Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 19:53:00 WIB
NASIONAL

Gubernur Banten Segera Diperiksa

Padang Ekspres • Minggu, 06/10/2013 01:55 WIB • Redaksi • 1081 klik

KETERBATASAN waktu yang dimiliki KPK untuk menyelesaikan kasus hasil tangkap tangan membuat lembaga antikorupsi itu bergerak cepat. Salah satunya, segera memanggil Gu­bernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang baru saja dicegah. Dari pemeriksaan itu, diyakini KPK bisa mengambil kesimpulan perlu tidaknya men­jadikan Atut sebagai tersangka.

 

Seperti diberitakan, Tubagus Chaeri War­dhana yang ikut ditangkap KPK merupakan adik kandung Atut. Entah apa kaitannya, tiba-tiba KPK me­nge­luarkan permintaan cegah atas nama Atut. ”Dalam waktu dekat dipanggil untuk di­mintai penjelasan yang seterang-terangnya agar ka­sus ini jelas,” ujar Ketua KPK Abraham Samad kemarin.

 

Pria asal Makassar itu enggan berpolemik terlalu jauh soal dugaan peran Atut. Itulah kenapa dia menolak pertanyaan wartawan yang meminta ketegasan benar tidaknya uang Rp 1 miliar untuk Akil dari Atut. Dia meminta semuanya bersabar dan menunggu perkembangan dari hasil pemeriksaan.

 

Samad mengatakan untuk sementara asal usul uang Rp 1 miliar tersebut belum bisa disimpulkan. Alasannya, ada beberapa alat bukti yang harus dikroscek satu sama lain. ”Dari pemeriksaan itu nanti disimpulkan bersangkutan punya keterlibatan dalam kasus ini atau tidak,” imbuhnya.

 

Dia yakin Atut bakal bekerja sama menyelesaikan kasus yang menyeret adiknya. Samad juga tidak mengkhawatirkan kabar Atut yang mulai susah dicari karena rumahnya ada di Indonesia. Menurutnya, sejauh apa pun lari pasti akan kembali juga. Terkait status Atut merupakan anak jawara Banten, Samad tidak memperdulikannya.

 

Seperti diketahui, Wawan—sapaanTubagus Chaeri Wardhana—ikut dijadikan tersangka karena dituding memberi Rp 1 miliar kepada Akil. Uang itu digunakan sebagai pelicin untuk mengurus sengketa Pilkada di Lebak, Banten. Hasilnya, lembaga penjaga konstitusi itu memutuskan agar ada pemungutan suara ulang di seluruh Lebak.

 

Saat mengumumkan daftar tersangka, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan apa yang terjadi pada kasus Akil merupakan organize crime. Ada sebuah kerja sama besar dan tidak mungkin sendiri. Termasuk, dipastikan adanya penopang dana untuk membuat iman Akil goyah sehingga menyalagunakan wewenangnya.

 

Jubir Johan Budi S.P menambahkan, nasib Ratu Atut terlalu dini kalau harus dikaitkan dengan tersangka. Sebab, kasus tersebut baru saja dimulai. Meski demikian, dia membenarkan kalau KPK masih mengembangkan kasus itu ke dua hal. ”Mencari siapa penerima atau pemberi lain di luar para tersangka,” tuturnya.

 

Sementara, Ratu Atut yang sempat ”menghilang” dari acara pemerintahan Banten ternyata berada di Jakarta. Entah sejak kapan dia berada di rumah yang terdapat di Jalan Joglo Jeruk 2 Jakarta Barat itu. Yang jelas, dia mulai risih saat rumahnya didatangi wartawan.

 

Dia memutuskan untuk cabut dari rumahnya menuju kediaman utamanya di Serang, Banten. Menggunakan sedan Lexus hitam B 16 RAC dia keluar rumah tanpa memperdulikan para wartawan. Atut tampak tidak sendiri, sebab sebuah mobil Nissan Xtrail terlihat mengutitnya dari belakang.

 

Sebelum meninggalkan rumah, terlihat beberapa mobil yang berhenti di tikungan dekat rumahnya. Semua mobil tersebut menggunakan kode nomor polisi A yang merujuk pada wilayah Banten. Tidak diketahui dengan pasti apa acara di rumah Atut karena penghuni tidak mengijinkan wartawan masuk.

 

Hingga menjelang Maghrib, rumah tersebut menjadi sepi. Tinggal beberapa orang di dalam rumah yang berusaha mengintip dari jendela. Seolah memastikan masih ada atau tidak para wartawan di depan rumah. Upaya untuk meminta keterangan dari penghuni rumah juga percuma karena tidak ada yang mau membuka pintu. (dim/gun/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!