Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 14:39:57 WIB
PRO SUMBAR

Pengikut Ahmadiyah Dirangkul

Hari Ini, Tiga Warga Tentukan Sikap

Padang Ekspres • Selasa, 31/05/2011 12:56 WIB • nenengsih • 288 klik

Solsel, Padek—Pengikut aliran Ahmadiyah juga terdapat di Kabupaten Solok Selatan. Secara kekeluargaan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sangir, mengajak tiga kepala keluarga yang notabene anggota organisasi Ahmadiyah.


Ajakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Sumbar No 17 tahun 2011, tentang larangan kegiatan Jamaat Ahmadiyah Indonesia. Tiga warga Lekok Jorong Sungailambai, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Sangir itu yaitu “KD”, 57, “JB”, 66 dan “IH”.


“Kami menyampaikan dan mengajak secara kekeluargaan. Bahwa organisasi Ahmadiyah dilarang  pemerintah. Untuk itulah, kami hadirkan bapak bertiga ke sini,” ujar Ketua MUI Sangir, B MLN Managah didampingi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sangir, Syafra Haradi di kantor KUA Sangir, Senin (30/5).


Syafra menambahkan, sudah menjadi kewajiban aparatur pemerintah untuk menyampaikan dan mensosialisasikan peraturan, termasuk larangan terhadap Ahmadiyah. Namun, bagaimana pun, diserahkan sepenuhnya kepada mereka bertiga. “Kita tidak beoleh memaksakan. Karena ini masalah keyakinan dan akidah,” ujarnya.


Diskusi selama  lebih dari dua jam itu, berlangsung cukup alot. Terhadap hal itu, “IH” menanggapi bahwa ia memang mendengar bahwa Ahmadiyah dilarang. Namun, untuk mengambil keputusan, “IH” dan “KD” menyatakan bahwa mereka harus berunding dan minta pandangan dulu dari keluarga di rumah.


“Kami minta diberi tenggat waktu sampai besok (hari ini, red),” kata “IH” saat diminta untuk memberi ketegasan apakah mereka masih akan menjadi anggota Ahmadiyah atau tidak.


Sosialisasi PP No 17 itu, menurut Ketua MUI Sangir, adalah langkah antisipasi agar jangan terjadi tindakan anarkis, serta fitnah di tengah masyarakat. Sebab, berdasarkan PP tersebut dalam pasal 3 ayat 3 memuat, pemerintah daerah diminta agar menghentikan aktivitas anggota/pengurus Jemaat Ahmadiyah sesuai peraturan. (*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunda Akuisisi BTN

MASIH teringat dari layar TV, wajah Budi Gunadi Sadikin semringah sepekan lalu. Kegembiraan bos Bank Mandiri yang baru berumur 40 tahun itu disebabkan terwujudnya impian yang dia idam-idamkan sejak lama. Yakni, mem­bawa bank yang dipimpinnya menjadi salah satu bank yang patut diperhitungkan di kancah ASEAN.

Butuh Listrik

Yth. Bapak kepala PLN...Kapan kampung kami (Kabupaten Pessel, Kecamatan Sutera Kenagarian Koto Nan 3 Selatan) akan dialiri listrik, padahal kampung kami bukan kampung terpencil..kami sekampung sangat berharap perhatian dan tindak lanjut dari bapak. Atas perhtian Bapak kami skmpg mengucapkan terima kasih. Wassalam.

Jumat ,25 April 2014

Perempuan Berpeluang Pimpin DPRD

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai.............................!

 

Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jan sampai ndak panen lo Pak, ka kida suok beko...............................!

 

Korban Gigitan Musang Meninggal

Inalilallahi, awak ikuik baduka pak.................................................!