Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 08:06:31 WIB
PRO SUMBAR

Presiden SBY Empat Hari di Sumbar

H-7, Ada Ziarah ke Makam Raja-raja di Tanahdatar

Padang Ekspres • Sabtu, 12/10/2013 11:34 WIB • Redaksi • 1714 klik

Padang, Padek—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan berkunjung ke Sumbar 28-31 Oktober nanti. Dalam kunjungannya kali ini, SBY direncanakan meres­mi­kan pembangunan jembatan layang Kelok Sembilan di Li­ma­puluh Kota, Istano Basa Pagaruyung yang telah selesai pembangunannya pasca­ter­bakar tahun 2007 di Tanah­datar dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih di Kota Padang.

 

Mendagri Gamawan Fauzi membenarkan adanya rencana kunjungan SBY ke Sumbar. ”Iya. Pak SBY menghubungi saya pekan lalu dan minta agar menata acara. Hal itu telah saya sampaikan ke Gubernur,” kata Gamawan Fauzi, kemarin.

 

Menurut Mendagri, selain peresmian jembatan layang Kelok Sembilan dan Istano Basa Pagaruyung serta peri­ngatan Hari Pangan Sedunia, Presiden kemungkinan juga akan meresmikan Jalan Sici­n­cin-Malalak dan PLTU Teluk­sirih. “Mungkin juga ada yang lain,” tambah Gamawan.

 

Menindaklanjuti keda­ta­ngan SBY itu, Senin (7/10) lalu, digelar rapat yang dipimpin Gubernur Sumbar Irwan Pra­yitno di Gubernuran. Hadir pada kesempatan itu,

 

Bupati Tanahdatar M Sha­diq Pasadigoe, Bupati Lima­puluh Kota Alis Marajo, Wali Kota Bukittinggi Ismet Amsis, Wakil Wali Kota Padang­pan­jang Mawardi Samah, Bupati Padang­pariaman Ali Mukhni dan sejumlah panitia propinsi.

 

Gubernur menyebutkan, Presiden SBY beserta rombo­ngan datang 28 Oktober sore, disambut di BIM dan mende­ngarkan ekspos perkem­ba­ngan pembangunan Sumbar di VIP BIM. Selanjutnya, Pre­siden menuju Bukittinggi dan melakukan pertemuan dengan kepala daerah di Balai Sidang Bung Hatta.

 

Keesokan harinya (29/10), direncanakan meresmikan Jembatan Kelok Sembilan, dan Rabu (30/10) meresmikan Istano Pagaruyung. Selanjut­nya Kamis (31/10), peringatan Hari Pangan Sedunia di TVRI Sumbar.

 

Bupati M. Shadiq Pasa­di­goe mengatakan, masya­rakat Tanahdatar sangat meng­ha­rap­kan Presiden SBY meres­mikan Istano Paga­ruyung ini, karena Batagak Tonggak Tuo dihadiri Jusuf Kalla ketika menjabat Wakil Presiden.

 

SBY yang bergelar Yang Dipatuan Maharaja Pamuncak Sari Alam akan mengenakan pakaian adat. Sejauh ini, kata Shadiq, telah dilakukan per­temuan dengan pewaris kera­jaan Pagaruyung, ninik ma­mak dan KAN Nagari Paga­ruyung, serta KAN. LKAAM dan Bundo Kanduang se-Ta­nah­datar dan Sumbar.

 

Peresmian Istano diper­kirakan dihadiri sekitar 1.290 undangan. Bupati juga telah rapat lengkap panitia yang juga dihadiri Dandim 0307 Tanah­datar dan Kapolres Tanahdatar di Kantor Bupati, Kamis (9/10).

 

Informasi dari Humas Pem­kab Tanahdatar, tujuh hari sebelum (H-7) keda­ta­ngan SBY, dilakukan prosesi adat ziarah ke makam raja-raja yang pernah berthahta di Mi­nangkabau dalam wilayah Tanahdatar, di antaranya ma­kam Adityawarman di Limo Kaum, Dt.Tantejo Gurhano di Pariangan, Rajo Ibadat di Sumpur Kudus dan Rajo Adat di Buo. Selanjutnya H-5 di­lang­­sungkan prosesi adat, di antaranya Ratik Tolak Bala di Istano Basa Pagaruyung. Pro­sesi selanjutnya menawari rumah dengan tawa nan am­pek dan limau tujuah ragam, salah satunya diambil dari Bukit Batu Patah dengan Aie Tawa Luhak Nan Tigo, yaitu Luak Rajo, Luak Tanjuang Bungo serta unsur Air penawar dari Rajo Tigo Selo. Lalu, prosesi penyembelihan kerbau  pada H-1 pagi, di Kompleks Istano Basa Pagaruyung.(esg/ayu/mal)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!