Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 10:10:30 WIB
PRO SUMBAR

Bank Nagari Disarankan Naikkan Bunga

Padang Ekspres • Rabu, 21/08/2013 12:17 WIB • Redaksi • 1359 klik

Padang, Padek—Potensi kehilangan pendapatan Pem­prov Sumbar sebesar Rp 3 miliar akibat selisih bunga deposito, disikapi Pemprov Sumbar dengan mengalihkan sebagian kasnya sebesar Rp 50 miliar dari Bank Nagari ke Bank Tabungan Daerah (BTN).

 

Namun begitu, sejumlah kalangan menilai kebijakan Pemprov tersebut justru mele­mahkan eksistensi bank da­erah. Karena itu, Pemprov dan Bank Nagari diminta duduk semeja mencari solusinya agar tidak diikuti daerah lain.

 

“Meski secara aturan tidak ada yang dilanggar,

 

namun ini bisa mengakibatkan turunnya kepercayaan peme­rin­tah sendiri terhadap perusa­ha­an daerah (perusda) yang seha­rus menjadi tanggung ja­wab da­ri daerah untuk membesar­kan­nya,” ujar pengamat peme­rin­tahan, Rusdi Lubis kepada Pa­dang Ekspres, kemarin (20/7).

 

Mantan Ketua Komisaris Bank Nagari ini menilai, pe­nyim­panan kas Pemprov di Bank Nagari juga disalurkan ke masyarakat Sumbar yang butuh pinjaman sebagai upaya me­ning­katkan perekonomian ma­syarakat.

 

Seperti diketahui, suku bu­nga BTN pada tahun 2012 sebe­sar 7 persen, sedangkan Bank Nagari 6,25 persen. “Sebe­nar­nya, tidak masalah jika Bank Nagari mau menaikkan suku bunganya menjadi 7 persen jika ingin bersaing dengan bank-bank lainnya. Kalau bank lain bisa mematok bunga sebesar 7 persen, kenapa bank nagari tak bisa? Ini kan untuk meme­nangkan persaingan antarbank lainnya juga,” kata mantan Sek­prov Sumbar itu.

 

Ketua Komisi II DPRD Sum­bar, Liswandi mengaku jumlah kas Pemprov yang dipindahkan ke BTN mencapai Rp 50 miliar me­lalui dua tahap dari total kas da­e­rah Rp 400 miliar di Bank Na­gari.

 

Namun diakuinya, pemin­da­han itu disebabkan adanya te­muan dari BPK. “Alasan BPK, ka­rena ada bank yang bunganya le­bih besar kenapa tidak dipin­dah­kan? Ini jadi pertanyaan BPK. M­a­­­kanya pemindahan itu ter­jadi,” aku politisi Demokrat tersebut.

 

Namun begitu, dia sepen­dapat dengan Rusdi Lubis bah­wa pengalihan kas daerah ke bank lain hanya akan mele­mahkan keberadaan Bank Na­gari. “Saya dengar Bank Nagari sudah menyatakan kesiapannya menaikkan bunganya. Jadi, perlu duduk semeja untuk mem­perjelasnya,” sebutnya.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumbar, Chairul Darwis berpendapat, semestinya gubernur tidak sekadar ber­orien­tasi meningkatkan penda­patan dari bunga semata. “Ba­nyak potensi pendapatan yang bisa dijadikan target pendapatan asli daerah (PAD) di luar penda­patan bunga tersebut,” ujarnya.

 

Hakikat pendirian Bank Nagari atau bank daerah, kata Chairul Darwis, tentu saja untuk memberikan kesejahteraan le­bih besar pada masyarakat. Se­ha­rusnya, dengan tingkat suku bunga yang dinilai rendah terse­but, tidak dijadikan alasan Pem­prov mengalihkan dananya ke bank umum.

 

“Saya mengimbau 3.115 ko­pe­rasi di Sumbar tetap me­nyim­pan uangnya di Bank Nagari, karena manfaat yang diterima koperasi dari Bank Nagari jauh lebih besar dibandingkan bank umum lainnya, termasuk bank yang dulunya didirikan ko­perasi,” ujarnya. (zul/ayu)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!