Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 09:46:05 WIB
NASIONAL

KPK Tangkap Kepala SKK Migas

Terima Suap lewat Trainer Golf

Padang Ekspres • Kamis, 15/08/2013 11:30 WIB • Redaksi • 431 klik

Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini (tengah)

Jakarta, Padek—KPK akhirnya menetap­kan Rudi Rubiandini, Kepala Satuan Kerja Khu­sus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Mi­nyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sebagai ter­sangka. Dia disangka telah menerima uang dari bos perusahaan minyak melalui se­orang trainer golf.

 

Penetapan Rudi menjadi tersangka itu ke­marin disampaikan Wakil Ketua KPK Bam­bang Widjojanto. Bambang mewakili Abraham Samad yang masih berada di Ma­kassar mengatakan, KPK telah memiliki cu­kup bukti untuk meningkatkan status Rudi dari terperiksa menjadi tersangka.

 

Mulai malam tadi pun Rudi akan menempati tahanan KPK bersama dua orang lainnya. “Penahanannya masih belum kami putuskan di mana. Yang pasti nanti ada di Rutan KPK dan Guntur,” ujar mantan advokat itu. Dua orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka ialah Simon Gunawan Tanjaya, seorang komisaris perusahaan minyak asal Singapura Kernel Oil Pte Ltd.

 

Simon inilah menyerahkan se­jumlah uang ke Rudi melalui se­orang trainer golf bernama De­viardi alias Ardi. “Selain RR (Ru­di Rubiandini), kami juga me­netapkan A (Ardi) dan S (Si­mon) sebagai tersangka. A ber­peran sebagai penerima dan S sebagai pemberi,” ujar Bam­bang.

 

Bambang kemarin mem­be­ber­kan detail operasi tang­­kap ta­ngan (OTT) yang dilakukan ter­ha­dap Rudi. Menurut pria yang akrab disapa BW itu,  awal­nya Si­mon menyerahkan dana pada Ar­di Selasa sore (13/8) sekitar pu­kul 16. Dana sebesar USD 400 ribu itu diberikan ke Ardi di s­e­buah mal setelah sebelumnya di­­am­bilkan dari sebuah bank swas­ta.

 

Pada sekitar pukul 21, Ardi da­tang ke rumah Rudi mem­ba­wa uang dolar itu dengan me­ngen­darai moge merek BMW R51. Moge itu diduga juga dibe­ri­kan pada Rudi. Sebab, ken­da­raan gress yang di Indone­sia ma­sih jarang itu diting­galkan ber­sama BPKB dan STNK-nya.

 

Di rumah Rudi di Jalan Brawijaya 8 nomor 30 itu, Ardi disebutkan cukup lama. Ke­dua­nya bahkan sempat terpan­tau tim KPK mencoba kenda­raan ter­sebut. Selang sekitar satu jam be­rada di rumah Rudi, Ardi pu­lang dengan diantar mobil dan sopir Rudi. Saat itulah, tim KPK sudah memantau sejak pagi melakukan penangkapan Ardi.

 

Dia kemudian digelandang kem­bali ke rumah Rudi. “Dari situ kami amankan total ada enam orang antara lain RR, A, dua satpam dan supir RR. Ter­ma­suk seluruh barang bukti ka­mi a­mankan,” jelas Bambang. Da­ri situ, tim KPK lainnya ber­ge­rak ke Apartemen Medite­ra­nia untuk mengamankan Si­mon. Pria itu memang tinggal di Apar­temen Mediterania Tower A lantai 21.

 

Setelah membawa sejumlah orang itu, tim KPK kembali m­e­la­kukan penggeledahan di ru­mah Rudi dan Ardi. Ternyata di ru­mah Rudi terdapat uang yang di­duga suap sebanyak USD 90 ribu dan SGD 170 ribu. Kabarnya Rudi memang telah menerima uang dari Kernel Oil Pte Ltd se­banyak dua kali.

 

Penyerahan pertama terjadi se­belum Lebaran. Namun ka­bar­­nya kala itu KPK gagal me­la­ku­kan OTT. “Kami masih kem­bang­kan ke arah sana. Patut diduga memang sebelumnya telah terjadi penyerahan uang ke RR,” papar Bambang. Sehingga total uang yang diamankan dari Rudi sebanyak USD 490 ribu dan SGD 170 ribu.

