Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 09:46:47 WIB
METROPOLIS

MTsN Model Padang, Satu-satunya Madrasah Peraih Adiwiyata

Bawa Bunga untuk Hukuman Siswa

Padang Ekspres • Jumat, 10/06/2011 15:27 WIB • hijrah A sukrial • 1926 klik

Tertata: Dua pelajar melewati koridor MTsN Model. Keasriannya terlihat dan panta

Kebersihan sebagian dari iman.” Hadis itu diwujudkan MTsN Model Padang, dengan meraih penghargaan nasional tentang lingkungan hidup dari Presiden SBY.  Sekolah yang terletak di Gunungpangilun ini, satu-satunya madrasah yang meraih Adiwiyata di Indonesia.


Begitu memasuki halaman sekolah, mata dimanjakan oleh sejuknya pepohonan. Di tengah-tengah sekolah, terdapat lapangan basket. Sebelahnya, lapangan upacara. Dua lapangan ini dikelilingi gugusan ruangan belajar. Sebagai pemanis, pepohonan merindangi teras sekolah.


Sama halnya SDN 03 Alai, Padang Timur, lingkungan madrasah percontohan ini tertata rapi. Di belakangnya, terlihat pemandangan bukit Gunungpangilun sehingga membuat suasana semakin alami.
Di teras lokal, pot bunga tersusun rapi. Di dinding-dinding sekolah, terpampang kata-kata mutiara yang mengajak warga sekolah peduli lingkungan. ”Menanam sekarang, memetik kemudian.”
Begitu salah satu bunyi tulisannya.


“Minimal, walau tidak akan mendapatkan penghargaan dari presiden, setidaknya dengan lingkungan bersih dan hijau akan memberikan kenyamanan pada siswa untuk belajar,” ujar Kepala MTsN Model, Akhiri Meinhardi ketika ditemui di ruangannya Rabu (8/6).


Dia mengisahkan, membentuk kesadaran, wawasan, dan kepedulian menjaga lingkungan dibutuhkan komitmen, visi dan program dari pihak sekolah. Tidak mudah mencapai hal itu, karena butuh dukungan semua pihak, mulai dari guru, siswa, warga sekitar, hingga orangtua.


Menanamkan “cinta lingkungan” mesti sejak dini. Konsistensi menjadi kunci keberhasilannya. Dengan begitu, kesadaran pelajar terhadap lingkungan terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari hingga dewasa.
Para guru diberikan pengetahuan mengenai lingkungan. Dengan begitu, guru dituntut meluangkan waktu sejenak menanamkan karakter anak didik tentang lingkungan sebelum memulai pelajaran. Misalnya, melalui ayat-ayat yang diajarkan dalam pelajaran agama.


Para siswa dibentuk kebiasaan memungut sampah di sekelilingnya. Tidak hanya itu, peserta didik juga diajarkan lifeskill daur ulang sampah. “Kita ajarkan cara mengolah sampah organik dan nonorganik. Jika sampah organik diolah menjadi kompos, sampah nonorganik diolah menjadi produk daur ulang. Pada hari-hari tertentu, para pelajar diajarkan membuat pupuk kompos,” ujarnya.


Penegakan disiplin adalah jawabannya. Bagi yang tidak melaksanakan aturan, diberi hukuman mendidik berupa membawa bunga, pot bunga, bahkan membersihkan sampah. Tujuannya, untuk membangun kesadaran agar mencintai lingkungan.


Sekolah ini dibina prodi (program studi) Kesehatan Masyarakat Unand, dan Bapedalda. Keuntungannya, guru mendapat bimbingan tentang lingkungan. “Pengetahuan guru itu nantinya membina anak didik,” ujarnya.


Menurut Akhri, MTsN Model berhasil mendapat penghargaan tersebut merupakan prestasi luar biasa. Soalnya, tahun ini jumlah sekolah penerima penghargaan terus menurun, karena standar yang ditetapkan pemerintah semakin tinggi.


Akhri sadar, perubahan iklim akibat pemanasan global (global warming) harus diantisipasi sejak sekarang. Dampaknya mulai dirasakan seperti lelehan es di kutub, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, dan sebagainya. Bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, antara lain serangan hama, turunnya produktivitas pangan, hingga risiko kanker dan wabah penyakit.


”Generasi muda memegang peran penting dalam perubahan perilaku dan cara berpikir. Mereka bisa menjadi korban, sekaligus penyelamat dari bencana lingkungan di masa depan. Di tangan merekalah ide-ide cerdas, kreatif, inovatif, serta aksi perubahan dapat didorong untuk menjangkau dukungan lebih banyak orang yang peduli terhadap kelestarian alam lndonesia,” jelasnya.


Melihat pembentukan karakter anak didik di MTsN Model, setitik harapan muncul bagi masa depan lingkungan hidup. Mudah-mudahan, virus baik itu terus menulari sekolah lain di ranah ini. (***)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!