Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 19:08:06 WIB
METROPOLIS

MTsN Model Padang, Satu-satunya Madrasah Peraih Adiwiyata

Bawa Bunga untuk Hukuman Siswa

Padang Ekspres • Jumat, 10/06/2011 15:27 WIB • hijrah A sukrial • 1919 klik

Tertata: Dua pelajar melewati koridor MTsN Model. Keasriannya terlihat dan panta

Kebersihan sebagian dari iman.” Hadis itu diwujudkan MTsN Model Padang, dengan meraih penghargaan nasional tentang lingkungan hidup dari Presiden SBY.  Sekolah yang terletak di Gunungpangilun ini, satu-satunya madrasah yang meraih Adiwiyata di Indonesia.


Begitu memasuki halaman sekolah, mata dimanjakan oleh sejuknya pepohonan. Di tengah-tengah sekolah, terdapat lapangan basket. Sebelahnya, lapangan upacara. Dua lapangan ini dikelilingi gugusan ruangan belajar. Sebagai pemanis, pepohonan merindangi teras sekolah.


Sama halnya SDN 03 Alai, Padang Timur, lingkungan madrasah percontohan ini tertata rapi. Di belakangnya, terlihat pemandangan bukit Gunungpangilun sehingga membuat suasana semakin alami.
Di teras lokal, pot bunga tersusun rapi. Di dinding-dinding sekolah, terpampang kata-kata mutiara yang mengajak warga sekolah peduli lingkungan. ”Menanam sekarang, memetik kemudian.”
Begitu salah satu bunyi tulisannya.


“Minimal, walau tidak akan mendapatkan penghargaan dari presiden, setidaknya dengan lingkungan bersih dan hijau akan memberikan kenyamanan pada siswa untuk belajar,” ujar Kepala MTsN Model, Akhiri Meinhardi ketika ditemui di ruangannya Rabu (8/6).


Dia mengisahkan, membentuk kesadaran, wawasan, dan kepedulian menjaga lingkungan dibutuhkan komitmen, visi dan program dari pihak sekolah. Tidak mudah mencapai hal itu, karena butuh dukungan semua pihak, mulai dari guru, siswa, warga sekitar, hingga orangtua.


Menanamkan “cinta lingkungan” mesti sejak dini. Konsistensi menjadi kunci keberhasilannya. Dengan begitu, kesadaran pelajar terhadap lingkungan terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari hingga dewasa.
Para guru diberikan pengetahuan mengenai lingkungan. Dengan begitu, guru dituntut meluangkan waktu sejenak menanamkan karakter anak didik tentang lingkungan sebelum memulai pelajaran. Misalnya, melalui ayat-ayat yang diajarkan dalam pelajaran agama.


Para siswa dibentuk kebiasaan memungut sampah di sekelilingnya. Tidak hanya itu, peserta didik juga diajarkan lifeskill daur ulang sampah. “Kita ajarkan cara mengolah sampah organik dan nonorganik. Jika sampah organik diolah menjadi kompos, sampah nonorganik diolah menjadi produk daur ulang. Pada hari-hari tertentu, para pelajar diajarkan membuat pupuk kompos,” ujarnya.


Penegakan disiplin adalah jawabannya. Bagi yang tidak melaksanakan aturan, diberi hukuman mendidik berupa membawa bunga, pot bunga, bahkan membersihkan sampah. Tujuannya, untuk membangun kesadaran agar mencintai lingkungan.


Sekolah ini dibina prodi (program studi) Kesehatan Masyarakat Unand, dan Bapedalda. Keuntungannya, guru mendapat bimbingan tentang lingkungan. “Pengetahuan guru itu nantinya membina anak didik,” ujarnya.


Menurut Akhri, MTsN Model berhasil mendapat penghargaan tersebut merupakan prestasi luar biasa. Soalnya, tahun ini jumlah sekolah penerima penghargaan terus menurun, karena standar yang ditetapkan pemerintah semakin tinggi.


Akhri sadar, perubahan iklim akibat pemanasan global (global warming) harus diantisipasi sejak sekarang. Dampaknya mulai dirasakan seperti lelehan es di kutub, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, dan sebagainya. Bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, antara lain serangan hama, turunnya produktivitas pangan, hingga risiko kanker dan wabah penyakit.


”Generasi muda memegang peran penting dalam perubahan perilaku dan cara berpikir. Mereka bisa menjadi korban, sekaligus penyelamat dari bencana lingkungan di masa depan. Di tangan merekalah ide-ide cerdas, kreatif, inovatif, serta aksi perubahan dapat didorong untuk menjangkau dukungan lebih banyak orang yang peduli terhadap kelestarian alam lndonesia,” jelasnya.


Melihat pembentukan karakter anak didik di MTsN Model, setitik harapan muncul bagi masa depan lingkungan hidup. Mudah-mudahan, virus baik itu terus menulari sekolah lain di ranah ini. (***)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!