Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 16:35:59 WIB
PRO SUMBAR

Menag Dukung IAIN IB jadi UIN

Suryadharma: Butuh Waktu 1-2 Tahun

Padang Ekspres • Jumat, 30/08/2013 13:40 WIB • Redaksi • 541 klik

Padang, Padek—Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mendukung penuh peru­ba­han status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bon­jol Padang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Na­mun, proses perubahan status tersebut memakan waktu 1-2 tahun.

 

Dukungan itu diutarakan Sur­­yadharma ketika mem­buka Pertemuan Ilmiah In­ter­na­sio­nal Bahasa Arab (Pinba) VIII tahun 2013 di Hotel Basko Pa­dang, kemarin (29/8). Du­ku­ngan tersebut tak terlepas juga dari kontribusi tokoh-tokoh Sumbar dalam perkembangan Islam di Indonesia.  ”Karena itu, sangat patas kalau Sumbar mendapatkan UIN,” tegas Ke­tum DPP PPP itu.

 

Dia juga berjanji segera memproses pengajuan peru­bahan status IAIN Imam Bon­jol Padang menjadi UIN. Ter­kesan lamanya proses pe­ru­bahan status tersebut, me­nur­ut Menag, karena harus me­lalui pengkajian lebih lanjut di beberapa kementerian. ”Pro­sesnya Insya Allah bisa seta­hun, bisa jadi dua tahun. Ka­rena juga melibatkan Men­teri Pen­didikan Nasional (Men­diknas), Menteri Pen­da­ya­gu­naan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), dan terakhir keputusan presiden (Keppres),” jelasnya.

 

Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Prof Makmur Syarif mengatakan, tekad IAIN beru­bah menjadi UIN telah matang dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. ”Tekad itu sudah harga mati. Hal itu diwujudkan me­lalui berbagai persiapan pa­da sektor fisik maupun nonfisik,” katanya.

 

Pihaknya juga sudah mel­aku­kan sejumlah formulasi menuju perubahan status. Per­tama, pendidikan dan pe­nga­jaran diarahkan pada upaya transformatif, konstruktif dan memberdayakan. “Outputnya, lahir SDM cerdas dan ber­kualitas baik secara intelek­tual, emosional, maupun spiritual dan sosial berbasis keisla­man dan kein­donesiaan,” kata­nya.

 

Kedua, tambahnya, diarah­kan pada tumbuhnya budaya riset kompetitif dan eman­si­patoris dalam pe­ngembangan dan pene­rapan ilmu keisla­man. Juga, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemasl­a­hatan umat dan bangsa. Ke­tiga, menyelenggarakan p­e­nga­bdian kepada masyarakat se­cara responsif dan inovatif dalam pembangunan, pe­ngem­bangan, dan penguatan u­mat, dan masyarakat berbasis pemberdayaan.

 

Pada kesempatan itu, M­e­nag berharap Pinba VIII ta­hun 2013 bisa memotivasi semua pihak menguasai baha­sa Arab. Apalagi, bahasa Arab memain­kan peranan penting di era globalisasi saat ini. ”Selain bahasa agama, bahasa Arab juga menjadi bahasa kitab suci Al Quran. Apalagi banyak ilmu berkaitan dengan agama, ditu­lis dari bahasa Arab. Makanya, melalui pertemuan ini dapat memotivasi pembelajaran ba­ha­sa Arab di Indonesia, dan penguasaan bahasa Arab,” harap Suryadharma .

 

Di sisi lain, Pemko Padang me­ngapresiasi pertemuan ber­skala internasional terse­but. Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Indang Dewata me­nye­butkan, rencana itu sejalan dengan falsafah hidup orang Minangkabau ”Adat Basandi Sara’, Sara’ Basandi Kita­bullah”. Pembelajaran agama menjadi simbol sekaligus per­bedaan orang Minang dengan daerah lainnya Indonesia.

 

Dia berharap, ide dan ren­cana ini tidak saja diapung­kan di Kota Padang saja. Namun, juga diberlakukan secara me­nyeluruh di seluruh daerah. ”Kalau ini menjadi kebijakan pemerintah provinsi Sumbar, tentu akan lebih baik,” pa­parnya. (bis)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!