Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 12:51:22 WIB
RAKYAT SUMBAR

Hari Ini Dihoyak

Padang Ekspres • Minggu, 17/11/2013 01:41 WIB • Redaksi • 1420 klik

Pariaman, Padek—Ritual tabuik memasuki puncaknya, hari ini (17/11). Prosesi yang diawali dengan tabuik naik pangkek itu, dipastikan akan menyedot perhatian ribuan wisatawan lokal. Bahkan, sejumlah pejabat dan Kedubes dipastikan ikut menyaksikan puncak prosesi tabuik.

 

Keyakinan itu diutarakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Tundra Laksmana, kepada Padang Ekspres, kemarin (16/11). ”Tabuik naik pangkek akan berlangsung dini hari. Selepas itu, dilakukan hoyak tabuik dan diakhiri dengan pembuangan tabuik ke laut, sore harinya,” jelas Tundra.  

 

Prosesi hoyak tabuik ini juga akan dimeriahkan oleh festival gandang tasa, tarian kolosal diiringi orchestra, serta atraksi kesenian lokal lainnya. Konfirmasi terakhir, Ketua DPD RI Irman Gusman beserta Dirjen Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata Hary Waluyo, perwakilan Dubes Iran, serta Sekprov Sumbar Ali Asmar, beserta pejabat lainnya, menghadiri puncak hoyak tabuik ini.

 

Lebih lanjut Tundra menjelaskan, prosesi tabuik telah berlangsung sejak 5 November lalu, diawali dengan upacara mengambil tanah (tanggal 1 Muharram). Aktivitas pengambilan tanah dilakukan pada petang hari tanggal 1 Muharram, dilakukan arak-arakan dimeriahkan dengan gendang tasa.

 

Pengambilan tanah, tambahnya,  dilakukan oleh dua kelompok tabuik yaitu kelompok “tabuik pasar” dan “tabuik Subarang”. Masing-masing kelompok mengambil tanah pada tempat (anak sungai) berbeda, dan berlawanan arah . Tabuik pasar di Desa Pauh, sedangkan tabuik subarang di Alai-gelombang berjarak sekitar 600 meter dari daraga (rumah tabuik).

 

“Pengambilan tanah dilakukan oleh seorang laki-laki berpakaian jubah putih melambangkan kejujuran Hosen. Tanah tersebut diusung ke daraga sebagai simbol kuburan Hosen,” katanya.

 

Selanjutnya, lanjut Tundra, prosesi menebang batang pisang sebagai cerminan dari ketajaman pedang yang digunakan dalam perang menuntut balas atas kematian Hosen. Prosesi ini dilakukan oleh seorang pria berpakaian silat. Batang pisang ditebang putus sekali pancung.

 

Nah, selepas itu ada proses maatam, dilaksanakan setelah Shalat Zuhur oleh orang (keluarga) penghuni rumah tabuik. Secara beriringan mereka berjalan mengelilingi daraga sambil membawa peralatan ritual tabuik (jari-jari, sorban, pedang Hosen, dan lainnya), sambil menangis meratap-ratap. Hal ini sebagai pertanda kesedihan mendalam atas kematian Hosen. Daraga sendiri hakikat dari kuburan Hosen.

 

Usai itu, proses maarak jari-jari dan maarak panja, tak lain kegiatan membawa tiruan jari-jari tangan Hosen yang tercincang, untuk diinformasikan kepada khalayak ramai bukti kekejaman raja zalim.

 

Peristiwa tersebut dimeriahkan dengan “hoyak tabuik lenong”, yaitu sebuah tabuik berukuran kecil yang diletakkan di atas kepala seorang laki-laki sambil diiringi bunyi gandang tasa.

 

Maarak saroban bertujuan untuk menginformasikan kepada anggota masyarakat akan halnya penutup kepala (sorban) Hosen yang terbunuh dalam perang Karbala. Hampir serupa dengan peristiwa maarak panja, kagiatan ini juga diiringi dengan membawa miniatur tabuik lenong, serta didiringi gemuruh bunyi gendang tasa sambil sorak-sorai.

 

Dan dini hari tadi, tabuik naik pangkek menjelang fajar, dua bagian tabuik yang telah siap dibagun, di pondok pembuatan tabuik mulai disatukan menjadi tabuik utuh. Peristiwa ini dinamakan dengan tabuik naik pangkek. Selajutnya, seiring matahari terbit, tabuik diusung ke arena (jalan) dan ditampilkan dan hoyak sepanjang hari. (nia)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!