Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 20:04:58 WIB
PRO SUMBAR

Mapala Unand Hanyut, 2 Tewas-4 Hilang

Berniat Melakukan Survei Lapangan

Padang Ekspres • Minggu, 29/09/2013 05:18 WIB • Redaksi • 16744 klik

Mapala Unand Hanyut

Padang, Padek—Delapan a­ng­gota mahasiswa pencinta alam Universitas Andalas (Ma­­pala Unand) terseret air bah di Patamuan Ba­tubusuk Ba­tang Ku­ranji, Li­maumanis, Kecamatan Pa­uh, Kota Padang, kemarin (28/9). Sampai berita ini di­tu­run­kan, dua orang korban dite­mukan meninggal, empat orang masih dalam pencarian, dan dua orang selamat.   

 

Dua orang korban tewas itu yakni Elin Florita mahasiswa Fakultas Pertanian, dan Artika Caspela mahasiswa Fakultas Psikologi. Sedangkan empat korban masih dalam pencarian yakni, Rezki Tega, Aidil Adi Warsa (keduanya dari Fakultas Ekonomi), Deni Linardo dan Vegian Rizki Ramadhan (dua nama terakhir dari Fakultas Pertanian). Korban selamat adalah Ivo Nurdio Putra dan Meta Ramarita.

 

Informasi berhasil di­him­pun Padang Ekspres, ke­de­lapan anggota Mapala ini ber­niat melakukan survei lo­kasi untuk rute pendidikan dasar mapala de­ngan menyusuri perbukitan Pa­dangkaruah. Rombongan yang berangkat pukul 08.00 ini, ingin mencari rute baru setelah rute sebelumnya rusak akibat banjir bandang me­landa kawasan Patamuan ta­hun lalu.

 

Awalnya tak ada masalah dari survei lapangan ini, begitu juga ketika rombongan kem­bali menuju sekretariat Ma­pala Unand. Namun sekitar 500 meter dari tujuan (sek­retariat Mapala Unand, red), rombongan berniat men­yebe­ra­ngi Batang Kuranji.

 

“Informasi saya dapatkan, rombongan hanya menyisakan jarak 500 meter lagi. Namun mereka harus menyeberangi sungai,” kata Rektor Unand Dr Werry Darta Taifur dihubungi Padang Ekspres, tadi malam (28/9). 

 

Awalnya rombongan me­ngu­rungkan niat untuk me­nye­berangi, karena debit air meningkat. “Waktu itu air sungai meningkat 20 cm dari kondisi normal, sehingga tim memutuskan berhenti sambil menunggu air normal. Sekitar pukul 18.00, tim memutuskan menyeberang setelah debit air turun hingga 15 cm (setinggi lutut),” kata Ade Rahardian dari sekolah alam Padang.

 

Waktu itu, tambah Werry, enam anggota Mapala menyeberangi sungai tersebut, sedangkan dua orang lainnya menunggu di pinggir. Baru sekitar 5 meter menyeberang, tiba-tiba datang air bah dan menyeret keenam orang tersebut. Melihat kondisi itu, dua orang selamat langsung menghubungi sekretariat Mapala Unand. Tak lama setelah itu, tim SAR gabungan melakukan pencarian.

 

Sampai berita ini diturunkan, baru dua orang korban berhasil ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. “Korban meninggal ditemukan di jembatan Batubusuak. Kita belum bisa memastikan kondisi keempat korban hilang lainnya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Erwanto. Pihaknya sendiri menurunkan 20 orang tim SAR guna membantu pencarian tersebut.

 

Kepala Pusdalops BPBD Sumbar, Ade Edwar mengatakan, air bah terjadi setelah terjadi hujan lebat di hulu sungai. “Seketika itu juga debit air Batang Kuranji tersebut langsung membesar,” ujarnya. Menurut Ade yang pernah melakukan operasi permbersihan hulu sungai tersebut, sungai itu memang cukup berbahaya dan curam. Saat ada hujan lebat di hulu, air cepat membesar dan sulit menghindari sapuan air.

 

Kasi Opsnal SAR Kota Padang, Juanda menyebutkan, pihaknya hingga tadi malam masih melakukan pencarian di kawasan hilangnya mahasiswa tersebut. “Dua jenazah mahasiswa tersebut telah dievakuasi, dan telah dibawa ke RSUP M Djamil Padang,” ujar Juanda. Pantauan Padang Ekspres di RSUP M Djamil Padang, terlihat puluhan teman, kerabat dan keluarga korban memenuhi kamar jenazah. (cr2)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!