Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 11:42:38 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Agam

53 Bencana Alam hingga September

Hindari Daerah Rawan Bencana

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Sabtu, 07/09/2013 12:41 WIB • Edison J & Yuharnel • 2472 klik

Agam, Padek—Belum lagi ta­hun 2013 berakhir, di Ka­bu­pa­ten Agam sudah tercatat 53 ben­cana alam, dengan ke­ru­gian sekitar Rp 5 miliar. Untuk me­minimalisir dampak ben­ca­na alam tersebut, Pemkab Agam segera melakukan so­sia­lisasi bencana alam di sej­um­lah kecamatan yang diang­gap ra­wan bencana alam.

 

Sekretaris Badan Pe­nang­gu­langan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Mai­zur, mengatakan, Kabu­pa­ten Agam dengan luas 2.232­,30 km2, merupakan dae­rah ra­wan bencana alam di Sum­bar, karena memiliki pantai, gu­nung merapi, danau dan bu­kit.

 

Itu terbukti sejak awal ta­hun 2013 hingga saat ini su­dah terjadi 53 kali bencana alam de­ngan kerugian sekitar Rp 53 mi­liar. “Karena itu, untuk me­mi­nimalis dampak bencana alam, terutama korban nyawa dan harta perlu dilakukan so­sia­lisasi bencana alam di se­jum­lah kecamatan yang di­ang­gap rawan bencana alam de­ngan melibatkan siswa dan ma­sya­rakat,” ujarnya.

 

Dari data BPBD, ke-53 ben­cana alam itu terjadi pada ham­pir semua kecamatan di kabupaten Agam. Rinciannya antara lain adalah; kecamatan Kamang Magek sebanyak 8 kali bencana alam, Sungaipua 1 kali bencana alam, Ampek Koto 8 kali bencana alam, Malalak 1 kali bencana alam.

 

Seterusnya Palupuh 6 kali bencana alam, Baso 1 kali ben­cana alam, Ampek Nagari 3 kali bencana alam, Tanjung Raya 8 kali bencana alam, Tan­jung Mutiara 6 kali ben­cana alam, Lubukbasung 9 kali ben­cana alam, Palembayan 1 kali ben­cana alam dan Matua 1 kali ben­cana alam. “Bencana alam an­tara lain; banjir, longsor, an­gin puting beliung, pohon tum­bang,” ujarnya.

 

Dia mengharapkan, dari so­sialisasi bencana alam nanti se­lain diharapkan peserta so­sia­li­sasi dapat mengingatkan masyarakat secara dini ter­ha­dap bahaya bencana alam, se­ka­ligus memberikan informasi se­cepatnya jika terjadi bencana alam di suatu daerah, sehingga ban­tuan pun cepat segera da­tang.

 

Hindari Daerah Rawan

 

Kepala BPBD Kabupaten Agam Bambang Warsito me­min­ta masyarakat untuk me­ning­­katkan kewaspadaan ter­ha­dap banjir dan tanah longsor sa­at curah hujan tinggi.

 

“Warga  harus mewaspadai cu­rah hujan dengan cara me­ng­­­hindari daerah rawan ben­cana. Ini bertujuan agar tidak ada korban jiwa saat banjir dan longsor,” katanya.

 

Selain itu, masyarakat agar me­waspadai pohon tumbang, dan meminta pengendara di jalan raya agar berhati-hati.

 

“Kita terus melakukan pe­man­tuan terhadap banjir serta ta­nah longsor, dimana petugas te­lah disiagakan,” tegasnya.

 

Siaga bencana BPBD Agam me­nebar seluruh personel ke dae­rah yang dianggap rawan ben­cana, untuk mewaspadai ben­cana alam saat curah hujan tinggi ini. Personel ini me­la­ku­kan monitoring di  Ke­ca­ma­tan Pa­lembayan, Malalak, Pa­lu­puah, Maninjau dan Ke­ca­ma­tan Tanjung Mutiara.

 

“Semua anggota memo­ni­to­­ring kondisi terakhir dila­pa­ngan,” katanya.

 

Selama sepekan terakhir, ben­cana yang melanda se­ba­gian wilayah Agam dapat di­a­ta­si secara bersama dengan pi­hak terkait.

 

Sementara longsor di jalan Ba­lingka menuju Malalak pada Ka­mis (5/9) material longsor se­panjang 100 meter dengan ketinggian mencapai tiga me­ter belum bisa dibuang.

 

“Saat ini terkendala akibat cuaca. Apa bila hari sudah mu­lai gelap, maka operator alat berat tidak lagi berani me­lan­jutkan pekerjaannya,” katanya.

 

Ini disebabkan wilayah di se­panjang jalan tersebut me­ru­pakan daerah rawan longsor dan takut terjadi korban ji­wa.(cr3)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!