Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 18:36:03 WIB
METROPOLIS

Instalasi Listrik Dimakan Usia

Dinas Pasar Duga Faktor Manusia Kebakaran Pasar

Padang Ekspres • Rabu, 25/09/2013 10:22 WIB • Redaksi • 375 klik

Instalasi Listrik Dimakan Usia

Simpangharu, Padek—Ins­talasi listrik Pasar Sim­pa­ng­haru sudah berusia tiga puluh tahun tidak diganti. Karena tidak terawat, kabel-kabel listrik di sekitar pertokoan blok AA dan blok BB banyak yang rusak.

 

Pantauan Padang Ekspres kemarin, tampak kabel yang terulur dari Toko P&D Delima di blok AA berlubang digigit tikus.

 

“Hampir 30 tahun lebih instalasi listrik di sini tidak pernah terurus. Kabel-kabel di sepanjang toko sudah pada lapuk dan berlubang akibat digigit tikus,” ujar pedagang kebutuhan sehari-hari, Mul­yani kepada Padang Ekspres, ke­marin. 

 

Persoalan listrik di se­jum­lah pasar satelit hampir di­pas­tikan serupa dengan pasar Simpangharu. Meski begitu, belum tampak upaya serius pihak terkait mengantisipasi ancaman kebakaran di pasar-pasar tradisional.

 

“Sebelum kebakaran ter­jadi jam setengah tujuh, Senin (23/9) itu, Toko Delima yang jadi sumber api sudah ada tanda-tandanya. Getaran set­rum bisa kita rasakan di saat berada di dekat petak toko tersebut,” sebutnya.

Tetap Berjualan

 

Meski lokasi kebakaran sudah dipasangi garis polisi, pedagang tetap berjualan di be­kas toko mereka yang ha­ngus.

Itu terpaksa dilakukan ka­rena tiada pilihan lain demi membiayai kebutuhan hidup keluarga.

 

“Kami berjualan meski ada garis polisi, karena kita butuh berjualan untuk kehidupan sehari-hari. Tempat jualan kita sudah tidak ada selain toko ini,” ujar Nel yang sudah empat tahun menggiling cabai di kawasan petak BB ini.

 

Nel tidak mengerti persoalan ke­lis­trikan di Pasar Sim­pa­ng­haru. Apalagi, ibu bertubuh gempal ini baru empat tahun berjualan di pasar tersebut.

 

“Setahu saya, belum pernah instalasi listrik diperbaiki sejak empat tahun lalu. Kalau dilihat dari lilitan kabel di sini, rasanya wajar (korslet). Kabel-kabel tampak tak rapi dan berantakan di atas sela-sela toko ini,” tam­bah­nya.

 

Bukan soal Listrik

 

Secara terpisah, Kepala Di­nas Pasar Padang, Hendrizal Az­har menduga kebakaran yang melanda Pasar Simpangharu lebih disebabkan faktor manusia atau human error. Kebakaran tersebut bukanlah karena ma­salah buruk atau tidaknya ins­talasi listrik, tapi lebih kepada soal penggunaannya yang tidak beraturan. “Kita tidak bisa juga mengatakan instalasi buruk, tapi bisa juga karena kelalaian,” ujar Hendrizal Azhar.

 

Dia lalu mengklaim seluruh pasar satelit di Padang memiliki instalasi listrik layak. “Sekarang lebih kepada pemakaian listrik yang tidak sesuai aturan,” ujar­nya.

 

Selama ini, katanya, mas­ya­rakat sering memasang banyak kabel dalam satu stop kontak sehingga rawan korslet. “Pola penggunaan pedagang ini yang mesti kita perbaiki. Ke depan akan terus kita awasi,” paparnya.

 

Agar pemilik toko yang men­jadi korban kebakaran bisa beraktivitas dengan normal, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Muharlion meminta Pemko segera mencarikan solusi. “Ke­pada polisi diminta segera me­ngu­sut tuntas penyebab keba­karan ini. Sebab, selama ini tidak jelas penyebab kebakaran pasar. Pemko harus bergerak cepat karena korban kebakaran itu sangat mengharapkan bantuan,” kata Muharlion.

 

Secara terpisah, Bendahara Umum Asosiasi Kontraktor Lis­trik Indonesia (AKLI) Sum­bar, Adrinaldi menjelaskan kawasan Pasar di Kota Padang termasuk Simpangharu sudah lebih dari 20 tahun instalasi listriknya tidak diperiksa. Padahal dalam ketentuanya, setiap lima tahun sudah harus diperiksa.

 

“Kami tidak begitu me­nge­tahui kalau di listrik di Simpang Haru apakah dikelola oleh Dinas Pasar atau langsung pemilik toko. Jadi, yang melakukan permintaan pengawasan ini adalah yang bertanggung jawab dalam penggunaan listrik ini,” ungkapnya.

 

Adrinaldi menilai masih banyak pengoperasian instalasi listrik yang dilakukan tanpa mengantongi SLO (Sertifikasi Laik Operasi). Ditambah pula tenaga pemasangan listrik tidak dilakukan tenaga ahli yang sudah mempunyai sertifikat keahlian (SKA) atau pun badan usaha yang sudah diakreditasi oleh LPJK. “Sebelum ada hasil pe­merik­saan dari kepolisian belum bisa dikatakan pen­ye­bab kebakaran akibat listrik,” tegasnya.

 

Secara terpisah, korban kebakaran beserta Dinas Pasar dan DPRD melakukan pertemuan di Mushalla Nur Ishlah membahas langkah ke depan perbaikan infrastruktur. Hasil pertemuan itu pedagang diarahkan membuat permohonan ditujukan kepada Pemko untuk biaya perbaikan instalasi listrik, pemasangan kudo-kudo, dan atap. (cr5/bis/ek/cr6)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!