Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 22:38:59 WIB
PRO SUMBAR

Ribuan Pelamar CPNS Gugur

Kuota Pemprov Sumbar Terlewati

Padang Ekspres • Selasa, 17/09/2013 10:45 WIB • Redaksi • 6179 klik

Ilustrasi (Net. ist)

Padang Padek—Animo masyarakat me­ngikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2013 di Sumbar, be­nar-benar tinggi. Hanya tiga hari pascadibukanya pendaftaran CPNS di Pemprov Sumbar dan enam kabupaten/kota, jumlah pendaftaran membeludak.

 

Khusus di lingkungan Pem­prov Sumbar, jumlahnya su­dah melampaui kuota untuk 8.000 pendaftar. Artinya, ri­buan pendaftar bakal langsung ter­eliminasi sebelum mengi­kuti ujian.  

 

Informasi dihimpun Pa­dang Ekspres pukul 09.40 ke­marin (16/9), jumlah pen­daftar sudah mencapai 9.681 pe­­lamar. Meski begitu, Pem­prov Sumbar tetap membuka pen­­daftaran sampai ber­ak­hir­nya jadwal pendaftaran pada 26 September men­da­tang.

 

“Kita kan pakai sistem gu­gur. Jika telah terpenuhi kuo­t­a, pelamar yang men­daftar terakhir tidak kami proses lagi. Artinya, kesempatan bersang­kutan mengikuti tes CPNS juga tidak ada,” ujar Kepala BKD Sumbar Jayadisman kepada Pa­dang Ekspres di kantornya, ke­marin (16/9).

 

Seperti diketahui, Pem­prov Sumbar membatasi jumlah pe­lamar hanya 8.000 pen­daf­tar per­tama. Pembatasan itu kare­na anggaran penerimaan CPNS 2013 yang tersedia Rp 700 juta. Anggaran tersebut ter­masuk untuk penyusunan ana­­lisa jabatan, rapat, kon­sul­tasi, pengumpulan bahan, ter­masuk pelaksanaan tes CPNS.

 

“Anggaran kita terbatas, ya kita juga terpaksa membatasi kuo­ta. Sistem kita, siapa pela­mar lebih dahulu men­daftar dan menyerahkan adminis­trasinya secara lengkap. Maka, dia berke­s­empatan mengikuti ujian. Ka­lau belakangan men­daf­tarnya, maka kesem­patan­nya juga tipis un­tuk ikut ujian. Kecuali pen­daf­tar pertama per­syara­tannya ti­dak lengkap,” jelasnya.

 

Ada kemungkinan me­nam­bah kuota pendaftaran CPNS? “Kami akan berikan tam­­bahan 10 persen dari kuota se­bagai cadangan. Kalau sudah terpenuhi, ya itu saja yang kita proses,” sebutnya.

 

Menariknya, tak semua for­masi ditawarkan Pemprov Sum­bar (193 formasi) dilirik pe­lamar. Formasi paling ba­nyak dilirik adalah bidan, pe­rawat terampil, penyuluh ko­pe­rasi, guru bahasa Indonesia, dan guru bahasa Inggris.

 

Dari 9.681 pelamar yang men­daftar, tambah Jaya­dis­man, sekitar 1.541 orang men­daftar di formasi bidan, 726 orang perawat terampil, 654 orang penyuluh koperasi, 566 orang formasi guru bahasa In­donesia, 512 orang guru ba­hasa Inggris.

 

Sedangkan formasi kurang pe­minat, seperti guru budi da­ya perkebunan, guru hama dan penyakit tanaman perke­bu­nan, inspektur minyak dan gas, pengendali hama dan penyakit ikan, instruktur tata busana, in­s­truktur komputer braile, ins­­pektur tambang, perawat anes­tesi, pengawas perikanan, gu­ru keterampilan vokasional gri­ya kayu, dan guru meka­nisasi pertanian tanaman per­ke­bunan dan teknologi ha­sil pertanian.

 

Sistem ujiannya men­ggu­na­kan computer assisted test (CAT) pelamar umum dan lem­bar jawaban komputer (LJK) untuk tenaga honorer ka­tegori dua (K-2). Selain Pem­prov Sumbar, sistem CAT juga digunakan Pemkab Dhar­masraya dan Pemko Sawah­lu­to. Sedangkan Pemkab Pa­sa­man, Padangpanjang, Solok Se­latan dan Mentawai, tetap meng­gunakan sistem LJK.

 

Pelaksanaan ujian meng­gunakan sistem LJK serentak di­lakukan 3 November men­da­tang. Namun, bagi dae­rah yang menggunakan sistem CAT, BKN menetapkan tiga jad­wal pelaksanaan tes. Yakni, se­belum tanggal 4 Oktober, se­belum tanggal 10 Oktober, dan setelah 10 Oktober. Jadwal tes CAT dan LJK berbeda. “Itu in­formasi yang kami terima, ke­mungkinan kami akan  me­lak­sanakan CAT setelah 10 Ok­tober nanti,”  ujarnya.

 

Di tempat terpisah, Asisten Om­budsman Sumbar, Adel Wa­hidi menyebutkan, Pem­prov tak berhak membatasi ke­sempatan masyarakat untuk men­­daftar CPNS. Menu­rut­nya, alasan keterbatasan ang­garan tidak bisa menjadi dasar m­em­batasi hak mas­yarakat atau pelamar.

 

”Setahu saya, tidak ada re­gu­lasi pusat membuat kebi­ja­kan pembatasan terse­but. Pem­­batasan pelamar ini justru bisa menghambat Pemprov  da­­lam mendapatkan calon-ca­lon pamong berkualitas,” ujar­nya. Guna mengklarifikasi per­soalan itu, Adel berniat me­manggil Pemprov Sumbar dalam waktu dekat. (ayu)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!