Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 04:12:21 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Waspadai Radikalisme Teror Bom

Padang Ekspres • Berita Kriminal • Senin, 30/05/2011 16:30 WIB • (fd) • 323 klik

Bukittinggi, Padek—Wawasan kebangsaan perlu diperkokoh untuk memberikan tameng berkembangnya paham radikalisme. Generasi muda dan masyarakt perlu kembali disadarkan pentingnya wawasan Nusantara.


Hal itu diungkapkan Kepala Kesbangpol dan Linmas Bukittinggi Ibentaro Samudra ketika seminar nasional Mewaspadai Radikalisme dengan Memperkokoh Wawasan Kebangsaan yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bukittinggi, Sabtu (28/5).


“Selama ini masyarakat memang dihebohkan dengan ancaman bom dari teroris, tetapi hal itu bersifat nyata sedangkan teroris narkoba mainnya sembunyi-sembunyi masuk merasuki pikiran anak-anak yang akhirnya bisa menghancurkan masa depan generasi muda Indonesia,” kata Ibentaro.
Seminar yang dihadiri utusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kota Bukittinggi ini menampilkan tiga pemateri.Selain Ibentaro, juga tampil Kabid Politik Kesbangpol dan Linmas Agam Harmezi dan Pimpinan Yayasan Aqabah Bukittinggi H Indra Syam, LC.


Pemateri lainnya, Indra Syam megemukakan, paham radikalisme itu bukanlah ciptakan kaum beragama, tetapi paham itu diciptakan ateis atau orang yang tak mengakui keberadaan agama. “Tidak ada satu pun agama di dunia ini yang sepakat dan setuju dengan paham radikalisme tersebut,” katanya.


Kata lulusan Timur Tengah itu, paham itu sengaja diciptakan, untuk “mempecundangi” sebuah kekuasaan dengan mengatasnamakan “agama”.  Tapi sayangnya, ketika tindakan radikalisme itu muncul di Negara mana saja yang dikambinghitamkan selalu umat muslim.


Sementara, Harmezi meyakinkan, pengikut paham radikal itu, biasanya dilakukan sebuah pameo. “Perbedaan antara radikal dan pahlawan hanya setipis kulit bawang. Sehingga pengikut radikalisme itu meyakini dirinya adalah pahlawan, ketika dia melakuan pengeboman atau bom bunuh diri. Padahal paham itu sangat salah sekali, karena tidak ada aturan negara maupun agama yang membolehkan paham itu berkembang,” tukasnya. (fd)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!