Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 21:38:48 WIB
PRO SUMBAR

Pilkada 2 Putaran, 2 Calon Gugat ke MK

MahEm dan DeJe Bertarung 11 Desember

Padang Ekspres • Selasa, 05/11/2013 10:53 WIB • Eka Rianto • 6285 klik

Pilkada 2 Putaran

Padang, Padek—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang menetap­kan hasil pemilihan kepala daerah (Pil­kada) yang diadakan 30 Oktober lalu, tadi malam (4/11). Tak satu pasangan pun memperoleh suara 30 persen atau lebih, sehingga Pilkada Padang harus dua putaran.

Pasa­ngan yang akan ber­tarung pada putaran dua ini adalah Mah­yeldi-Emzalmi (Mah­Em) dan Desri Ayunda-James Helly­ward (DeJe).

 

Pada sidang pleno di Hotel Grand Inna yang dimulai pukul 14.30 itu ditetapkan total suara sah 313.146 suara, atau 57 persen. Daftar pemilih tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU se­belum­nya, sebanyak 560.723 pe­milih/suara (perolehan suara 10 pasangan calon, lihat grafis). KPU menyatakan par­tisi­pasi pemilih meningkat dua per­sen dari Pilkada Padang tahun 2008, yang hanya 55 persen.

 

Dari total suara sah tadi, pasangan MahEm yang diusung PKS/PPP memperoleh 92.214 suara atau 29,45 persen. Semen­tara itu pasangan independen DeJe memperoleh 59.845 suara atau 19,11 persen. KPU men­jad­walkan Pilkada Padang puta­ran dua, 11 Desember.

 

”Tanggal itu baru rencana awal. Tentunya akan dilihat apa ken­dala yang terjadi di lapa­ngan,” kata Ketua KPU Padang Ali­son usai penandatanganan ha­sil rapat pleno pukul 22.00. Hal yang bisa mengubah jadwal itu, kata Alison, antara lain putusan Mahkamah Konstitusi (MK), jika ada pasangan calon yang menggugat. 

 

Hasil Pilkada yang ditetap­kan melalui rapat pleno KPU tersebut ditandatangani oleh enam saksi (perwakilan) pasa­ngan calon. Enam pasangan calon ini menyatakan menerima ha­sil rapat pleno KPU tentang rekapitulasi final Pilkada Padang itu. Saksi pasangan Ibrahim-Nard­i Gusman ikut menan­da­ta­ngani, namun dengan catatan bahwa pasangan itu menolak.

 

Sementara saksi pasangan M Ichlas El Qudsi-Januardi, Asnawi Bahar-Surya Budhi, dan Maigus Nasir-Armalis tak hadir pada rapat pleno KPU tersebut. Ha­nya, saksi pasangan M Ichlas El Qudsi-Januardi yang di awal ra­pat sempat hadir, namun ke­mudian menyatakan walk out (WO), karena merasa protes yang disampaikan tak digubris KPU.

 

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Padang, Nurlina K menilai rapat pleno KPU yang dilaksanakan kemarin berjalan sesuai koridor, sehingga Pan­waslu menyatakan meneri­ma pleno tersebut. “Hasil yang dimiliki Panwaslu sama dengan hasil pleno ini. Dan proses pleno juga sudah berjalan dengan baik,” kata Nurlina. Sebelumnya, kata Nurlina, Panwaslu tak me­nemukan pelanggaran yang da­pat mengganggu proses Pilka­da.

 

Menanggapi akan ada Pilka­da putaran dua, Wali Kota Pa­dang Fauzi Bahar berharap mas­yarakat bisa menahan diri, dan ti­dak terpancing dengan isu-isu yang bisa menyebabkan perti­kaian. Ia tidak menampik suhu politik Kota Padang akan me­ningkat.

 

”Apalagi bagi kalangan PNS, ja­ngan sampai terlibat dalam per­­politikan. Pelayanan ke mas­ya­ra­kat menjadi hal yang uta­ma,” ingatnya.

 

Kepada dua pasangan yang akan bertarung pada putaran dua, Wali Kota dua periode ini juga mengimbau agar tetap menahan diri. “Ikuti saja seluruh ketentuan. Dan, yang terpenting ikutlah menjaga dan bertang­gung jawab dengan ketentraman masyarakat Padang.”

