Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 11:32:15 WIB
PRO SUMBAR

Pengikut Ahmadiyah Dirangkul

Hari Ini, Tiga Warga Tentukan Sikap

Padang Ekspres • Selasa, 31/05/2011 12:56 WIB • nenengsih • 285 klik

Solsel, Padek—Pengikut aliran Ahmadiyah juga terdapat di Kabupaten Solok Selatan. Secara kekeluargaan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sangir, mengajak tiga kepala keluarga yang notabene anggota organisasi Ahmadiyah.


Ajakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Sumbar No 17 tahun 2011, tentang larangan kegiatan Jamaat Ahmadiyah Indonesia. Tiga warga Lekok Jorong Sungailambai, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Sangir itu yaitu “KD”, 57, “JB”, 66 dan “IH”.


“Kami menyampaikan dan mengajak secara kekeluargaan. Bahwa organisasi Ahmadiyah dilarang  pemerintah. Untuk itulah, kami hadirkan bapak bertiga ke sini,” ujar Ketua MUI Sangir, B MLN Managah didampingi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sangir, Syafra Haradi di kantor KUA Sangir, Senin (30/5).


Syafra menambahkan, sudah menjadi kewajiban aparatur pemerintah untuk menyampaikan dan mensosialisasikan peraturan, termasuk larangan terhadap Ahmadiyah. Namun, bagaimana pun, diserahkan sepenuhnya kepada mereka bertiga. “Kita tidak beoleh memaksakan. Karena ini masalah keyakinan dan akidah,” ujarnya.


Diskusi selama  lebih dari dua jam itu, berlangsung cukup alot. Terhadap hal itu, “IH” menanggapi bahwa ia memang mendengar bahwa Ahmadiyah dilarang. Namun, untuk mengambil keputusan, “IH” dan “KD” menyatakan bahwa mereka harus berunding dan minta pandangan dulu dari keluarga di rumah.


“Kami minta diberi tenggat waktu sampai besok (hari ini, red),” kata “IH” saat diminta untuk memberi ketegasan apakah mereka masih akan menjadi anggota Ahmadiyah atau tidak.


Sosialisasi PP No 17 itu, menurut Ketua MUI Sangir, adalah langkah antisipasi agar jangan terjadi tindakan anarkis, serta fitnah di tengah masyarakat. Sebab, berdasarkan PP tersebut dalam pasal 3 ayat 3 memuat, pemerintah daerah diminta agar menghentikan aktivitas anggota/pengurus Jemaat Ahmadiyah sesuai peraturan. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!