 

Sementara penggeledahan di rumah Rudi di Jalan Horti­kul­tura 15, Pasar Minggu, Ja­karta Se­latan ditemukan USD 200. Uang itu juga diduga bera­sal dari Si­mon. Uang dollar yang dite­mu­kan dari rumah para tersang­ka itu menu­rut Bambang dalam pe­cahan USD 100. “Barang bukti itu ter­banyak dari OTT selama ini per­nah kami lakukan,” papar BW.

 

Bambang sendiri enggan menyebutkan motif pemberian uang itu. Menurut dia, pihaknya ma­sih melakukan pemeriksaan se­cara intensif sehingga belum bisa menyimpulkan motif dari suap itu. “Yang pasti sebagai pe­nyelenggara negara, RR telah me­nyalahi aturan menerima uang dari pihak berkaitan de­ngan pekerjaannya,” ujarnya.

 

BW hanya memberikan clue suap itu tidak menutup kemung­kinan berkaitan dengan kewena­ngan-kewenangan SKK Migas yang dipimpin Rudi. Informasi yang beredar suap itu berkaitan dengan tender minyak yang akan diikuti Kernel Oil Pte Ltd.

 

Kernel Oil Pte Ltd meru­pa­kan perusahaan bergerak di bi­dang perdagangan minyak men­tah dan berbagai produk mi­nyak. Seperti bensin, minyak gas, bahan bakar, minyak dasar, as­­pal, minyak mentah dan kon­den­sat, gas, nafta, minyak tanah, minyak pelumas, dan residu.

 

Perusahaan yang memiliki kan­tor pusat di 7500A Beach Road #10-318/321, The Plaza, Singapura itu memiliki cabang di Indonesia di Equity Tower lan­tai 35 Floor Suite B, kawasan SCBD, Jalan Jenderal Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan.

 

Dalam situs resminya peru­sa­haan ini menyediakan cairan gas alam, seperti gas petroleum cair, etana, petrokimia nafta, kon­densat, produk non-bahan bakar, termasuk pelarut, green coke, calcined coke, lilin parafin, aromate berat, belerang.

 

Kernel juga menyediakan pro­duk lain seperti polytam, pu­rified terephthalic acid, parax­ylene, benzene, dan propilena, dan produk kimia lainnya. Akti­vi­tas perdagangan minyak men­tah Kernel Oil dilakukan di ber­bagai negara, mencakup ka­wa­san Timur Jauh, Timur Te­ngah, Mediterania, dan Afrika Ba­rat. Entah mengapa, men­dadak situs resmi perusahan itu sore kema­rin sudah tak lagi bisa diakses.

 

Sementara itu, Simon bos Ker­nel Oil Pte Ltd tampaknya se­ngaja memanfaatkan hobi golf Rudi untuk melakukan penyua­pan. Buktinya penyua­pan itu ti­dak dilakukan melalui staf peru­sa­haannya. Melainkan mela­lui se­orang trainer golf, Ardi.

 

Informasi dihimpun koran ini menyebutkan, sejak duduk menjadi birokrat, Rudi memang memiliki hobi baru yakni golf. Olahraga itu awalnya dilakoni Ru­di sebagai penghormatan pada acara-acara di lingkungan ener­gi dan mineral yang acap ka­li dibuka dengan pukulan per­tama oleh pejabat di kemen­terian. Hobi Rudi sendiri awal­nya hanya badminton.

 

Pada bagian lain, Mahfud MD mengaku telah lama curiga ter­hadap Rudi. Sebab, saat MK mem­bubarkan BP Migas karena di­tuding sebagai sarang ko­ruptor, Rudi malah me­nyerang MK. “Saya curiga padanya, tapi dia diangkat menjadi ketua SKK Mi­gas,” ujar Mahfud dalam akun Twitter-nya.

 

Sementara itu, Rudi Ru­bian­dini kemarin keluar dari ge­d­ung KPK sekitar pukul 20.45. Ru­­di yang selama ini dikenal de­kat de­ngan wartawan, berse­dia mem­­berikan komentar saat di­­ce­gat sejumlah media. Dia mem­ban­tah melakukan korupsi, na­­mun dia sadar terjerat grati­fi­kasi ka­rena kehadiran te­man­nya mem­bawa uang. Te­man dimak­sud Rudi itu Ardi, seorang trai­ner golf.