 

Diwarnai Interupsi dan WO

 

Rapat pleno terbuka tentang hasil Pilkada Padang diwarnai aksi WO dua kelompok saksi pasangan calon. Mereka adalah saksi dari tim Ibrahim-Nardi Gusman dan tim M Ichlas El Qudsi-Januardi Sumka. Mereka keluar ruangan, karena merasa aspirasi mereka tak diindahkan KPU. Kedua saksi pasangan calon ini menuding pelaksanaan Pilkada tidak berjalan baik atau banyak pelanggaran.­

 

Beberapa saat setelah Ketua KPU Padang Alison membuka rapat pleno saksi dari sejumlah pa­­s­angan calon langsung me­nyam­­paikan interupsi. Me­reka ber­teriak-teriak untuk mencuri perhatian Alison yang memim­pin rapat. Namun, Ali­son berge­ming. Ia tetap melanjutkan rapat de­ngan meminta PPK (Panitia Pe­milihan Kecamatan) secara bergantian menyampaikan hasil pleno di tingkat kecamatan.

 

Sekitar pukul 15.10 WIB, atau ketika PPK Padang Timur mem­bacakan hasil pleno, tim sak­si pasangan calon Ibrahim-Nar­di Gusman menyatakan k­e­luar dari ruangan rapat. Salah se­orang saksi dengan kawalan po­lisi mengatakan tidak men­e­rima hasil pleno tersebut.

 

Saksi pasangan calon Ibra­him-Nardi Gusman yang berna­ma Irfan Efendi ini menga­ku ke­cewa dengan sikap pemimpin si­dang yang tidak mengin­dahkan in­terupsinya. Padahal, dia ingin me­nyampaikan banyak kekeli­ruan dan pelanggaran yang ter­jadi saat Pilkada. Menurutnya ham­pir di setiap kelurahan, ada mas­­y­arakat yang tidak men­da­pat­kan kartu pemilih.

 

”Meskipun ada kesempatan meng­gunakan KK (kartu keluar­ga) atau KTP (kartu tanda pen­du­duk), dengan waktu yang di­ten­tukan siang hari, membuat mas­yarakat semakin tidak mau ke TPS (Tempat Pemungutan Sua­ra),” ujarnya.

 

Selain itu, lanjutnya, tim Ibra­him-Nardi Gusman juga me­­miliki catatan adanya peng­ge­lembungan suara sekitar 200 le­bih di Kelurahan Pegambiran, Lu­buk Begalung, dan Sungai Sapih, Kuranji.

”Interupsi kami tidak dide­ngar­­kan. Lebih baik kami keluar. Pro­­­ses saja sudah salah apalagi ha­sil­­nya. Kami akan siapkan ba­han un­­tuk pelaporan ke MK,” te­gas­nya.

 

Begitu juga dengan saksi tim M Ichlas El Qudsi-Januardi Sum­ka. Sekitar 20 menit berse­lang, tim pasangan yang dising­kat “Michel Jadi” ini juga keluar rua­ngan. Salah seorang anggota tim, Yusak David menyam­pai­kan bahwa banyak pelanggaran yang terjadi saat Pilkada. “Dari pa­da kami protes dan interupsi, ma­lah akan membuat terlam­bat­nya pleno. Lebih baik kami ke­luar saja,” ujarnya.

 

Yusak menjelaskan timnya te­lah mengumpulkan sejumlah pe­langgaran yang terjadi saat Pil­kada dan sebelumnya. Salah sa­­tunya, kata David adanya black cam­paign atau kampanye hitam di sejumlah lokasi terhadap “Michel Jadi”. “Kami punya bukti, dan kami siapkan gugatan ke MK,” ulasnya.

 

DI antara kampanye hitam ter­sebut, lanjut David adanya orang yang tertangkap menye­bar­kan foto kopi koran yang be­risi menjelekkan pasangan Michel Jadi. Juga, kata dia, ada pa­sa­­ngan calon yang mem­be­ri­ka­n uang sesaat sebelum pen­co­blosan.

 

Alison menjelaskan jika me­mang ada keberatan sebaiknya para saksi mengisi surat ketera­ngan keberatan. Ia menjanjikan ke­be­ratan yang disampaikan akan ditindaklanjuti.”Tata cara­nya telah ada. Jika memang ti­dak setuju, ada caranya dengan me­ngisi surat keterangan. Ini telah diatur dalam tata cara pe­laksanaan pleno,” kata Alison.

 

Terpisah, pengamat politik dari Unand, Syaiful menjelaskan WO yang dilakukan saksi itu me­ru­­pakan kelatahan dalam ber­po­­litik. Menurutnya, jika me­mang ada temuan atau du­gaan pe­lang­g­a­ran, tim pasa­ngan calon le­b­ih baik menyampaikan secara res­­mi. Bahkan, jika memang ada ke­­inginan untuk mengajukan ke MK, itu bisa dilakukan tanpa melakukan WO saat rapat pleno. Se­lain itu, bisa juga menyatakan ti­dak menerima keputusan ter­sebut.

 

”Saya pikir tidak perlu ada­nya WO, ini merupakan feno­mena yang tidak baik dan bentuk kelatahan.” (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!