- 12:38 WIB
- 12:38 WIB
- 11:58 WIB
- 11:04 WIB
- 12:37 WIB
- 12:24 WIB
- 12:23 WIB
- 12:22 WIB
- 12:11 WIB
- 12:11 WIB
UNP Buka Jalur Mandiri
Padang Ekspres • Selasa, 14/06/2011 14:58 WIB • (mg8) • 7473 klik
Padang, Padek—Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang diikuti 33.942 peserta di Padang, diumumkan Kamis (30/6). Namun Unand dan UNP bersiap membuka seleksi jalur Reguler Mandiri (RM).
Di UNP, penerimaan lewat jalur yang dikenal masyarakat sebagai ”jalur mahal” itu, sudah dibuka kemarin (13/6). Tenggat pendaftaran, menurut Pembantu Rektor I UNP, Yanuar Kiram sampai 14 Juli. Sementara pengumumannya dilakukan melalui situs unp.ac.id pada 20 Juli.
Yanuar mengatakan, proses penerimaan mahasiswa baru lewat jalur RM di UNP diubah tidak seperti tahun lalu. Tahun ini, seleksi dilakukan lewat hasil ujian nasional (UN). ”Ini satu-satunya di Indonesia. Saya setuju, karena saya percaya hasil UN kita (Sumbar, red) bisa dipertanggungjawabkan,” kata Yanuar, kemarin.
Menurutnya, sistem penerimaan melalui hasil UN lebih menghargai usaha siswa yang telah berjuang untuk lulus di SMA sederajat. ”Saya kira kebijakan ini sangat memihak masyarakat,” tambahnya.
Dengan penerimaan melalui hasil UN, calon mahasiswa tidak lagi mengikuti serangkaian tes yang menguras banyak waktu dan tenaga. ”Paling berat buat orangtua peserta, setiap kali ikut tes bayar. Biayanya terlalu besar. Saya ingin ada cara efisien dan itu terjamin,” terangnya.
Untuk penilaian, hasil UN dan nilai rapor mata pelajaran peserta dinilai berdasarkan jurusan yang diambil. Dia mencontohkan, jika peserta mengambil jurusan matematika, maka yang jadi penilaian utama adalah nilai UN dan nilai rapor mata pelajaran matematika.
Proses pendaftaran dilakukan melalui situs rm.unp.ac.id. Namun, sebelum log in ke situs tersebut, peserta diminta membeli formulir pendaftaran di Bank Nagari sebesar Rp125 ribu untuk mendapatkan pin. Pada saat mengisi format pendaftaran, peserta diharuskan membawa fotokopi Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN), fotokopi ijazah, fotokopi rapor dari kelas II hingga semester I kelas III, dan pasfoto digital dengan ukuran maksimal 200 kb.
Yanuar mengatakan, proses seleksi demikian tidak perlu menunggu izin Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). ”Untuk penerimaan reguler mandiri, universitas diberi kebebasan. Yang jelas kuota penerimaannya tidak lebih 40 persen dari total penerimaan mahasiswa,” jelasnya. Untuk kuota pasti, Yanuar belum bisa memberikan secara tepat. ”Sekitar 2.000 oranglah,” katanya.
Sementara biaya kuliah untuk mahasiwa yang lulus dari jalur RM, sebesar Rp1,5 juta untuk bidang IPA, dan Rp1,25 juta bagi yang lulus bidang IPS. ”Untuk biaya masuk pertama kira-kira Rp6 juta. Itu sudah masuk semuanya,” kata Alizamar, PR III UNP ketika dihubungi tadi malam.
Terpisah, Pembantu Rektor I Unand, Febrin Anas Ismail menyebutkan seleksi RM di Unand dibuka pada 1-8 Juli atau setelah pengumuman SNMPTN. Tes dilaksanakan pada 11 Juli.
Febrin mengatakan, tidak ada perubahan cara maupun sistem seleksi dari tahun lalu. Begitu juga kuota, tidak ada penambahan atau pengurangan. ”Kami terima sekitar 1.900 orang. Jumlah pasti masih harus menunggu pengumuman SNMPTN. Sebab jika kuota SNMPTN tidak terpenuhi, akan diambil dari penerimaan RM,” jelasnya. (mg8)
[ Red/Redaksi_ILS ]
SAAT meluncurkan Twitter pada 2006, Jack Dorsey tentu tak menginginkan media tersebut digunakan untuk memfitnah, menjatuhkan, atau membunuh karakter seseorang. Namun, Twitter memang memberikan ruang yang bebas kepada siapa pun untuk menyampaikan pendapat, informasi, atau apa pun tanpa sensor.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Polda Geledah Tempat Hiburan
Lai sobok nan dicari Ndan..........................................?
Komitmen Kapolda Dipertanyakan
Tancap gas lah Pak...............!
Warga Ancam Tuntut PT AMP
Pajuangan taruih sampai dapek...........!