Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 17:23:11 WIB
EKONOMI BISNIS

BBM Subsidi Dibatasi 1 Juli

Uji Alat Kontrol BBM, Dimulai di Pulau Jawa

Padang Ekspres • Selasa, 31/05/2011 12:04 WIB • (jpnn) • 240 klik

Jakarta, Padek—Menkeu Agus Martowardojo optimistis konsumsi BBM bersubsidi tidak akan melampaui jatah 38,6 juta kilo liter sepanjang tahun ini. Uji coba alat pengontrol BBM bersubsidi yang dimulai Juli, bisa membantu pembatasan konsumsi.
”Kalau nanti BBM bersubsidinya bisa dibatasi mulai 1 Juli, dan berlakunya mulai di pulau Jawa, itu bisa terjaga pada 38,6 juta kilo liter. Itu baik sekali,” kata Menkeu di kantornya, kemarin.


Agus mengatakan, uji coba penggunaan alat kontrol BBM bersubsidi memang harus segera dilakukan. Fokus program dilakukan di pulau Jawa. ”Kita sudah melakukan pemetaan, bahwa BBM bersubsidi itu kan banyak digunakan di pulau Jawa,” kata Menkeu. Jenis yang paling banyak dikonsumsi adalah premium dan solar. Konsumen terbanyak adalah pengguna mobil dan sepeda motor. ”Jadi kita bisa lihat bahwa penggunaannya bukan mayoritas untuk kendaraan transportasi yang sehubungan dengan perdagangan atau industri,” kata Agus.


Ia mengatakan, saat ini BPH (Badan Pengatur Hilir) Migas dan Pertamina tengah mengkaji mekanisme paling tepat untuk membatasi konsumsi BBM bersubsidi. Sosialisasi juga harus terus dilakukan. Pemerintah akan tetap memastikan masyarakat miskin tetap mendapatkan subsidi. ”Tapi kalau seandainya subsidinya itu yang terlalu umum, yang tidak memberi manfaat sepenuhnya bagi yang miskin, tentu kita tidak ingin,” katanya.


Pemerintah memperkirakan defisit APBN tahun ini bakal bertambah Rp16 triliun. Dalam APBN 2011, defisit APBN diperkirakan mencapai Rp124,7 triliun atau 1,8 persen dari Produk Domestik Bruto. Pembengkakan defisit disebabkan tingginya harga minyak dan penurunan lifting (produksi siap jual) minyak. Dalam APBN, subsidi BBM dianggarkan Rp95,9 triliun.


Konsumsi BBM
Pemerintah mencatat, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium selama Januari hingga 22 Mei tahun ini telah mencapai 9,37 juta kiloliter (kl) atau 40 persen dari kuota yang 23,19 juta kl. Sedangkan minyak tanah 740 ribu kl, dan solar 5,23 juta kl.


Dirjen Migas Evita Herawati Legowo mengatakan, jatah kuota BBM subsidi tahun ini adalah 38,59 juta kl yakni terdiri dari, premium 23,19 juta kl (63,54 ribu kl per hari), minyak tanah 2,32 juta kl (6,34 ribu kl per hari), solar 13,08 juta kl (35,85 ribu kl per hari). ”Realisasi konsumsi premium per hari di atas kuota yang ditetapkan oleh pemerintah,” kata Evita di Jakarta, Senin (30/5).


Menurut dia, jika ini dibiarkan tanpa dibarengi implementasi pembatasan BBM, maka pada 2012 diperkirakan volume konsumsi BBM bisa mencapai 45,6 juta kiloliter kl. Nah, apabila pembatasan itu dilakukan jatahnya hanya 41,7 juta kl. ”Untuk 2012 BBM bersubsidi kita siapkan dua opsi kalau dilakukan pembatasan BBM bersubsidi, maka volumenya 41,7 juta kiloliter. (jpnn)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!