Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 02:34:22 WIB
NASIONAL

DPR Tuding Polri Kurang Efisien

Kesejahteraan Anggota Menjadi Persoalan

Padang Ekspres • Minggu, 15/09/2013 02:39 WIB • Redaksi • 1658 klik

Polri

Jakarta, Padek—Pengawalan yang dilakukan Aipda Anumerta Sukardi sehingga membuat dia tewas mencuatkan fakta soal kese­jahteraan polisi yang masih minim. Hal itu kemarin dibahas dalam sebuah diskusi di Jakarta. Tidak sedikit anggota polri di level bawah yang kehidupan perekonomiannya kembang kempis.

 

Diskusi tersebut, selain dihadiri Kadivhumas Mabes Polri Irjen Ronny F Sompie, juga ada Ketua Komisi III DPR RI Gede Pasek Suardika. Hadir pula Anggota Kompolnas Adrianus Eliasta Me­liala dan pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar. Kesejah­teraan menjadi persoalan karena hal itu pulalah yang menyebabkan anggota polri terpaksa nyambi di luar jam dinas.

 

Secara terbuka, Ronny me­ngung­kapkan jika kesejahteraan anggota polisi saat ini masih men­jadi persoalan. Seperti Sukardi yang mengawal secara off duty, itu diperbolehkan oleh institusi, me­s­ki­pun menggunakan seragam. Sebab, itu juga bagian dari pe­layanan masyarakat. Peraturan Kapolri tidak melarang Polisi memiliki side job yang halal.

 

Namun, jika didalami, akan tampak jika anggota seperti Su­kardi itu bekerja dengan gaji yang terbatas. Ronny lalu mem­ban­ding­kannya dengan polisi negara te­tangga. ”Di Brunei Darussalam, setiap kantor polisi memiliki flat di belakangnya untuk tempat tinggal personel,” terangnya. Jika polisi tinggal di luar flat, maka negara membiayai peru­mahan­nya.

 

Begitu pula dengan polisi di Malaysia dan Singapura, yang mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Alumnus Akpol 1984 itu lalu membandingkannya de­ngan kepolisian Indonesia. Tidak semua anggota polri memiliki rumah, kecuali anggota Brimob yang memang disediakan asrama.

 

Rata-rata, anggota polisi di Indonesia tidak tinggal di dekat tempat kerjanya. Selain meng­hambat mobilitas, jauhnya jarak membuat biaya transportasi me­ningkat. Belum lagi uang lauk pauk yang disediakan untuk keluarga, tidak memberi banyak manfaat. Polisi tidak bisa pulang saat jam makan siang akibat jarak kedia­mannya jauh. Alhasil, keluarlah biaya untuk makan di luar.

 

Berdasarkan PP Nomor 24 Tahun 2013, gaji pokok bintara tertinggi adalah Rp 3.417.400 dengan masa kerja 32 tahun. Di­tam­bah tunjangan plus remune­ra­si, pendapatan bintara paling besar ada di kisaran Rp 5 juta. Untuk bintara dengan pangkat terendah, gaji pokok minimal Rp 1.782.900. Lebih rendah dari UMR Jakarta.

 

Menanggapi penjelasan Ronny, Gede Pasek Suardika mengakui jika anggaran untuk polisi sebenarnya memang masih kurang. Anggaran sebesar Rp 40 triliun tahun ini 75 persennya untuk menggaji sekitar 400 ribu anggota Polri. Sekitar 10 triliun sisanya barulah digunakan untuk operasional dan belanja perlengkapan dinas.

 

Menurut Gede Pasek, pihaknya sudah beberapa kali me­ngu­pa­yakan ada rapat bersama dengan Menkopolhukam, Menteri Ke­uangan, dan aparat penegak hu­kum. Tujuannya, membahas pe­nganggaran untuk seluruh kom­ponen penegak hukum. ”Anggaran kita ini masih belum sesuai dengan konsep sebagai negara hukum,” terangnya. Namun, hingga saat ini pembahasan belum juga terwujud.

 

Meski Begitu, politisi partai De­mokrat itu mengingatkan Polri agar untuk saat ini tidak banyak menge­luh soal penghasilan. Ter­bukti, meski gaji masih minim, animo para pemuda Indonesia untuk menjadi polisi masih besar.setiap kali ada pendaftaran calon anggota Polri, peminatnya selalu jauh melebihi daya tampung.  (byu/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!