Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 14:37:51 WIB
METROPOLIS

Kasus Narkoba Meningkat

Padang Ekspres • Sabtu, 11/06/2011 13:50 WIB • (a) • 362 klik

Padang, Padek—Walaupun sudah banyak yang terjerat hukum dan tewas akibat mengkonsumsi narkoba, tampaknya para pecandu dan pengedar tidak jera-jeranya mengkonsumsi dan mengedarkan barang haram itu. Terbukti dengan meningkatnya jumlah pengedar dan pemakai narkoba yang ditangkap polisi.


Dari data Satnarkoba Polresta Padang, periode Januari hingga Mei 2011 berhasil menangkap 43 tersangka pemakai dan pengedar narkoba. Penangkapan terbanyak terjadi saat operasi tumpas bandar Singgalang 1 pada April silam.


Dalam operasi yang melibatkan Polda dan Polresta itu terungkap 19 kasus peredaran dan pemakaian narkoba. 13 ditangkap oleh aparat dari Polresta Padang dan 6 lainnya dari Polsek yang masuk dalam jajaran Polresta Padang.


Sementara pada periode Januari hingga Mei 2010, polisi berhasil mengungkap 29 tersangka penggunaan dan pengedaran narkoba. Dengan demikian terjadi kenaikan sebesar 14 kasus.


Kasat Narkoba Polresta Padang Yuli Kurnianto menjelaskan, dari 43 penangkapan itu, 70 persen sabu-sabu. Sedangkan yang ditangkap 60 persen di antaranya adalah bandar. Sementara barang bukti yang paling besar didapat polisi adalah 50 gram sabu-sabu dan 4 kilogram ganja.


“Kebanyakan barang bukti itu dipasok dari Sumatera Utara, baik sabu-sabu atau ganja. Jika ganja dipasok oleh bandar dari Penyabungan, sedangkan sabu-sabu dipasok dari Medan,” ujarnya kemarin.


Dalam pengembangan kasus, menurutnya sudah sebagian besar berkas perkara sudah diserahkan ke kejaksaan. Namun masih ada yang dalam pengembangan sebanyak 11 kasus.


Yuli mengakui sering kesulitan membongkar jaringan peredaran narkoba karena besarnya biaya pancingan yang dibutuhkan anggota untuk menjerat pelaku pengedaran barang haram itu.


Selain itu, kesadaran masyarakat untuk jadi saksi juga masih kurang. Padahal, dibutuhkan untuk mengungkap suatu kasus. “Kita apresiasi warga yang mau melaporkan adanya indikasi penggunaan narkoba di suatu tempat, namun masih banyak warga yang enggan menjadi saksi. Kita harapkan peran serta masyarakat semakin meningkat,” ucapnya saat ditemui di ruang kerja.


Kasat Narkoba Polresta Padang dan seluruh Polsekta di jajaran Polresta Padang menurutnya terus mengawasi peredaran narkoba dan langsung menangkap begitu ada bukti.


Berdasarkan pengamatannya, tren pengguna narkoba kelas atas saat ini sudah beralih dari putau ke sabu-sabu. Hal itu disebabkan tingginya risiko pemakai putau. Terbukti dengan banyaknya yang sakau, bahkan tewas akibat memakai putau.


Sedangkan sabu-sabu, harganya memang mahal, namun risikonya tidak terlalu besar. Sementara ganja masih didominasi pemakaiannya oleh mahasiswa. (a)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunda Akuisisi BTN

MASIH teringat dari layar TV, wajah Budi Gunadi Sadikin semringah sepekan lalu. Kegembiraan bos Bank Mandiri yang baru berumur 40 tahun itu disebabkan terwujudnya impian yang dia idam-idamkan sejak lama. Yakni, mem­bawa bank yang dipimpinnya menjadi salah satu bank yang patut diperhitungkan di kancah ASEAN.

Butuh Listrik

Yth. Bapak kepala PLN...Kapan kampung kami (Kabupaten Pessel, Kecamatan Sutera Kenagarian Koto Nan 3 Selatan) akan dialiri listrik, padahal kampung kami bukan kampung terpencil..kami sekampung sangat berharap perhatian dan tindak lanjut dari bapak. Atas perhtian Bapak kami skmpg mengucapkan terima kasih. Wassalam.

Jumat ,25 April 2014

Perempuan Berpeluang Pimpin DPRD

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai.............................!

 

Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jan sampai ndak panen lo Pak, ka kida suok beko...............................!

 

Korban Gigitan Musang Meninggal

Inalilallahi, awak ikuik baduka pak.................................................!