kd) • 278 klik

Tanmalaka, Padek—Dinas Pendidikan (Disdik) Padang melakukan evaluasi terhadap guru yang telah mendapatkan sertifikasi. Hal itu dilakukan, karena ada indikasi, para guru yang telah memiliki sertifikasi tersebut, tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Sehingga para murid tidak mendapatkan ilmu yang memadai.


“Kami melakukan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Padang. Nantinya bisa lebih bagus dari tahun ini. Untuk itu, sangat perlu dilakukan evaluasi. Bagi guru yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, bukan tidak mungkin, nantinya sertifikasi guru itu akan langsung dicabut,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Padang, Bambang Sutrisno, pada Padang Ekspres, kemarin (16/6).


Dijelaskan Bambang, sebelum sertifikasi guru tersebut dicabut, mereka yang kedapatan tidak melaksanakan tugas dengan baik, terlebih dahulu akan diistirahatkan selama enam bulan. Pada masa itu, guru yang terkena sanksi tidak boleh sama sekali melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah.


“Yang akan dievaluasi adalah cara guru melaksanakan proses belajar mengajar. Apakah dalam proses belajar mengajar mereka melakukannya sesuai dengan silabus. Kalau keluar dari konteks maka guru melaksanakan tugasnya dengan tidak baik. Bisa di berikan sanksi atau dicabut sertifikasi yang telah mereka miliki selama ini,” jelasnya. (kd)


[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!