Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 12:51:13 WIB
BERITA DAERAH

Kab. Agam

53 Bencana Alam hingga September

Hindari Daerah Rawan Bencana

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Sabtu, 07/09/2013 12:41 WIB • Edison J & Yuharnel • 2476 klik

Agam, Padek—Belum lagi ta­hun 2013 berakhir, di Ka­bu­pa­ten Agam sudah tercatat 53 ben­cana alam, dengan ke­ru­gian sekitar Rp 5 miliar. Untuk me­minimalisir dampak ben­ca­na alam tersebut, Pemkab Agam segera melakukan so­sia­lisasi bencana alam di sej­um­lah kecamatan yang diang­gap ra­wan bencana alam.

 

Sekretaris Badan Pe­nang­gu­langan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Mai­zur, mengatakan, Kabu­pa­ten Agam dengan luas 2.232­,30 km2, merupakan dae­rah ra­wan bencana alam di Sum­bar, karena memiliki pantai, gu­nung merapi, danau dan bu­kit.

 

Itu terbukti sejak awal ta­hun 2013 hingga saat ini su­dah terjadi 53 kali bencana alam de­ngan kerugian sekitar Rp 53 mi­liar. “Karena itu, untuk me­mi­nimalis dampak bencana alam, terutama korban nyawa dan harta perlu dilakukan so­sia­lisasi bencana alam di se­jum­lah kecamatan yang di­ang­gap rawan bencana alam de­ngan melibatkan siswa dan ma­sya­rakat,” ujarnya.

 

Dari data BPBD, ke-53 ben­cana alam itu terjadi pada ham­pir semua kecamatan di kabupaten Agam. Rinciannya antara lain adalah; kecamatan Kamang Magek sebanyak 8 kali bencana alam, Sungaipua 1 kali bencana alam, Ampek Koto 8 kali bencana alam, Malalak 1 kali bencana alam.

 

Seterusnya Palupuh 6 kali bencana alam, Baso 1 kali ben­cana alam, Ampek Nagari 3 kali bencana alam, Tanjung Raya 8 kali bencana alam, Tan­jung Mutiara 6 kali ben­cana alam, Lubukbasung 9 kali ben­cana alam, Palembayan 1 kali ben­cana alam dan Matua 1 kali ben­cana alam. “Bencana alam an­tara lain; banjir, longsor, an­gin puting beliung, pohon tum­bang,” ujarnya.

 

Dia mengharapkan, dari so­sialisasi bencana alam nanti se­lain diharapkan peserta so­sia­li­sasi dapat mengingatkan masyarakat secara dini ter­ha­dap bahaya bencana alam, se­ka­ligus memberikan informasi se­cepatnya jika terjadi bencana alam di suatu daerah, sehingga ban­tuan pun cepat segera da­tang.

 

Hindari Daerah Rawan

 

Kepala BPBD Kabupaten Agam Bambang Warsito me­min­ta masyarakat untuk me­ning­­katkan kewaspadaan ter­ha­dap banjir dan tanah longsor sa­at curah hujan tinggi.

 

“Warga  harus mewaspadai cu­rah hujan dengan cara me­ng­­­hindari daerah rawan ben­cana. Ini bertujuan agar tidak ada korban jiwa saat banjir dan longsor,” katanya.

 

Selain itu, masyarakat agar me­waspadai pohon tumbang, dan meminta pengendara di jalan raya agar berhati-hati.

 

“Kita terus melakukan pe­man­tuan terhadap banjir serta ta­nah longsor, dimana petugas te­lah disiagakan,” tegasnya.

 

Siaga bencana BPBD Agam me­nebar seluruh personel ke dae­rah yang dianggap rawan ben­cana, untuk mewaspadai ben­cana alam saat curah hujan tinggi ini. Personel ini me­la­ku­kan monitoring di  Ke­ca­ma­tan Pa­lembayan, Malalak, Pa­lu­puah, Maninjau dan Ke­ca­ma­tan Tanjung Mutiara.

 

“Semua anggota memo­ni­to­­ring kondisi terakhir dila­pa­ngan,” katanya.

 

Selama sepekan terakhir, ben­cana yang melanda se­ba­gian wilayah Agam dapat di­a­ta­si secara bersama dengan pi­hak terkait.

 

Sementara longsor di jalan Ba­lingka menuju Malalak pada Ka­mis (5/9) material longsor se­panjang 100 meter dengan ketinggian mencapai tiga me­ter belum bisa dibuang.

 

“Saat ini terkendala akibat cuaca. Apa bila hari sudah mu­lai gelap, maka operator alat berat tidak lagi berani me­lan­jutkan pekerjaannya,” katanya.

 

Ini disebabkan wilayah di se­panjang jalan tersebut me­ru­pakan daerah rawan longsor dan takut terjadi korban ji­wa.(cr3)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!