 

“Sepertinya saya masuk da­lam gratifikasi, ada teman mem­ba­wa uang,” ujarnya. Meski be­gitu, mantan Wamen ESDM ini me­nyerahkan sepenuhnya pro­ses hukum yang kini tengah di­ha­dapi. Sementara itu, dua ter­sang­ka lainnya Simon dan Ardi yang keluar hampir bersamaan tidak memberikan pernyataan apa pun pada wartawan.

 

Berhentikan Rudi

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera menin­dak­lanjuti penetapan tersangka Ke­­pala SKK Migas Rudi Ru­bian­dini dalam kasus pe­nyuapan. SBY langsung mene­ken Keppres No­mor 93 Tahun 2013 tentang Pem­berhentian Sementara Rudi Ru­­biandini dari jabatannya, se­ka­­ligus menunjuk peng­gantinya yak­­ni, Wakil Kepala SKK Migas Jo­­hanes Widjonarko untuk me­lak­­sanakan tugas dan tang­gung ja­wab sebagai kepala SKK Mi­gas.

 

Juru Bicara Kepresidenan Ju­lian Aldrin Pasha di Kompleks Is­tana Kepresidenan, kemarin (14/8), memaparkan, SBY tidak ba­nyak berkomentar terkait ka­sus penyuapan tersebut. Na­mun, SBY meminta kasus terse­but harus bisa menjadi pem­be­lajaran bagi para aparat pem­e­rintah, agar menjauhi praktik ko­rupsi.

 

“Yang jelas Presiden ingin kepastian agar penyelenggaraan, pengelolaan hulu minyak dan gas bumi itu berjalan sebagai­mana mestinya dan tidak ter­gang­­gu oleh penangkapan atau pro­ses kepala SKK Migas,” kata­nya. Namun, Julian mene­gas­­kan, SBY mendukung penuh upa­­ya yang dilakukan KPK da­lam menangani kasus penyua­pan tersebut. “Presiden tidak akan mencampuri ranah hu­kum. Silakan diproses,” jelasnya.

 

Sementara itu, Menko Per­eko­nomian Hatta Rajasa me­nga­ku terkejut mendengar pene­ta­pan status tersangka terhadap Rudi Rubiandono dalam kasus pe­nyuapan tersebut. Namun, dia enggan berkomentar lebih jauh ter­kait hal tersebut. “Ya jelas ter­kejut. Tapi saya nggak mau ber­spekulasi atau menduga-du­ga. Kita serahkan kepada KPK. Kita per­caya kepada KPK un­tuk m­e­nangani itu sesuai pro­ses hu­kum,” ujarnya di Kom­pleks Is­tana Kepresidenan, kemarin.

 

Pada kesempatan sama, Men­teri ESDM Jero Wacik juga eng­gan menanggapi kemung­ki­nan KPK memanggil dirinya, ter­kait kasus penyuapan meli­batkan bawahannya terse­but. Dia justru meminta KPK segera menuntaskan kasus tersebut, jika memang ada kartel di internal SKK Migas. “Serahkan kepa­da KPK yah.  Suruh bongkar aja kalau ada kartel,” ujarnya.

 

Kernel Ikut Tender

 

Kernel Oil Pty Ltd merupa­kan salah satu di antara 40 pe­rusahaan mitra SKK Migas biasa ikut tender pembelian minyak. Ta­hun-tahun sebelum­nya, Kernel beberapa kali meme­nangkan ten­der pembelian minyak dari SKK Migas (dulu BPMigas). Tapi, tahun 2013 ini, tercatat belum pernah memenangkan tender sekalipun. “Untuk tender minyak periode Agustus (2013) Kernel ikut lagi,” katanya. 

 

Pengamat perminyakan dari ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan, proses ten­der inilah yang membuka ce­lah adanya interaksi antara pe­rusahaan trader dengan peja­bat SKK Migas sebagai penentu pe­me­nang tender. “Jika ingin po­ten­si korupsi ditekan, maka pro­ses tender seperti ini harus di­buka setransparan dan se­akun­­tabel mungkin,” ujarnya.

 

Pihak Kernel sendiri hingga ke­marin belum bisa dimintai konfirmasi. Para wartawan yang men­datangi kantor  Kernel di Equity Tower lantai 35 Floor Suite B, kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), sa­ma sekali tidak diperkenan ma­suk.

 

Dalam company proifile-nya, Kernel bergerak di bidang per­dagangan minyak mentah dan berbagai produk minyak, se­p­erti bensin, minyak gas, ba­han ba­kar, minyak dasar, as­pal, mi­nyak mentah dan kon­den­sat. (gun/ken/owi/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!